Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 2)

Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 2)Episode sebelumnya di sini. Untuk selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaa.

Pesan dari Joo Dante muncul di ponsel Cheon Seo Jin. “Apa kamu sudah datang? Datanglah untuk sarapan. Aku tunggu.”

Masih dengan wajah gembira. Cheon membuka kotak hadiah. Tapi setelah dilihat. Itu adalah fotonya yang diberi pita hitam. Kemudian di belakangnya bertuliskan. Mati saja.” ia geram kembali.

****

Membawa kotak sambil marah Cheon datang ke Dante. “Ini datang lagi! Dia sudah keterlaluan. Terlalu sakit untuk dibicarakan. Aku yakin ini Oh Yoon Hee. Dia satu-satunya… siapa lagi yang akan melakukan ini.”

“Tenang. Mungkin bukan dia. Banyak orang yang iri padamu.”

“Tahukah kamu sudah berapa kali ini terjadi? Mereka tidak bisa mengambil resiko ini kecuali untuk balas dendam. Aku merasa seperti sedang diawasi juga. kamu juga tahu. Selama Oh Yoon Hee masih hidup, kita tidak sepenuhnya bebas.”

“Oh Yoon Hee sudah hilang lebih dari satu tahun lalu. Dia masih belum tertangkap. Dia juga meninggal… saat berlari atau bersembunyi.”

“Aku tidak percaya. Sampai mereka menemukan tubuhnya. Apakah kamu terus mengawasi putri Oh Yoon Hee?”

“Dia putri pembunuh dan buronan. Polisi mengawasinya 24 jam sehari. Dan aku menempatkan orang pada tempatnya. Jangan khawatir. Jika dia tidak bisa datang untuk melihat satu-satunya putrinya, dia pasti sudah mati.”

“Tapi…”

“Stres buruk untukmu. Akhir-akhir ini kamu selalu gelisah.”

“Apa ini? apa kamu memasak sendiri?”

“Aku sangat merindukanmu. Kamu sangat terlihat cantik hari ini.”

“Gumawo.”

“Bagaimana pestanya? Apakah kamu mabuk? Apa terjadi sesuatu?”

“Tidak. Aku minum cukup banyak untuk mendapatkan kesenangan.”

****

Ada orang-orang demo.

“Kebijakan real estat yang membuat non pemilik rumah putus asa. Harus dieliminasi.”

“Harus dihilangkan…. dihilangkan….”

“Menteri yang memiliki banyak rumah harus bertobat. Mundur dari menteri!!!! Pada hari kelima aku mogok makan. Satu warga negara memberikan syal ini padaku. Impian seumur hidupnya adalah memiliki rumahnya sendiri. aku anggota dewan Lee Kyu Jin. Akan mewujudkan impianmu!”

Yang lain bertepuk tangan.

Lee Kyu Jin berlanjut dengan dramanya. Menyanyi sambil menangis. Kemudian membuat keributan dengan pingsan. Istrinya berteriak.

Ia dibawa masuk ke dalam tenda. Ternyata hanya pencitraan. Di dalam tenda sudah dipenuhi oleh jamuan makanan yang banyak.

“Berapa lama aku harus mogok makan bodoh ini? dingin sekali. Aku akan sakit. Ini sangat menyakitkan.”

“Aktingmu sangat luar biasa hari ini. karena kamu pingsan, kami dapat mengakhiri acara secara alami.”

“Jika kita melonggarkan batasan dan membiarkan apartemen naik dan membuat bank memberikan pinjaman dengan mudah. Itu akan menyelesaikan segalanya.” Kepada asistennya, Lee berkata. “Kamu membuatku melakukan hal sampah ini dengan sengaja, bukan? untuk membuatku menderita.”

“Bukan itu. itu untuk menebus kesalahanmu… selama inspeksi.”

“Aku kira kamu tidak pernah membuat kesalahan. Aku rasa tidak. Maka kamu harus menjadi anggota dewan. Yak!!!!”

“Hentikan.” Ucap sang istri. “Dia sudah berusaha keras. lihatlah dia.”

“Dia tidak menghormatiku karena ini semester pertamaku. Aku memiliki aset terbesar kelima di antara anggota dewan. Tahukah kamu… seberapa sulit untuk menabung sebanyak itu sambil menutup hidup dengan integritas?”

Istri Lee melihat tablet. “Yeobo.. cukup lihat ini. ada sebuah artikel. Pimpinan Joo dan Cheon Seo Jin akan bertunangan.”

“Mereka menikah lagi setelah selingkuh dari pasangan satu sama lain. mengapa mereka mengumumkan pertunangan mereka sekarang… seperti itu cinta abad ini?”

Asistennya menjelaskan. “Yayasan Cheong A dan J King Holdings bergabung. Jadi, saham mereka melonjak hari ini.”

Istri Lee kepusingan. “Hei… apakah aku atau kamu mengatakan untuk tidak membeli saham itu? bagaimana mungkin seorang anggota dewan tidak mengetahui hal itu?”

Lee malah marah ke asistennya. “Aku menyuruhmu memberitahuku. Apakah kamu membeli sahamnya?”

“Ya.”

“Kamu aneh sekali. Kamu bukan siapa-siapa. Aku yang memberimu pekerjaan. Enyahlah dan keluar.” Pak Lee menendang asistennya.

***

Eun Byul datang ke kelas. Yang lainnya nampak menjadi jongos suka rela. Eun Byul mendapatkan macam-macam hadiah dari temannya.

Eun Byul diminta berteman dengan mereka. Tapi Eun Byul menghindar dan mengatakan kalau dirinya sibuk.

****

Dua anak Joo Dante datang ke sekolah. Anak-anak di sekolah sudah tahu kabar Joo Dante yang bertunangan.

“Daebak. Ini berita utama. Seok Kyung, bagaimana rasanya menjadi saudara perempuan dari Eun Byul? Siapa yang akan menjadi kakak perempuan?”

“Siapa yang bilang kita bersaudara!!! Itu menjijikan!”

“Apa yang menjijikan tentang itu?” Eun Byul pun datang. “Apakah kamu sangat membenci keluargaku? Aku tidak bisa lebih bahagia menjadi saudara perempuanmu. Aku sangat menantikannya.”

“Apakah dia sudah gila?” Ucap Joo Seok Kyung.

“Tenanglah.” Abangnya mencoba menenangkan.

klik di sini untuk bagian 3 di sini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!