Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 3

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk yang mau tahu selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Terima kasih sudah sabar menanti.

Kini Tuan Baek sudah membawa selembar surat di depan kakaknya yang ada di dalam kurungan. Surat pernikahan.

“Aku tidak berharap diperlakukan sebagai besanmu dan aku tidak akan memamerkannya. Nona Myung Shim dan Yi Hyun, bisa hidup bahagia di Hanyang. Nantinya, putraku akan kujadikan pejabat pengadilan. Aku berjanji.” Tuan Baek pun memberikan surat itu. “Jadi tolong beri Yi Hyun sepasang sayap agar dia bisa terbang.”

***

Adegan beralih ke provinsi Jeonju.

Nona Song bicara dalam bahasa jepang pada seorang pria. “Anda perlu apa jauh-jauh dari pelabuhan terbuka?”

“Aku ingin meminta bantuan. Jika lancar, mungkin aku bisa menguarangi dendamu.”

“Terima kasih sudah datang ke sini. Bantuan apa?”

****

Nona Song pun bicara pada Choi Deok Ki dan Nona Song.

“Dia meminta kita mencari apa?” Tanya Tuan Song.

“Dia meminta kita mencari Jeon Bong Jun.” Jawab Choi.

“Si Nakamura itu sebenarnya mata-mata yang menyamar menjadi pedagang.”

“Nampaknya dia ingin Jeon Bong Jun memihak mereka. Sejak kudeta Gaspin tahun 1884. Joseon telah memasuki wilayah Qing.”

Nona Song berkata. “Aku yang akan mencarinya. Katakan saja bagaimana dan ke mana aku harus mencarinya.”

“Dia sudah menghilang selama satu bulan. Dia pergi ke pedalaman Gunung Giri atau ke tempat di utara. Bagaimana kamu bisa menemukannya?”

“Dia bukan pria bertekad lemah seperti itu.” Ucap Nona Song.

“Lupakan dia. Bagaimana dengan Baek Ga?” Tanya Tuan Song. “Kamu akan mengalah begitu saja?”

“Aku bisa apa? Anggaplah itu perjalanan  hidup bagiku.”

“Ide bagus. Dia berbesan dengan Hwang Seok Ju. Dia bukan pria yang bisa kamu tantang.”

“Besan?”

***

Tuan Hwang kini sudah bebas dan Yi Hyun bicara padanya.

“Jika anda menyesalinya. Aku tidak akan menyalahkan anda jika berubah pikiran.”

“Kamu ingin pria terhormat menarik janjinya?”

“Anda dipaksa. Itu bukan kekurangan.”

“Seorang pria tidak boleh mengunjungi rumah calon istrinya. Jangan datang kemari.”

***

Baek Yi Hyun dan Myung Shim bicara di luar.

“Apa kamu tidak keberatan menikah denganku?” Tanya Yi Hyun.

“Kepala keluarga sudah memutuskan, aku harus menurutinya.”

“Kamu bicara formal denganku?”

“Itu karena kamu akan menjadi suamiku.”

“Kamu dan kakakmu akan dikritik oleh keluarga dan orang-orang terpelajar. Kamu tidak keberatan?”

“Ulangi kata-kataku…. Nona. Cobalah… Nona Myung Shim.”

Yi Hyun gagap dan malah melihat sulaman Myung Shim. “Itu persik jepang. Itu akan cocok dikenakan kakakmu.”

“Kenapa kamu berpikir ini untuk dia?”

“Karena itu menyimbolkan prinsip seorang bangsawan.” Myung Shim meletakkkannya di baju Yi Hyun.

“Ini juga menyimbolkan kesetiaan seorang wanita.” Yaaaahhh emang saling naksir nih.

****

“Aku Baek Yi Kang.” Yi Kang memberi salam pada gubernur dan pejabat lain.

Tuan Baek berkata. “di rapat bulan depan, dia akan direkomendasikan untuk sebuah posisi. Aku mengajaknya untuk menyapamu.”

“Kita bisa bertemu saat rapat. Untuk apa datang kemari? Tatap aku.” Ucap gubernur.

Tuan Baek berkata lagi. “dia akan direkomendasikan saat rapat, tapi yang menyetujui pengangkatannya adalah hakim daerah. Tolong bantu dia.”

Gubernur melirik dan melihat perban Yi Kang yang disembunyikan.

***

Yi Kang didekati oleh Bambang. “Bos…”

“Ada apa?” Tanya Yi Kang.

“Chul Du ingin mengubah para anggota Donghak.”

Chul Du nampak memukuli warga.

Chul Du berkata. “Katakan. Jeon Bong Jun adalah anjing.”

Melihat kejadian ini. Yi Kang berkata. “Hentikan.”

Chul Du malah melihat Yi Kang. “Kukira siapa. Maaf.”

“Pulanglah. Kalian tidak mendengarku? Pulanglah.”

“Kenapa kamu melakukan itu?” Tanya Chul Du.

“Melakukan apa?”

“Kenapa kamu mengentikanku? Kita sering melakukan ini. Biasanya kamu yang paling bersemangat. Kamu ingin berubah karena akan menjadi pejabat daerah?”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Komentar sedikit…       

Episode kali ini rasanya cukup renyah yaaa… maksudnya bisa paham banget alurnya. Nggak rumit. Masih meraba-raba sih gimana ceritanya. So far, masih layak aja untuk diikuti.

Btw, aku kok kayaknya lagi lumayan males nulis sinopsis yaaa guys. Entah kenapa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *