Sinopsis The Nokdu Flower Episode 4 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 4 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini… selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa guys. Untuk episode selanjutnya bakalan saya tulis di besokpagi.com yaaaaa… terima gaji.

Baek Yi Kang digantung diantara kerumunan warga. Kemudian sang Ibu berlari dan berkata. “Hentikan!!!!!” Tak lama, Yi Kang jatuh dari gantungannya.

Ibu pun membawa alat pemukul, ia marah sekaligus bersedih dan berkata, “Pergi!!! Kenapa kalian melakukan ini? Apa salah dia?”

“Minggir.” Ucap salah satu pemberontak.

“Dia tidak salah apa-apa. Dia hanya menuruti perintah ayahnya. Dia tidak punya pilihan. Bukankah kamu pun akan begitu? Kamu tidak akan menuruti ayahmu?” Ibu mengancam dengan semacam selurit besar. “Akan kuhancurkan kepala kalian! Ayo maju!”

Ibu akhirnya berhasil ditangkap para penduduk.

“Tuan. Tolong selamatkan putraku.” Ibu berlari menuju Jeon Bong Jun dan berlutut. “Tolong selamatkan Yi Kang. Kumohon.”

Namun, Tuan Jeon hanya diam. Para penduduk lainnya menyeret Ibu.

“Tuan jangan ikut campur. Ini urusan kami dengan Sang Pria.” Ucap salah satu ahjumma yang sudah terlanjur sakit hati.

“Jika bedebah itu dibiarkan hidup. Anda bukan tuan kami.” Tambah suara dari salah satu ahjussi.

Semua orang yang hadir, khususnya yang sudah pernah sakit hati karena Yi Kang, mau Yi Kang digantung.

Tuan Jeon mendekati Yi Kang. “Jadi, namamu Yi Kang?”

“Bukan, aku adalah Sang Pria.” Jawab Yi Kang. “Kumohon akhiri ini.”

“Demi aku, seharusnya kamu tidak kembali. Saat orang-orang lebih memedulikan balas dendam daripada masalah. Pemberontakan pasti gagal.”

Tuan Jeon mengeluarkan pisau dan ditancapkan di tangan Yi Kang.

Ibu Yi Kang teriak. “Yi Kang aaahhhh… Yi Kang Ah……”

Tuan Jeon berkata keras sambil menunjuk. “ITU NAMAMU!!!” pisau diambil kembali dan ikatan leher Yi Kang diputus.

Tuan Jeon kini berkata kepada penduduk yang ada. “SANG PRIA SUDAH TEWAS.” Tuan Jeon melempar pisaunya kemudian pergi. Ohhh gini cuy… bahasa politik! Hari ini seorang Yi Kang telah lahir. Nona Song pun menjadi saksi kejadian tersebut.

***

Seorang perempuan menyapa Ibu Yi Kang di jalanan.

“Bisa kita bicara? Kamu Yoo Wol?”

“Benar.” Ucap Ibu Yi Kang.

***

Ibu Yi Kang dibawa ke suatu tempat. Di sana ada Baek Yi Hyun.

“Aku tidak akan menanyakan keadaanmu.”

“Tuan Muda.”

“Nona Myung Sim sudah memberitahuku soal Hyung.”

Ibu Yi Kang pun menangis.

***

Adegan beralih ke penjara. “Bos, anda terluka parah?” Tanya Bambang pada Yi Kang.

“Sialan.” Jawab Yi Kang pendek.

Tak lama, ada Ibu Yi Kang yang menjenguk. Ia melihat tangan anaknya yang terluka. “Berikan tanganmu.” Ucap Ibu.

“Tinggalkan saja.” Jawab Yi Kang.

“Ini akan menjadi parah. Tanganmu harus dipotong jika luka ini membusuk.” Dan dengan telatennya Ibu memberikan obat di luka Yi Kang.

“Maafkan aku.” Ucap Yi Kang.

“Ibu bertemu dengan Tuan Muda Baek. Di mana ayahmu?”

Tak jauh dari penjara Yi Kang. Dipenjaralah juga Si Tompel. Ia sepertinya mencuri dengar.

***

Di dalam lumbung. Tuan Baek sangat kehausan. “Air. Apa ada orang?”

***

Si Tompel akhirnya dibawa untuk diinterogasi.

“Ada yang ingin dia sampaikan kepada Anda, Tuan.” Ucap ahjussi pemberontak pada Tuan Hwang.

“Ada apa?” Tanya Tuan Hwang.

“Aku tahu tempat persembunyian Baek Ga.” Ucap Si Tompel.

“Di mana dia?” Tanya Choi Kyung Sun.

“Jika kukatakan, maukah kamu mengampuniku?” tanya si tompel.

“Ya. Tentu saja.” Jawab Tuan Hwang.

“Dia berada di penginapan pedagang dekat pasar.”

****

Di dalam lumbung padi, Baek Yi Kang melihat ayahnya yang sudah sangat kelelahan dan kesakitan.

“Tolong aku…  kamu… kenapa kamu di sini?” Tanya Tuan Baek.

“Ayah…”

“Bagaimana dengan ujian negara? Seharusnya kamu ikut ujian!!!”

Bersambung lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *