Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 4)

Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1 (Part 4)Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini, selengkapnya untuk cari tahu bisa dicari di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa….

Ahjumma pembantu pulang. Ia mengingat Tuannya selingkuh dengan Seo Jin. Dia juga yang memberikan ancaman-ancaman untuk Seo Jin. Ia bahkan melakukan santet. Wkwkwkkw gila emang drama ini.

“Jauhi dia. Joo Dante adalah laki-lakiku. Aku tidak akan membiarkan siapapun membawanya.”

Kemudian Seo Jin datang. “Nona Yang….”

“Kenapa kamu ada di sini…”

“Ah sungguh. Aku pikir sepatu kets putih tampak akrab. Itu memang kamu. Apakah kamu bisa mengutukku dengan mainan? Apakah Ketua bisa menjadi milikmu dengan itu?”

“Maafkan aku Direktur. Tolong jangan beri tahu Ketua jika aku yang melakukan ini. aku tidak bisa hidup tanpa Ketua.”

“Kami tidak punya waktu untuk diganggu dengan orang sepertimu. Keluar saja dari rumah ini sekarang.”

“aku tidak bisa pergi. Jika aku harus mati, aku akan mati di rumah ini. tidak seorangpun kecuali ketua yang bisa menyingkirkanku.”

Ditamparlah. “begitu aku menikah dengan ketua. Aku akan memiliki rumah. Ini akan menjadi hakku untuk menyingkirkanmu.”

“Yang harusnya pergi itu kamu Seo Jin.” Udah kayak kesurupan Park Il Do tuh. “Aku tinggal dengan ketua selama 20 tahun. Cara ketua menatapku, nafasnya, seluruh rambutnya… aku ingat semua. Aku bisa mati untuk pria ini. Joo Dante adalah milikku.”

Dante pun datang. “Yaaa ampun. Kamu belum memperbaiki kebiasaan itu.? aku membiarkanmu karena kamu melakukan banyak hal. Tapi aku memastikan untuk memperbaiki kebiasaan gilamu hari ini.”

“Aku mencintaimu sampai mati, ketua.!!!”

“singkirkan dia.” Ucap Dante pada pengawalnya. “Aku merasa sedih katena aku tidak dapat menikmati masakan ikan pedas punya Nona Yang.”

“Joo Dante. Kamu sangat pintar. Apakah tim humas mempublikasikan berita pertunangan?”

“Kenapa? Ada yang salah?”

“Bahwa aku akan menjadi CEO setelah perusahaan bergabung.”

“Maksudmu apa?”

“Saat Grup Cheong A dibuat, kamu akan jadi CEO. Aku pikir aku akan sibuk, menjadikan Cheong A Art Cneter sebagai teater opera kelas dunia…”

“Aku akan meminta perbaikan kalau begitu. Apa yang akan kamu lakukan malam ini?” tanya Dante.

“Mengapa?”

“Penasaran.”

****

Lee datang ke kantor Dante.

“Kamu tidak dapat memanggil pegawai negeri sesukamu seperti ini.” Ucap Lee.

“Apakah kamu lupa siapa yang memberimu lencana itu? setelah suara darimu berasal dariku. Kamu tahu betul.”

“Harga properti istana Hera menjadi debu, terima kasih atas kematian istrimu. Dan akulah yang menarik harganya kembali. Ingat itu? jika aku tidak menjadi anggota dewan, istana Hera tidak akan mendapatkan harganya kembali. Menjadi 150.000 dolar per 3,3 m persegi.”

“Bukankah itu berkat pengumuman Seo Jin membangin pusat medis Cheong A kedua di samsaeong dong?”

“Benar. Tapi bukankah bisnis berjalan terlalu baik? Jujur saja, terima kasih untuk Shim. Kekayaanmu kini berlipat ganda.”

“Aku kira keberuntungan mengikuti ketika kamu orang yang benar.”

“Langsung saja. ada apa?” tanya Lee.

“Ini sangat penting.”

****

Dan ada Nona Yang nampak babak belur dibawa masuk ke dalam rumahnya. Dibawa oleh segerombolan pria.

***

Seo Jin mendapatkan kejutan dari teman-teman dajjalnya.

Kemudian ada ucapan lamaran.

“Aku merasa seperti akhirnya menemukan belahan jiwaku.” Ucap Dante. “Aku ingin mendedikasikan hidupmu untukku. Sarange.”

“Apakah kamu meminta anggota dewan untuk membantu melamarku?” tanya Seo Jin.

“Ya persis.” Ucap Lee.

Akhirnya cincin akan dipakaikan ke jari Seo Jin.

Tapi tbtb polisi datang menangkap Dante atas dugaan membunuh istrinya sendiri.

“apa yang kamu lakukan? Mengapa aku membunuh istriku sendiri?”

“Silakan ikut kami.”

****

Detektif berkata di kantor polisi. “Ketua Joo adalah orang dibalik pembunuhan Shim Su Ryeon.”

“Siapa yang membuat laporan tidak masuk akal itu?” teriak Seo Jin.

“Saksi pertama, dan pembantu dari Ketua Joo. Yang Mi Ok.”

Dante tertawa. “Yang Mi Ok? Kamu membawaku jauh-jauh ke sini hanya dengan laporannya? Kamu siap menghadapi konsekuensinya bukan?”

“Aku tidak tahan dengan investigasi yang tidak manusiawi ini.” Ucap Seo Jin. “Kamu pasti akan menanggung akibatnya.”

“Dimana Yang Mi Ok sekarang? Kami meminta penyelidikan silang.”

“Nona Yang telah meninggal. Nona Yang ditemukan 1 jam lalu. Kami yakin dia meracuni dirinya sampai mati.”

Ada surat. “Aku mencintai Joo Dante seumur hidupku. Jika tidak bisa memilikinya. Aku akan menghancurkannya. Dengan begitu, tidak ada yang bisa memilikinya. Joo Dante membunuh Shim Su Ryeon. Aku minta maaf pada Oh Yoon Hee.”

***

Dante rapat.

“Nona Yang. Mengatakan kamu pembunuhnya.”

“Apa?”

“Dia juga meminta maaf pada Oh Yoon Hee. Kedengar dia punya dendam padamu.”

“Aku tidak percaya ini. Nona Yang tidak punya nyali untuk menghancurkanku. Semua ini direncanakan Oh Yoon Hee. Aku yakin Oh Yoon Hee membunuh Nona Yang. Pastikan lakukan otopsi dengan cepat…..”

“Tunggu…” Ucap Seo Jin kaget. Di jendela. Mereka melihat ada Oh Yoon Hee.

“Oh Yoon Hee?”

“Kenapa Oh Yoon Hee ada di sini?” Seo Jin pun histeris.

klik di sini kelanjutannya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!