Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 1)

Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 1) – Ini yang musim kedua yaa guys, yang tahun 2021. Adegan dimulai dari sebuah festival ke 25 Cheong A. Para penyanyi klasik menyanyikan lagu dan penonton bertepuk tangan. Kemudian sosok Cheon Seo Jin mulai berpidato. “Puncak dari festival seni Cheong A ke 28, penerima Gelar Utama diberikan kepada penyanyi yang memiliki suara terindah adalah… kelas 12 SMA Seni Cheong A.”

Kemudian ada suara teriakkan. Seorang perempuan jatuh dari tangga luar. Ia memakai gaun putih. Orang-orang keluar gedung dan kaget.

Link lengkapnya di sini.

****

Empat bulan sebelumnya di NewYork.

Cheon Seo Jin mulai menyanyi. Dia menyanyi di beberapa kesempatan *diperlihatkan dari gaunnya yang berubah-ubah. Hitam, merah, dan biru oskadon.

Sorak sorai penonton terdengar.

Ia turun minum dan bersulang. “Terima kasih sudah datang. Orang korea-amerika di sini memilih Anda sebagai orang yang ingin mereka temui, Direktur Cheon. Kamu tahu bahwa istriku adalah penggemar beratmu juga, kan?”

“Aku merasa terhormat.” Ucap Cheon. “Anda sangat menakjubkan, Bu.”

“Kamu tidak tahu seberapa keras organisasi kami bekerja untukmu.” Ucap si ibu. “Kami menarik setiap kesempatan yang kami bisa lakukan. Mengapa ketua Joo tidak ikut denganmu?”

“Ahh dia ada sesuatu yang penting. Dia sangat sedih karena tidak bisa ikut denganku.” Jawab Cheon.

“Kami memesan kamar terbaik di hotel ini. karena kami pikir anda ikut dengannya. Aku dengar kalian segera bertunangan.”

Yang lain pun langsung mengangkat gelas. Pertanda ikut senang.

Cheon mendapatkan panggilan telepon. “Ini dia orangnya. Aku kira dia penasaran apa yang sedang terjadi.” Ucap Cheon. “Permisi…”

***

Tuan Joo Dan Tae berkata. “Aku seharusnya pergi kesana untuk melihat penampilan indahmu. Sayang sekali.”

“Aku tahu, seharusnya kamu mengambil cuti untukku. Aku luar biasa hari ini.”

“Ini untuk pusat seni Cheong A, yang sama pentingnya. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.” Dante nampak sibuk mempersiapkan gedung pertunjukkan. “Tapi kamu tahu bahwa aku selalu memikirkanmu, bukan?”

“Bagaimana konstruksinya?”

“Kamu akan menyukainya. Aku akan membangun gedung opera yang sempurna. Hanya untukmu. Apa yang kamu lakukan selanjutnya?”

“Aku sangat lelah sehingga aku mungkin akan pingsan.” Ucap Cheon. “Aku terbang kembali pada penerbangan pertama kembali ke korea.”

“Baik. Sampai jumpa di rumah. Kamu pasti gugup dengan penampilanmu. Minum sedikit bukanlah ide buruk untuk malam seperti ini. sarangeee…”

“Nado sarangee.”

****

Cheon Seo Jin naik ke tangga. Dia nampak agak mabuk dan menjatuhkan barang. Ia juga akan jatuh. Kemudian pria dengan setelan jas memeganginya.

“Siapa?”

“Lama tidak bertemu.” Ucap Ha Yeon Cheol.

“Kamu… apa yang membuatmu kemari?”

“Aku punya urusan yang harus diurus di NY. Apa kamu tampil? Aku kira kamu tinggal di sini.”

“Ohh.. kamu terlihat baik. Aneh sekali melihatmu di sini. Sudah berapa lama?”

“Sekitar 2 tahun. Pergilah. Kamu mabuk.” Kemudian sang mantan pun pergi. Baru beberapa langkah. Cheon bertanya.

“Apakah kamu masih sendiri?”

Sang mantan mendekat kembali. “Apa kamu ingin aku mengantarku ke kamarmu?”

****

Akhirnya diantar. Digendong pun.

Dibantu melepaskan sepatu.

Dan emang nih cewek penggoda pada dasarnya. Si mantan ditarik dan ada kisseu tuh. Cheon awalnya agak berubah pikiran. Tapi si mantan seperti sudah on. Jadi mereka lanjut wikwik.

****

Dante di bar dengan dua perempuan. Seorang pria membisikkinya.

****

Cheon Seo Jin mandi dan segera berkemas untuk pergi. Ia meninggalkan Ha Yoon Cheol tanpa berpamitan.

Ha tahu mantannya sudah pergi. Ia sempat terbangun. Tapi saat ia akan pergi juga. beberapa orang datang dan langsung memukulnya tepat di kepala. Kemudian Ha pun diculik.

Setelahnya, malah digebukki. Orang-orang ini adalah suruhan Joo Dante. Mereka bahkan tega membuang Ha di air.

****

“Kerja bagus. Pastikan tidak ada masalah apapun nanti,” Ucap Joo Dante di telepon. “Ha Yoon Cheol. Kenapa kamu melakukan itu?”

****

Cheon sudah pulang. Ia menyapa sang putri. “Eun Byul Ah… apakah kamu sudah pergi ke sekolah. Ini bahkan belum jam 7 pagi.”

“Apa kamu lupa? Ujian prakteknya besok. Aku harus mampir ke studio sebelum sekolah.”

“Aku bergegas pulang untuk sarapan denganmu. Penampilan Omma… di NY…”

“Aku yakin bagus. Ceritakan nanti.”

Kemudian Eun Byul pergi.

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Previous Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!