Sinopsis The Nokdu Flower Episode 7 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 7 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Selamat membaca. Mian yaaaa sinopsisnya dibuat dengan amat sangat santai!!!!!

Yi Hyun baru saja datang ke rumahnya. Ia bertemu dengan Ibu Yi Kang. “Ada masalah apa?” Tanya Yi Hyun.

“Tuan Mudaaa…”

Bambang pun menjawab. “Bos menghajar Chul Du sampai babak belur.

Yi Kang bergegas masuk. Saat ia akan membuka pintu. Ia mendengar suara ayahnya yang berkata. “Apa yang akan kamu lakukan jika tidak menjadi pejabat daerah?”

Yi Kang menjawab. “Aku dan Ibuku akan pergi dari Gobu setelah Yi Hyun menikah.”

“Lalu lakukan apa?”

“Aku akan menjadi petani.”

“Tanpa hakim daerah?”

“Pasti ada.”

“Kamu pikir di sana tidak akan ada pejabat daerah atau pekerja kasar sepertimu?”

“Aku sudah bertekad. Jadi, tolong jangan biarkan Ibuku terus menjadi orang berkasta rendah.”

“Jadilah pejabat daerah. Itu takdirmu.”

“Ayah… kumohon… kumohon biarkan aku pergi. Aku bisa menjaga ibuku.”

“Baiklah. Silakan.”

Yi Kang pun keluar. Di luar sudah ada Ibu dan Yi Hyun.

“Kenapa ibu menatapku?”

“Berandalan sialan.”

“Astaga Ibu membuatku gila. Ada apa? Aku menuruti perintah Ibu.” Ibu pun memeluk anaknya. Yi Hyun tersenyum kemudian pergi.

“Mulai sekarang, kita akan menghadapi banyak kesulitan.”

“Begitulah hidup.”

“Kita juga akan sering kelaparan.”

“Sekarat adalah hal terburuk yang bisa menimpa kita.”

“Tidak akan ada yang mati. Kita tidak akan mati. Percayalah kepadaku.”

****

Yi Hyun memberikan Yi Kang sarung tangan. “Aku pikir kamu membelikan ini di jeonju.”

“Itu bukan sesuatu yang bisa dibeli di Jeonju. Bahkan di jepang, itu dianggap barang mewah untuk pejabat tinggi.”

“Astagaaa…. sungguh?”

***

Nona Song dan Deok Ki pun sedang…. apaaa yaaahhh nggak tahu. Wkwkwk. Yang jelas baju mereka beda nggak kayak biasa.

“Kukira itu untuk Gubernur.” Ucap Deok Ki.

“Aku bisa membelinya lagi.” Eeeeeh cieeee sarung tangannya dari Nona Song.

“Kenapa kamu begitu baik kepada Sang Pria? Kalian dekat atau apa?”

Nona Song malah mengingat saat Yi Kang berkata jangan sampai ia melihat Nona Song lagi. Ehhh Nona Song malah tersenyum. “Bisa dibilang begitu.”

“Omong kosong.” Ucap Deok Ki.

“Berdirilah. Kita akan pergi ke Mujang Hyun.”

“Kenapa?”

“Kamu ingat buku besar pajak pasar yang kita curi dari penginapan ayahku?”

“Ada apa dengan itu?”

“Pajak Pasar di Mujang Hyun telah meningkat drastis. Berarti ada peningkatan populasi.”

“Maksudmu, Jeon Bong Jun mungkin bersembunyi di sana?”

“Mungkin saja.”

“Aku mau bertanya.”

“Silakan.”

“Apakah kamu menyukai Sang Pria?” wkwkwkkwwk

“Dasar!!!!! TIDAK!!!!”

“Sarung tangan itu sangat mahal.”

“Aku tidak menyukainya. Kenapa kamu menanyakan itu?”

****

Yi Hwa biacara dengan Ibunya saat makan. “Apa dia gila? Orang-orang sangat ingin menjadi pejabat daerah, kenapa dia menolak?”

“Bahkan anjing menolak makan jika dipaksa. Tuan Baek, biarkan Hong Ga mengambil alih sebelum Sang Pria berubah pikiran. Hong Ga begitu setia kepada kita sejak kamu mulai menulis dokumen sebagai proksi sampai bisnismu berkembang seperti sekarang. Suruh saja dia memberikan setengah kekayaannya.”

Tbtb ada Si Tompel masuk. “Tuan Baek. Apakah anda ingin menemuiku?”

“Ikutlah denganku.”

Jujur aja. Saya sedih lho lihat mereka makan. Perempuan makannya di bawah. Sedangkan lelaki makan dan duduk di meja. Untunglah saya nggak hidup di masa itu kali ya?

***

Tuan Baek bicara empat mata dengan tamunya.

“Yi Kang menolak mengambil alih posisiku.”

“Apa? Lantas siapa yang akan menggantikannya?”

“Dengarkan aku baik-baik.” Mereka berdua berbisik. Yi Hyun mencoba mencuri dengar namun gagal. Sedangkan si tompel kaget mendengar bisikan Tuan Baek.

***

Yi Hyun mencoba menjadi Yi Kang.

“Di mana Hyung nim? Apa dia sudah pergi?” Tanya Yi Hyun pada Ibu Yi Kang.

“Ya. Dia pergi tadi pagi mencari obat untuk Chul Du.”

***

Yi Kang memberikan obat untuk Chul Du. “Ambil ini.”

Bambang berkata. “Ambil saja. Bos bangun pagi demi membelikan ini untukmu.”

“Bagaimana cideramu?” Tanya Yi Kang. Eeehhh Chul Du malah nyelonong pergi.

Sampailah mereka pada Si Tompel yang sedang menyiksa pemberontak.

“Aku bertanya padamu siapa anggota Donghak?” Tanya Si Tompel.

Tanpa babibu. Pria itu menjawab. “Yoo Wol.” Itu emaknya Yi Kang.

“Siapa?”

“Yoo Wol. Ibu dari sang pria.”

Bambang pun kaget. “Apa dia bilang?”

Aaahhh permainan Tuan Baek lagi.

****

Tuan Baek berjalan di ruangannya. “Ruangan ini bagaikan surga. Kenapa kamu ingin pergi?”

Yi Kang pun sudah ada di hadapannya dan bertanya. “Apa yang anda lakukan?”

“Penyidik pemberontakan yang pergi menangkap Jeon Bong Jun tidak membuat kemajuan. Jadi, saat kembali, dia akan sangat marah. Berarti kamu harus membayarkan sejumlah besar uang untuk membebaskan Yoo Wol dari penjara. Tapi satu-satunya lumbung berasku dibakar. Jadi, kamu harus membebaskan dia sendiri.”

“Berhenti bercanda. Ini tidak lucu.”

“Apakah kamu pernah melihatku bercanda?”

“Batalkan semua perbuatan anda sebelum aku marah.”

“Kesaksiannya didengarkan oleh banyak orang. Sudah terlambat. Kamu bilang bisa menjaga Ibumu. Maka tunjukkan kamu bisa membebaskan dia dari penjara.”

“Ayah!!!! Teganya. Teganya ayah melakukan ini!!!”

“Karena aku ayahmu.”

“Apa?”

“Jika mau bertahan di dunia yang kejam ini,  jangan salah menganggap rasa percaya diri sebagai kekuatan. Ini adalah jalan pintas menuju kematian.”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *