Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Sunny masuk ke dalam ruang catatan, ruangan yang sama ketika Yoon mengalami kecelakaan. Di dalamnya, Sunny mencari bekas barang bukti saat nenek meninggal. Sunny membuka lemari dan menyeluarkan kotak besar.

Di dalam kotak ada bekas barang nenek dan juga tusuk konde. Sunny melihat di ponselnya dan menyemakan tusuk konde tsb. Ternyata sama.

“Ini milik Mak Lampir.” Sunny pun melihat ada kotak lainnya. Penasaran, ia membukanya.

Sebuah kotak kenangan, barang-barang saat dibeli di pasar, juga hanbok nenek yang bertuliskan ttd Sunny. Kenangan lama akhirnya muncul kembali. Sunny menangis.

“Aku tidak akan menyerah. Aku akan berusaha sampai selesai.” Sunny mematap fotonya bersama nenek. Kenangan demi kenangan terus keluar, dari main kartu bersama dan lainnya. Hingga kotak sampai pada dasarnya, Sunny menemukan dua buah surat. Ia membuka amplopnya.

Jika ada yang menemukan surat ini. kebenaran tentang kematianku akan terungkap. Aku harap orang yang menemukan ini adalah orang yang aku percaya, Permaisuri Oh Sunny. Lee Hyuk datang malam itu dan berusaha membunuhku. Seandainya saja aku tidur dan tidak perlu tahu soal itu. hatiku terasa hancur saat bangun dan melihat perbuatan cucuku.

Kejadian saat Hyuk datang dan menusuk selimut karena nenek ada di kamar mandi diputar kembali. Sorry guys. Nggak saya tulis ulang yaa… itu sama persis seperti episode sebelumnya saat Hyuk minta Nenek tidak melaporkan Hyuk ke auditor. Saat Hyuk berantem dan kancing jasnya lepas.

Hanya ada yang berbeda…

Saat Hyuk keluar dari kamar nenek. Ia masuk kembali.

“Aku belum mendapatkan jawaban yang aku inginkan. Jika nenek menghalangiku, nenek akan mati. Aku berusaha keras untuk bisa seperti ini! lebih baik nenek mati.”

“Baik… bunuh nenek saja. jika itu maumu, bunuh nenek saja!!!” Hyuk mengambil tusuk konde lagi dan melemparkannya hingga tertancap di kayu. Saat itu ada Kang Hee yang sembunyi.

Nenek kembali mencabut tusuk kondenya dan melihat Kang Hee sedang bersembuyi di belakang lemari.

“Sudah berapa lama kamu di situ?” Tanya Nenek.

“Aku tidak melihat dan mendengar apapun.”

“Keluar sekarang juga!!!” Kang Hee pun pergi. Nenek masih menangis.

***

“Hyuk tidak membunuhnya.” Ucap Sunny.

Surat berlanjut….

Masih dalam keadaan syok, Mak Lampir datang.

Adegan di mana Mak Lampir membawa racun dan mengancam nenek pun diputar ulang. Saat Mak Lampir nggak mau mengakui semua kesalahan yang telah dia perbuat. Peris sama. mian… saya nggak tulis ulang yaa…

Cucuku dan menantuku telah membunuhku. Mereka tidak mengotori tangan mereka dengan darahku, tapi merekalah yang membuatku mati. Keberadaan keluarga kelaisaran telah terbukti sia-sia. Sama jahatnya dengan Kaisar dan Ibu Suri-nya. Aku telah melakukan dosa besar dengan memberi mereka kekuasaan untuk disalahgunakan. Aku malu. Itu sebabnya aku akan menebus dosaku dengan hidupku. Aku ingin mengakhiri semua ini. aku akan meninggalkan bukti atas perbuatan mereka yang berusaha membunuhku pada tubuhku, agar mereka dihukum. Kematianku akan dianggap kebenaran yang mengerikan di balik keluarga kekasiaran. Aku sangat berharap tindakanku ini bisa menenangkan para arwah korban yang telah disakiti keluarga kekaisaran. Aku ingin permaisuri, Oh Sunny, yang menjalani wasiatku ini.

Nenek meminum racun yang dibawa Mak Lampir. Usai itu, nenek menusuk dirinya dengan tusuk konde.

Membacanya, Sunny menangis.

Sama seperti namamu, kamu terang bagaikan sinar matahari. Aku ingin kamu bahagia dan panjang umur. aku tidak sanggup berpamitan denganmu. Maafkan aku karena terlalu cepat pergi. Aku telah membesarkan cucuku seperti monster. Tolong maafkan aku.aku akan meninggalkan semua asetku pada Permaisuri. Tolong gunakan dengan baik untuk korban dari Keluarga Kekaisaran. Aku meninggalkan kekaisaran korea di tanganmu.

Sunny pun menangis. “Kematian nenek sangat menyakitkan. Nenek menghadapi semua ini sendirian. Aku tidak akan memaafkan mereka semua. Aku akan menjatuhkan keluarga kekaisaran. Apapun caranya.!!!!”

klik di sini kelanjutannya.

Komentar lageeeehhhhh….

Haaalllooo para pembaca yang sepertinya lebih suka diam membisuuuuu……. selamat malam minggu. Sudahkah kalian memaafkan dosa pengendara mobil yang bawa mobil kebut dan kena kubangan air, sehingga airnya nyembur ke kalian….???? sudahhhh????

Nenek meninggal karena bunuh diri cuy… tapi bunuh dirinya dipicu oleh aksi tusuk konde dan racun dari keluarganya sendiri. jujur aja… akikaaaa nangisss tapi nggak banyak. Buat apa ada hujan kan yhaaa??? Nagsisnya dikit aja!

Yhaa akutu sedi juga tahu nenek meninggal begindang. Sampai dulu pernah berimajinasi nenek masih hidup. ehhh masih hidup di hatiku rupanya *pret. Sampai saking gemesnya saya berharap dokter forensik di drama Patners for justice main di marihhhh…

Episode ini karasa pendek, karena adegan lama diulang di sini. lama lho… hampir setengahnya.

Lalu… Keluarga kekaisaran mungkin akan bubar guys, kek hubungan kalian sama mantan.

Dulu saya ngebayangin nulis episode 48 dengan kata final di belakangnya. Tapi ternyata nggak demikian. Masih lanjut guys…. kerjaan saya belum kelar. *tempelin koyok di punggung.

Yang bikin penasaran ke depannya adalah Na Wang Shik mau digimanain yhaaaa???? Di sini porsinya dikit banget (kek macem paket hemat). Masa cuma bawa koper di mimpinya Hyuk doang. kek gitu doang???

Choi Jin Hyuk kenapa pergi pas lagi sayang-sayangnya yaaa??? *sakit tapi tydack berdara…

Tapi mengingat kejadian kalung di mayat…. pulau chungeum… saya nggak jadi banyak eskpektasi sama drama ini. tinggal terima aja “kue penutupnya” dan buat reviewnya, kemudian melanjutkan hidup.

Dan minggu depan adalah minggu terkahir kita bareng guys. *kirim peluk buat pembaca semua. Gumawo aja yang sudah ngikutin dan ikut “nobar” sama mimin di sini. saya merasa nggak sendiri. walaupun saya sendiri berjam-jam.. sampai ratusan post.