Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 1- Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys.

Tuan Baek kembali kerumahnya dan para pelayan pun menyapanya. “Tuan,  aigoo Tuan, anda pasti menderita.”

“Beginilah hidup.” Ucap Tuan Baek.

Ibu Baek Yi Kang berkata. “Halo.”

“Kabarmu baik?” Tanya Tuan Baek.

“Kamu baik sekali kepada pelayanmu.” Ucap Nyonya. “Aigoo, sepertinya tubuh bagian bawahmu masih berfungsi.”

“Masih berfungsi dan bukan hanya itu. Berbaring seharian membuatku punya terlalu banyak energi. Seperti nunchaku.”

Nyonya kini bicara dengan anaknya, Baek Yi Hyun. “Kenapa kamu melakukan hal bodoh? Bagaimana ibu bisa hidup jika hal buruk menimpamu?”

“Itu sebabnya aku kembali dalam keadaan selamat.” Jawab Yi Hyun.

Yi Kang pun pulang dan bicara pada ibunya. “Bagaimana dengan tanganmu?”

“Aku baik-baik saja.” Jawab Yi Kang.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya Nyonya. “Bisa-bisanya kamu gagal menjaga tuanmu dan bahkan membahayakan Yi Hyun. Yi Hyun gagal ujian.”

Seorang pengawal kemudian membawa Nona Song.

“Tuan!!! Aku membawa Song Ja In.”

“Aku melarangmu bersikap kasar.” Ucap Tuan Baek.

***

Tuan Baek dan Nona Song pun bicara empat mata.

“Maaf karena tempatnya sederhana. Dahulu tidak begini.”

“Katakan alasanmu melakukan ini. Kamu akan selamat jika penjelasanmu masuk akal.” Ucap Nona Song.

“Astagaaa ini gawat. Semoga kamu menyukai penjelasanku.”

***

Kini giliran Yi Kang bertanya pada Yi Hyun. “Nona Song sudah tahu akan ada kerusuhan?”

“Dia memiliki sabal tongmun.”

***

Tuan Baek mengeluarkan sabal tongmun. “Andai kamu melaporkan ke pejabat daerah tepat waktu. Kerusuhan bisa dihindari.”

“Tampaknya anda ingin seenaknya menyalahkanku dan mendapatkan penghargaan. Tapi anda membuat kesalahan besar. Penyelidikan kerusuhan di sini untuk meredakan kerusuhan, jadi, sebaiknya anda berkunjung ke kantor pejabat daerah.”

“Apakah kamu tahu siapa pejabat penyelidikan? Dia kepala Jangheung.”

“Lee Young Tae?”

“Kamu akhirnya memahami situasi ini? Sebenarnya dia itu penyelidik kerusuhan atau malaikat maut?”

Yi Kang masuk dan berkata pada ayahnya. “Lepaskan saja dia. Dia menyelamatkan nyawa ayah.”

“Itu sebabnya ayah melakukan ini. Beras kita dicuri. Kamu gagal ujian, dan tubuh ayah bengkak-bengkak. Meski mencabik-cabikmu, ayah tetap tidak akan puas. Tapi ayaj melakukan ini karena kamu telah menyelamatkan ayah. Gunakan otakmu yang cerdas ini untuk mencari cara keluar dari ini.”

Nona Song akhirnya mengeluarkan sebuah kertas. “Ini janji tertulis yang kamu buat terkait kesepakatan menjual beras yang ada di toko seharga setengah harga pasar. Apakah itu cukup untuk memaafkanku?”

“Aku seharusnya mengantarkanmu keluar. Tapi keadaanku sedang kurang baik.” Keduanya pun merobek kertas di hadapan mereka.

***

Saat Nona Song keluar. Yi Kang berkata pada Nona Song. “kenapa kamu tidak melaporkannya kepada pejabat daerah?”

“Minggir.”

Yi Kang pun mengambil kalung salib pada Nona Song. Yi Kang berkata. “Kamu bukan anggota Donghak. Lantas kenapa membiarkan anggota Donghak melakukan ini?”

“Agar bajingan sepertimu mati.”

“Jangan sampai aku melihatmu lagi.” Ucap Yi Kang.

***

Yi Kang diobati oleh tabib. Di sampingnya sudah ada Ibu.

“Apakah dia akan baik-baik saja?”

“Tidak usah terlalu khawatir.” Jawab Tabib.

“Aku khawatir dia akan cacat.”

“Apa maksudmu? Pisaunya menusuk dari atas dan menembus ke bawah. Ototnya robek, jadi, tentu saja dia cacat. Kamu pikir dia punya tangan besi?”

“Kamu bilang aku tidak perlu khawatir.”

“Maksudku, dia tidak perlu memotong pergelangan tangannya.” Ucap tabib.

“Maksudmu, dia cacat?”

“Dia hanya tidak bisa menggunakan jari-jarinya. Itu tidak cukup dianggap cacat sekarang ini. Bukan begitu?” Yi Kang pun marah mendengat kata ini.

****

Nyonya yang mendengar kabar Yi Kang berkata. “Sang pria tidak bisa menggunakan jari-jarinya?”

“Astaga, dia tidak akan bisa melempar pisau lagi.” Ucap salah satu pegawai.

Nyonya berkata. “Tuan Baek, karena keadaannya sudah seperti ini, beri mereka uang dan suruh mereka pergi jauh. Dia bisa bertani bersama Yoo Wol.”

“Jika tidak bisa memegang pisau, pasti dia bisa memegang cangkul.” Jawab Tuan Baek.

“Bagaimana jika dia dendam dan mencelakai Yi Hyun?”

“Aigoo. Dia menghormati keluarganya.” Ucap salah satu pelayan.

“Kita tidak akan tahu. Para pengkhianat tidak akan memberi peringatan lebih dahulu.”

***

Keadaan berbalik, para pembelot akhirnya dibekuk para petugas. Orang-orang biasa yang tempo hari melakukan pemberontakkan rumahnya dibakar oleh petugas.

Petugas berkata. “Jika tahu keberadaan Jeon Bong Jun dan anak buahnya. Kalian harus memberi tahu pejabat daerah. Orang yang memberikan perlindungan atau merahasiakannya akan dibunuh.”

Yi Hyun pun melihat keadaan ini kemudian pergi,

***

Yi Hyun melihat perempuan yang membantunya tempo hari sedang duduk. “Nona Myung Shim.” Perempuan itu sedang menangis.

“Tuan Muda Baek.”

“Ada apa?”

***

Tuan Tompel mendatangi lelaki di dalam penjara. Tuan Baek menemui Hwang Seok Joo yang tempo hari ikut membelot dan ditangkap (doi bapaknya Myung Shim).

“Tuan Hwang… mari melakukan hal yang menguntungkan kita berdua. Aku tidak akan melupakan penyerangan terhadapku saat kerusuhan. Jadi, Tuan Hwang. Kamu juga harus melupakan bahwa aku memberitahukan keberadaan Baek Ga. Tapi, aku tahu kamu pria seperti apa. Pokoknya, aku pasti akan mengawasimu selama aku di sini.”

***

Adegan beralih ke kantor pejabat daerah Gobu.

Ada Tuan Baek di sana. “Kamu sungguh pria bertalenta. Bagaimana kamu bisa bertahan?” Tanya Tuan Baek pada tompel.

“Kawan… apa yang kamu pegang itu?” Tuan Baek memegang tongkat. “Dahulu kamu berkelilung di Gobu seakan-akan tempat ini halamanmu. Sulit dipercaya kini kamu memegang tongkat.”

“Kamu memanggilku apa? Kawan?”

“Aku akan memanggilmu kawan lagi. Memanggilmu Tuan terlalu kejam.” Tompel mendekat pada Tuan Baek dan langsung disingkirkan.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini kelanjutannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *