Sinopsis The Nokdu Flower Episode 6 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 6 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih sudah membaca. Terima kasih sudah bersabar juga.

Baek Yi Kang sempat mencengkeram temannya namun langsung dilerai oleh bambang. Tidak ada perkelahian yang terjadi.

“astagaaa… suamimu sungguh bungkam. Jika ingin dibebaskan tanpa luka. Dia harus menyebutkan lima anggota Donghak. Dia tidak mau bicara.” Ucap si tompel pada ahjumma yang mau suaminya bebas.

Sementara itu di ruangan yang sama, ada Baek Yi Kang yang mengingat masa lalunya saat melemparkan pisau pada rakyat miskin yang dikenai pajak. Yi Kang begitu sadis memperlakukan orang lain.

Kembali ke tompel dan ahjumma.

“Aku akan membantu jika kamu bisa membawakan 5.000 nyang.”

“Apa? 5000 nyang?”

Karena tidak bisa membayar. Ahjumma pun diusir.

***

Ahjumma lainnya pun masuk.

“Andai semua ini menjadi milikku.” Ahjumma memberikan uang pada tompel. “Bagaimana persiapan pernikahan Yi Hyun? Apakah ada masalah? Apakah kamu menyumbat telingamu? Bagaimana persiapan pernikahan Yi Hyun?”

Ahjumma terdiam.

***

Ibu Yi Kang memberikan makan pada anaknya. Yi Kang berkata. “Aku hanya meminta nasi kepal. Ibu tidak mau bicara denganku lagi? Aku tahu perasaan Ibu, tapi aku bisa apa? Aku cacat dan tidak punya keterampilan. Untuk memberi makan keluarga dan membantu Yi Hyun sukses, aku harus meneruskan pekerjaan ayah. Belilah baju baru untuk dikenakan di acara pernikahan.” Yi kang melemparkan uang.

Ibu melemparkan uang itu kembali pada Yi Kang. Yi Kang mengingat bagaimana dia memperoleh uang itu dengan cara haram. Yi Kang pun melemparkan uang itu lagi.

Yi Kang mencoba makan dengan sumpit namun tidak bisa. Ia marah dan melemparkan sumpit. “Ibu ingin penyandang cacat mempermalukan dirinya sendiri? Kenapa ibu membuatku kesal?”

Yi Hyun pun datang. “Tuan Muda.”

Yi Hyun mengambil sumpit yang terjatuh. “Jelas kalian belum makan. Tuan Hwang sudah memilih tanggal pernikahan. Bergabunglah bersama untuk makan.”

“Bergabung dengan anda untuk makan malam?” Ibu bicara terbata-bata.

“Ya. Akan ada kue beras. Tidak akan ada sumpit terbang.”

***

Yi Kang dan Ibunya datang bergabung.

“Sedang apa kalian di sini?” Kata Noona.

“Kami datang untuk makan.” Ucap Yi Kang.

Tuan Baek berkata. “Aku sudah memberi izin.”

“Duduklah.” Ucap Yi Hyun.

“Apa katamu? Kamu sudah gila?” Tanya Noona melihat Ibu Yi Kang yang sudah duduk di samping Nyonya.

“Bisakah Noonim berhenti? Mau sampai kapan keluarga berselisih?”

“Siapa yang kamu sebut keluarga? Ibu, kenapa diam saja seperti orang bodoh?” Tanya Noona.

Nyonya menjawab. “Ini hari istimewa.”

“Astagaa… apa ibu begitu murah hati? Ibu sudah lupa penderitaan Ibu sebelum melahirkan Yi Hyun? Aku hanya diam menyaksikan dan hatiku hancur berkeping-keping!”

Nyonya marah. “Dan Ibu serasa minum seember lindi!!! Ibu tidak mengatakan apa-apa. Jadi, sebaiknya kamu juga.”

“Ya. Diamlah.” Ucap Kakak ipar.

Yi Kang menggenggam tangan ibunya.

“Kalian sudah selesai? Kalau begitu mari makan.” Ucap Tuan Baek yang mulai makan kue beras dan yang lainnya juga. Mereka makan dengan eskpresi menahan emosi. “Jangan bertengkar. Kini ini keluarga.”

***

Usai makan, Yi Kang dan Yi Hyun saling bicara.

“Keadaan akan membaik. Jangan terlalu khawatir.” Ucap Yi Hyun.

“Seringlah menghubungiku.”

“Hyungnim… kakak pasti berbeda dengan ayah.”

“Aku tumbuh besar memperhatikannya. Bagaimana mungkin kami berbeda?”

****

Pada suatu malam di keluarga miskin yang kepala keluarga masuk sel karena pemberontakkan. Di luar rumah mereka dilemparkan uang. Mereka senang karena mendapatkan uang.

Tak jauh dari mereka. Ada Yi Kang dan Yi Hyun. Kemudian mereka pun bergegas kembali pulang.

“Ada apa?” Tanya Yi Hyun.

“Aku terlalu malu melakukan ini.” Jawab Yi Kang.

“Dahulu aku seperti kakak. Tapi begitu memulai…”

“Tidak. Aku tidak mau. Hal seperti itu hanya boleh dilakukan oleh orang beradab sepertimu. Bukan untukku.”

“Kenapa Hyung nim begitu?”

“Tanya saja ke warga Gobu.”

“Aku mendengar Jeon Bong Jun bilang sang pria sudah mati.”

“Omong kosong macam apa itu?”

“Mungkin Jeon Bong Jun memang gila. Tapi dia penyelamat kakak.”

“Penyelamat apa yang membuat tanganmu cacat?”

“Sang Pria menggunakan tangan itu untuk menyerang orang. Kakak kesulitan memegang sumpit dengan tangan kiri. Itu adalah tangan Baek Yi Kang.”

“Aku tidak bisa mengalahkanmu dengan kata-kata. Ahh yaaa… aku lupa menyampaikan sesuatu. Selamat atas pernikahanmu.” Yi Kang memberikan tangannya.

“Kakak harus membawa kotak hadiah pernikahan.”

“Lihat dirimu. Andai kamu tidak menerima, aku pasti sudah membawanya kabur.”

Lanjut kebagian 2 ya. klik di sini episode selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *