Sinopsis The Last Empress Episode 50 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 50 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Dijalan raya, terjadi sebuah aksi kejar-kejaran antara Pak Pyo dengan Na Wang Shik.

“Mobil di depan kita, adalah mobil Na Wang Shik.” Ucap supir.

“Terus buntuti dia. pepet terus jangan kasih kendor.”

Aksi kejar-kejaran terjadi, bahkan ada temabk-tembakkan juga. Hingga mobil Na Wang Shik mentok dan menabrak pembatas.

Pak Pyo pun keluar dari mobilnya. Dan menyaksikan Na Wang Shik yang diam dengan wajah menunduk pada setir mobil. Tangganya penuh dengan luka.

“Na Wang Shik…” Ucap Pak Pyo sambil tertawa.

****

Reporter berkumpul di istana.

“Perayaan hari jadi ke 10 penobatan Kaisar Lee Hyuk, akan diresmikan hari ini. akibet insiden yang tidak menyenangkan, dia baru-baru ini diskors sementara. Ini acara resmi perdananya setelah kembali menjabat. Acara ini mendapatkan perhatian dari masyarakat dan negara lain.” Ucap repoter.

Rombongan sirkus pun datang. keluarlah… Suneo, Mak Lampir, Ari dan So Jin. Mereka berjalan di atas karpet merah dengan sorak sorai bergembira. Suneo pun tebar senyum hingga masuk ke dalam ruangan konferensi pers.

Romongan sirkus pun duduk di temat yang sudah disediakan.

“Oma mama kemana?” Tanya Ari.

“Bukankah kamu bilang akan datang bersamanya?” Tanya Mak Lampir.

“Dia kurang sehat pagi ini. dia tidak bisa hadir. Sayangnya, dia tidak akan menhadiri acara hari ini.” Ucap Hyuk.

So Jin berkomentar. “Baguslah… lagi pula, aku tidak mau melihatnya.”

Mak Lampir diam-diam memberikan kode pada Pak Pyo. Hyuk menyadari hal itu.

***

Sunny di kurung dalam suatu ruangan dan dijaga dua pengawal.

“Hei… buka pintunya.” Tapi tentu saja nggak dibukain.

Kemudian ada Ijah datang. “Aku datang membawa makanan untuk Permaisuri.”

Pintu dibuka. Seketika, nampan yang dibawa ijah langsung dihamburkan ke arah pada penjaga. Ijah pun memberikan gas air mata. *keknya sih. keduanya berhasil kabur. Sirine di dalam istana sudah wiu wiu….

Di koridor, tentu saja Sunny dihadang oleh para penjaga. Dengan bantuan Pak Byun yang tbtb muncul, Sunny dan Ijah pun berhasil diselamatkan. Pak Byun emang jago kukuruyuk.

“Anda baik-baik saja? bisa-bisanya mereka melakukan hal ini.”

“Hyuk dan Mak Lampir mungkin merasa senang sekarang, jadi lebih baik begini.”

“Ayo. Wang Shik seharusnya menemui kita di sini, tapi ponselnya tidak aktif.” Ucap Pak Byun.

“Kita tidak punya waktu. Ayo.” Ucap Yura.

***

Hyuk berkata pada konferensi.

“Aku minta maaf dari hati yang terdalam karena telah membuat kalian cemas belakangan ini. serta, terima kasih karena kalian terus memercayai dan mendukung saya. Saya berjanji, keluarga kekaisaran akan melakukan segalanya untuk menjadikan kekaisaran korea sebagai tempat yang nyaman dan agung bagi masyarakat.”

Semua tepuk tangan.

Host berkata. “berikutnya. Permaisuri, akan membacakan pidatonya.”

Hyuk menjawab. “Permaisuri kurang sehat dan tidak bisa hadir. Kita lanjut ke agenda berikutnya.”

Sunny dan Ijah akhirnya masuk ke dalam ruangan. Saat itu Pak Byun sudah melihat adanya Yoon dan Kang Joo Seung yang sudah hadir di dalam ruangan.

Ijah hanya datang dan berbisik pada Ari, kemudian membawa Ari untuk pergi.

Sunny melihat Ibu Suri dan Suneo dengan mata melototnya kemudian naik ke podium.

“Mohon maaf, saya terlambat datang.”

***

Yu Ra membawa Ari keluar ruangan.

Ari bertanya. “Kita mau ke mana?”

“Permaisuri menyuruh Putri Mahkota ke istana dulu.”

“Begitukah yang dikatakan oma mama? Tapi ini perayaan hari jadi appa mama. Aku ingin menyaksikannya.” Ari pun merengek.

“Lagi pula, itu akan segera selesai. Karena permaisuri adalah wali Putri Mahkota yang sah, kamu harus menuruti permintaannya.”

“Kurasa aku harus kembali ke istana jika itu adalah perintahnya.”

Di luar, Ijah pun melihat Pak Pyo. “Bedebah itu kenapa….”

Pak Byun datang dan memberi salam pada Ari. “Yang Mulia….”

Kemudian Pak Byun bicara pada Ijah. “Aku tidak melihat Na Wang Shik. Kurasa terjadi sesuatu. Firasatku buruk.”

Yu Ra melirik pada Pak Pyo. “Mak Lampir merencanakan sesuatu.”

***

Dan kalian tahu… di sela-sela pot. Ada lelaki terluka yang kepalanya ditutup dan tubuhnya diikat.

Sunny mulai bicara pada media.

“Butuh perjalanan yang panjang dan sulit untuk mencapai hari kaisar ke 10 tahun. itu pun berbahaya.” Sunny melihat pada Hyuk. “Selamat, Yang Mulia. Anda telah melakukan yang terbaik.” Hyuk pun tersenyum dengan paksaan.

Sunny lanjut bicara. “Saya sudah menyiapkan montase pencapaian kaisar selama 10 tahun terakhir kepemimpinanya, sebagai hadiah untuknya.”

Sunny memberikan kode. Video saat Hyuk menabrak Ibu Na Wang Shik diputar. Semua ribut.

“Apa itu?” pers sangat penasaran.

Hyuk berkata. “Matikan itu.”

Sunny lanjut bicara. “Wanita yang tewas akibat kecelakaan itu adalah Baek Do Hee, Ibu seseorang yang kalian kenal karena sejumlah donasinya baru-baru ini, Na Wang Shik. Andai mereka melarikannya ke rumah sakit, dia mungkin selamat. Tapi bahkan kaisar, berusaha membunuh Na Wang Shik,yang berniat mengungkapkan kebenaran di balik kematian Ibunya. Dia menembak kepala Na Wang Shik dan membuangnya ke laut.”

Pers geger.

Sunny lanjut. “Orang yang melakukan tindakkan keji itu adalah Kaisar Lee Hyuk.”

Suneo melotot. “Hentikan. Ini tidak benar…” Hyuk marah dan berkata pada hadirin “KELUAR!!!!”

Dua penjaga akhirnya mengapit Hyuk.

Sunny masih bicara. “Kaisar mengubur kebenaran di balik kematian Baek Do Hee dan membuat alibi atas insiden tabrak lari ini. itu sebabnya dia sengaja menikahi saya. Tapi dia berniat membunuh saya selama acara pernikahan berlangsung.”

Pers bertanya. “Benarkah ucapan Permaisuri? Kenapa Kaisar ingin membunuh Permaisuri?”

Sunny menjawab. “Saat itu, Kaisar menjalin hubungan gelap dengan asisten pribadinya, Min Yu Ra. Dia menikahi saya untuk menutupi kejahatanya, tapi dia tidak berniat membina rumah tangga kami.” Yang adegan di kapal pesiar itu diputar. Sunny mulai berkaca-kaca. “Peya, menipu dan memanfaatkan saya.” Sunny mengatakannya sambil menatap Hyuk.

“Teganya dia melakukan itu.” Ucap salah satu hadirin.

Hel Ro berdiri dan bersuara lantang. “Keluarga kekaisaran membunuh ibu kami. Nama ibu kami, Shin Eun Soo. Dia juga Ibu Permaisuri Oh Sunny. Ibu kami, yang golongan darahnya langka, menjalani operasi di rumah sakit kekaisaran 10 tahun lalu. Dan meninggal karena tidak mendapatkan darah. Mereka mencuri darah yang seharusnya untuk Ibu kami.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *