Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 2

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Terima kasih sudah mengikuti.

Beralih ke pihak penyidik kerusuhan.

“Aku sudah menjanjikan tidak akan ada pembalasan jika berhasil meredakan kerusuhannya.” Ucap pejabat pada pejabat lainnya.

“Seharusnya kamu tidak melakukan itu. Dalam menangani kerusuhan, akulah yang punya wewenang.”

Kemudian gubernur Gobu mengatakan. “Bisakah setidaknya kamu membebaskan Tuan Hwang? Orang bilang mungkin dia akan menjadi kepala Hyangcheong. Dia pasti aristokrat dengen reputasi tinggi di Gobu.”

Gubernur Gobu kemudian mendekat pada Si Tompel dan Tuan Baek. “Kalian lebih paham daripada aku. Jelaskan kepada dia.”

Tompel berkata. “Jika boleh bicara tentang Tuan Hwang, ….” Tuan Baek pun mengentikan bicara si tompel.

Tuan Baek berkata. “Kami hanya pendosa yang gagal mengentikan kerusuhan. Kami tidak berhak mengatakan apapun.”

Tuan Gubernur marah. “Kalian berdua mengesalkan sekali.”

Tuan Gubernur meyakinkan penyidik lagi. “Tuan, kamu harus membebaskan Tuan Hwang, dan menghukum anggota Donghak yang berhasil kami tangkap.”

“Cukup!!! Jika kubebaskan hanya karena dia aristokrat. Itu tidak akan menjadi contoh. Aku harus memberinya hukuman mati.”

“Hukuman mati??”

***

Kilas balik.

“Tolong pakai uangnya selagi kamu di Gobu.” Ucap Tuan Baek menyuap penyidik.

“Apa yang kamu inginkan?”

“ada yang ingin kusampaikan soal Hwang Seok Ju.” Ahhhhh ulah licik Tuan Baek lagi nih.

Kilas balik selesai.

***

Tuan Baek kini bicara dengan Tuan Hwang.

“Apa yang kamu inginkan?” Tanya Tuan Hwang.

“Saat Yi Hyun datang menyelamatkanku, kudengar Nona Myung Shim, membiarkannya bersembunyi di rumahnya selama beberapa hari. Aku tahu dia mungkin kasihan kepada Yi Hyun. Tapi tidak mungkin dia melakukannya hanya karena kasihan.”

“Diam!”

Tuan Baek memberikan kotak. “Ini adalah dokumen yang menyatakan takdir Yi Hyun *Semacam dokumen pernikahan. Aku yakin kamu tahu dia pria berkarakter baik. Dia bisa melakukan hal hebat jika terlahir di keluarga terhormat. Tapi dengan uang pun, aku tidak bisa mengubah asal usulnya. Mari menikahkan meraka dan menjadi besan.”

Kotak itu dibanting oleh Tuan Hwang. “Ini jawabanku.”

“Kamu tidak masalah meski pohon keluargamu berakhir? Istrimu sudah lama wafat, dan kamu hanya punya adikmu. Bayangkan apa yang akan terjadi pada pohon keluargamu jika hal buruk terjadi menimpamu.”

Tuan Hwang pun tertawa. “Lebih baik pohon keluargaku berkahir daripada aku harus berurusan denganmu.” Tuan Hwang pun pergi.

***

Yi Kang diobati lagi langannya.

Yi Kang bertanya. “Jujurlah kepadaku. Ini bisa disembunyikan atau tidak.”

Tabib tersenyum.

Dan kejadian langsung beralih pada Yi Kang yang mengamuk sambil berkata. “Semua dokter ini palsu.”

Ada Emak Yi Kang yang melihat anaknya marah dan berkata. “Sekalian saja kamu berkeliling dan sebarkan kabar bahwa kini kamu cacat.”

“Sebaiknya aku lakukan itu? Semua orang di Gobu akan senang mendengarnya.”

“Ayo pulang.”

“Biarkan aku minum sedikit lagi.” Yi Kang pun menenggak arak. “Ahhh para bedebah itu!!!” Yi kang mulai akan memukul.

Ibu mencegah. “Kamu mau apa?”

“Aku mengingat wajah mereka. Pria yang menginjak-injakku. Pria yang meludahiku. Pria yang menggantungku. Bahkan pria yang memukul ibu. Aku kan mengumpulkan mereka dan memberikan mereka pelajaran. Pulanglah Bu…”

Ibu malah menampar Yi Kang. “Aigooo. Hanya itu yang kamu ingat? Kamu tidak ingat pemimpin itu menyelamatkan nyawamu?”

“Dia tidak menyelamatkan nyawaku! Mungkin itu bagian dari rencananya!!!”

“Aigoo. Dasar bodoh. Dia membenci dosa-dosamu, tapi mengasihanimu sebagai manusia. Selama ini kamu hidup sebagai anjing tanpa nama. Dia tidak membunuhmu dengan harapan kamu akan hidup sebagai pria baik.”

Yi Kang malu para pengunjung kedai. Ia berkaca-kaca. “Apa ini tontonan bagi kalian?”

“Baiklah. Ibu tidak akan peduli lagi. Silakan saja hajar mereka jika itu yang ingin kamu lakukan. Yang terjadi di tanganmu bukan salah siapa-siapa. Itu semua salahmu!!!” Ibu pun teriak kemudian pergi.

Yi Kang pun menyeka air matanya. Sebenarnya, Yi Kang hatinya lembut banget, sama kayak Yi Hyun, hanya saja ayahnya begitu.

****

Yi Hyun pergi bersama Myung Shim. Ia berkata pada penjaga gerbang. “Aku putra Baek Ga. Izinkan aku masuk.”

“Penyidik kerushan melarangku mengizinkan siapa pun masuk.”

Myung Shim berkata. “Kami hanya ingin memberi makanan kepada seorang tahanan. Tolong berbaik hatilah.”

Pemandangan mengerikan terjadi. Para pemberontak yang ditangkap sedang disiksa. Yi Hyun dan Myung Shim hanya mendengar dari luar gerbang. Begitu banyak teriakkan.

Saat menunggu di luar. Tbtb Yi Kang datang dalam kondisi mabuk dan bicara begini. “Kamu tidak bekerja dengan banar. Suara nyamuk akan lebih keras dari erangan mereka. Haruskah aku yang melakukannya?”

Yi Hyun mendekat pada kakaknya. “Hyung nim….”

“Astaga. Tuan Muda Baek. Rupanya kamu. Tapi ada perlu apa kamu di tempat brutal seperti ini?”

“Tolong izinkan aku bertemu dengan Ayah.”

“Untuk apa? Agar kamu bisa memintanya memaafkan Hwang Seok Ju?”

“Tolong bantu aku.”

“Sadarlah.”

“Hyungnim….”

“Kubilang, sadarlah. Dia yang memimpin kerusuhan, bukan? Kini ayahmu harus berjalan menggunakan tongkat seumur hidup. Kamu tidak tahu?”

“Aku tahu. Aku juga tahu kakak tidak bisa lagi menggunakan tangan kakak. Tapi dia adalah guruku. Tolong bantu aku.” Yi Hyun pun menangis.

***

Yi Kang menemui Tuan Baek. “Tuan Muda Baek menunggu di depan gerbang bersama adik Hwang Seok Ju.” *wkwkwkw kukira anaknya yaaak ampun. “Sebaiknya Tuan menemui dia.”

“Kudengar kamu tidak bisa menggunakan tanganmu lagi. Bagaimana kamu akan bekerja sekarang? Jika seseorang tidak bisa bekerja, maka tidak bisa dianggap keluarga.” Anjirrr bapak macam apa ini!!!

“Apa yang akan Tuan lakukan jika aku tidak bisa bekerja lagi?”

“Kini kamu bahkan bisa membantah. Kamu sudah dewasa. Kini kamu bisa mengambil posisiku.”

“apa?”

Tuan Baek pun berdiri dengan tongkatnya. “Aku tidak bisa bekerja lagi dengan kondisi seperti ini.” Tuan Baek pun pergi.

***

Adik Hwang menemui kakanya. “Kakak, buka mata kakak.”

“Myung Shim…”

“Kakak tidak akan disiksa lagi besok. Mintalah ampunan. Memohonlah. Jika kakak mati, aku tidak akan bisa hidup.”

Sang kakak melemas. Sang adik menangis makin menjadi.

***

Di luar, Tuan Baek bicara dan memberikan surat pada Yi Hyun.

“Apa semua ini? Apa ini karena pernikahanku?” Tanya Yi Hyun.

“Kamu sudah cukup dewasa untuk menikah. Kalian cocok.”

“Aku tidak mau menjadi pion dalam permainan ayah.”

“Sebagai ayahmu, aku harus mengaturnya.”

“Bagaimana jika aku menolak? Lantas apa yang akan ayah lakukan kepada Tuan Hwang?”

“Astaga. Kenapa kamu mengatakan itu? Ayah menemukan istri yang bahkan tidak bisa diidamkan orang lain.”

“Aku bertanya apa yang ayah lakukan.”

“Ada lagi? Kamu mengenal ayah.”

“Seharusnya aku tidak menyelamatkan ayah.” Yi Hyun berkaca-kaca sambil tertawa getir. “Saat kabur dari Gobu bersama ayah. Hal ini terlintas dalam pikiranku. Jika aku menyelamatkan ayah hari ini, mungkin seseorang akan kehilangan ayahnya besok. Bagaimana? Bukankah aku pintar?”

“Tutup mulutmu!!!”

“Tadinya aku yakin ayah akan berubah. Karena orang bisa berubah.”

“Sejak kamu lahir. Ayah sudah menyerah untuk hidup sebagai manusia.” Tuan Baek pun pergi.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *