Sinopsis The World of the Married Episode 1 Part 2

Sinopsis The World of the Married Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya di sini, selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian semua yang sudah mengikuti yaaa..

Sun Woo sampai di tempat kerjanya. Ternyata dia adalah seorang direktur dari sebuah rumah sakit.

“Aku melihat ada mobil polisi di luar.” Ucap Sun Woo pada salah satu dokter.

“Kita dapat masalah.”

“Masalah?”

“Dr. Ma mencekik seseorang di sebuah bar.”

***

Sun Woo masuk ke ruangan dan melihat dokter Ma yang masih teler beserta beberapa polisi.

“Apa yang sedang terjadi?” Tanya Sun Woo.

“Tadi malam seorang pria pingsan di bar dan masih tidak sadarkan diri. Menurut saksi, Ma Kang Suk masuk ambulance bersamanya dan mencekiknya.”

“Apakah dokter Ma memberikan pertolongan pertama?”

“Itu yang dia lakukan, tapi keluarga korban bersikeras kalau dia mabuk melukainya. Mereka mengancam akan mengajukan tuntutan. Jika kamu mempekerjakan seorang dokter yang mentalnya tidak stabil sebagai dokter, mereka akan meminta pertanggung jawaban rumah sakit.”

Dokter Kong (sudah senior) berkata. “Itu konyol. Kenapa rumah sakit harus disalahkan karena masalah pribadi?”

“Apa aku boleh melihat catatan paramedis?” tanya Sun Woo. Sun Woo pun membacanya. “Dia memberikan CPR, tapi masih belum ada denyut nadi, jadi dia menggunakan cara lain. Apa kamu menggunakan manuver tekanan krikoid untuk intubasi?” tanya Sun Woo pada dokter Ma.

“Krikoid apa?” tanya polisi bingung.

“Sebelum intubasi, kamu memberikan tekanan pada kartilagi krikoid untuk membuat napas terbuka.” Sun Woo langsung memperagakannya pada dokter Kong. “Bagi kebanyakan orang, ini nampak seperti mencekik.”

Yhaahhh begitulah ngelesnya para medis, dan sepertinya berhasil mengusir polisi pergi.

***

“Dokter Ma, berapa banyak yang kamu minum?” tanya Sun Woo pada dokter Ma yang masih teler. “Kamu masih bau alkohol. Pulanglah.”

***

“Doktor Kong tolol itu, apa yang bisa dia lakukan tanpamu?” ucap dokter perempuan pada Sun Woo. “Bagaimanapun dia tidak berguna.”

“Kita perlu melakukan sesuatu tentang dr. Ma. Aku merasa dia akan menyebabkan masalah yang lebih besar.”

“Kamu terlihat bersemangat. Suamimu pulang rupanya.”

“Bagaimana bisa tahu?”

“Melihat bagaimana banyaknya oksitosin yang kamu miliki. Kamu masih dalam tahap bulan madu.”

“Dokter Sul…”

“Beri aku kelonggaran. Aku lajang.” Wkwkwk.

***

Sun Woo masuk ruangannya. Ia mengganti jasnya. Dan melihat helaian rambut yang bukan miliknya di syal biru.

***

Ada pasien sedang konsultasi. “Aku ingin tidur, tapi… apakah kamu mendengarkanku?”

“Sudah berapa lama kamu kesulitan tidur?”

“3 bulan lalu.”

“Ini nampaknya tren pengganti diet.”

“Aku tidak tertarik untuk diet. Aku butuh tidur, itu saja.”

“Itulah alasanmu kenapa kamu harus mengunjungi psikiater.”

“Aku tahu. Aku ke sini karena tidak ingin meninggalkan catatan di sana. Aku sudah memastikan kalau dokter keluarga bisa meresepkan itu.”

“Ya aku bisa, tapi… ini adalah kebijakanku untuk tidak meresepkan obat penenang dengan mudah. Juga bertentangan dengan etika untuk meresepkannya kepada seseorang yang menolak untuk evaluasi ke psikiater.”

Pasein itu pun pergi.

***

Seorang perempuan kaya bernama Umh Hyo Jung memberikan undangan pada Sun Woo.

“Dokter harus datang.”

“Terima kasih atas penawarannya. Tapi aku tidak yakin apakah aku punya waktu.”

“Kamu bilang untuk mengatasi menopauseku dengan membangun kembali harga diriku. Kamu bilang harus mencari sesuatu yang aku sukai. Itu sebabnya aku melukis. Itu sebabnya dokter harus datang.”

“Styelmu berubah sedikit.”

“Jika seseorang ingin awet muda, mereka membutuhkan cinta seorang pria. Aku pikir bagus untuk mengubah styleku. Aku bersenang-senang hari ini.”

Sun Woo malah bengong. “Kamu sangat sehat. Tidak perlu datang lagi.”

“Baik. Tapi kamu datang ke pameranku yaa..”

Lanjut di bagian 3 yaa.. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!