Sinopsis The Nokdu Flower Episode 7 Part 2

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 7 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa guys. Terima kasih sudah membaca dan menanti updatean di besokpagi.com.

Si Tompel menemui Tuan Baek. “Jangan kasar kepada Yoo Wol. Penjarakan saja dia.” Ucap Tuan Baek.

“Yoo Wol tidak ada di rumah.”

“Apa?”

***

Yoo Wol sudah dibawa oleh Baek Yi Hyun untuk kabur. Karena Yi Hyun sudah membaca taktik busuk ayahnya.

“Aku anggota Donghak? Ada apa ini?” Tanya Yoo Wol.

“Kita harus pergi dari kota ini dahulu.”

“Tidak. Bagaimana jika Anda terlibat masalah karena ini?”

“Jangan cemas, kita akan pergi ke tempat aman.”

Saat itu Yi Hyun memberikan pesan pada anak kecil.

***

Anak kecil itu memberikan pesan kembali pada Yi Kang dan Bambang.

“Datanglah ke tempat kita minum bersama untuk kali pertama. Begitu katanya.”

Kilas balik. Di sebuah kuil seonun.

“Kurasa kamu makin tahan minum sejak datang kemari untuk belajar.” Ucap Yi Kang pada Yi Hyun yang memberikannya kendi.

“Itu obat karena kubuat dengan rasberi.”

“Apa??? Bukan main. Ini gawat. Kamu tampan dan tahan minum.”

Kilas balik berakhir.

****

Bambang bicara pada Yi Kang. “Aku akan mencarikan kuda. Segeralah pergi ke sana.”

“Tidak sebelum aku membersihkan nama ibuku. Aku tidak bisa membiarkan dia hidup sebagai dosa selamanya.”

***

Yi Kang pun mendatangi gubuk orang yang memfitnah ibunya. Saat itu Yi Kang diikuti oleh Chul Du.

“Kamu menjebak orang tidak bersalah. Bisa-bisanya kamu tidur. Bangunlah.”

Yi Kang membangunkannya dan ternyata lelaki itu sudah menjadi mayat karena ada pisau tertancap di dadanya.

Saat Yi Kang keluar. Chul Du dengan pisaunya tbtb menikam Yi Kang.

“Orang akan berpikir kamu membunuh berandal itu. Aku hendak memuaskan diri dengan menjebakmu. Tapi sayang sekali.”

“Chul Du yaaa….”

“Syukurlah kamu di sini. Mari kita akhiri.” Chul Du memukul Yi Kang dua kali dengan batu. “Sang Pria. Aku akan mengatakan kamu tewas selagi melawan pria yang mengadukan ibumu. Serta berandal itu menusuk dadamu.”

Terjadi serangan kembali. Yi Kang pun menusuk Chul Du dengan pisau yang tadinya ia simpan dan diambil dari mayat yang ada di dalam gubuk.

Yi Kang pun pergi.

***

Kini yang meninggal ditemukan ada dua orang. Satu si pemfitnah dan Chul Du.

“Menurut pekerja kasar bernama bambang. Baek Yi Kang pergi ke sana tadi sore.” Ucap tompel pada gubernur dan Baek Ga.

Gubernur berkata. “Bagaimana dengan pekerja kasar yang tewas itu?”

“Bagian itu yang agak aneh. Tapi katanya dia dihajar oleh Baek Yi Kang.”

Baek Ga mengatakan. “Tuan, dia memang kasar. Tapi tidak akan membunuh orang. Di luar dingin. Bagaimana jika anda masuk?”

Namun gubernur mengatakan. “Tompel!!! Laporkan kasus ini ke kantor Gubernur Jeolla dan hapus nama Baek Yi Kang dari daftar pejabat. Tangkap dia!!!!”

***

“Aku selalu berterima kasih kepadamu, Tuan Hwang.” Ucap Tompel pada Tuan Hwang yang menutupi kebusukkannya.

“Ada perlu apa kemari?”

“Aku ingin menyampaikan kabar soal besan anda. Sang Pria membunuh orang.”

“Apa?”

“Dia ribut-ribut dan bilang ingin membersihkan nama ibunya dan malah membunuh dua pria.”

“Membersihkan nama ibunya?”

“Entah apa yang merasukinya. Tapi dia menolak menjadi pejabat daerah. Baek Ga menjebak Yoo Wol sebagai anggota Donghak agar sang pria sadar. Baek Ga sungguh jahat. Anda masih ingin melanjutkan pernikahan?”

“kembalilah. aku akan mendengarkan detailnya dari Yi Hyun.”

“Yi Hyun? Dia kabur bersama Yoo Wol.”

***

Pada malam hari Yoo Wol berbicara dengan Yi Hyun.

“Apakah karena keadaan kita sulit? Banyak orang datang untuk berdoa.” Tanya Yoo Wol.

“Mereka anggota donghak yang melarikan diri. Beberapa mereka mungkin dijebak seperti bibi.”

“Omong-omong, sebaiknya anda kembali ke Gobu sekarang. Orang-orang mungkin mencemaskan anda.”

“Bibi bahkan tidak marah? Aku marah sekali sampai rasanya mau gila.”

“Mungkin aku tidak ada bedanya dengan anggota donghak. Mungkin aku memang bodoh. Tapi terlepas dari kastanya. Aku tahu bahwa donghak mementingkan orang-orang. Karena itulah, aku sering berdoa saat subuh.”

“Bibi mendoakan apa? Agar Yi Kang hidup dengan baik di dunia tanpa pemisahan kasta tinggi dan rendah.” *doaaaa ini semoga dikabulakan aamiin.

***

Dengan dada terluka pisau. Yi Kang pada malam hari melewati hutan belantara.

***

Esoknya. Kita balik ke petualangan Nona Song dan Deok Ki.

“Apa gunanya ada banyak warga dan mengumpulkan banyak pajak? Jeon Bong Jun tidak bisa ditemukan.”

“Makan saja makananmu.”

“Kita sudah mendatangi rumah banyak orang. Jadi mari kembali ke jeonju.”

“Bersabarlah. Kita harus menemukan Jeon Bong Jun agar Nakamura membatalkan penalti kita.”

“Nona Song… Di dekat sini ada kuil Seonun. Anggur rasberi di sana enak. Mari kita coba.”

“Mungkin bepergian dengan bayi jauh lebih baik daripada denganmu.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *