Sinopsis The World of the Married Episode 14 Part 2

Sinopsis The World of the Married Episode 14 Part 2 – Kali ini update tanggal 10 mei 2020. Untuk link lengkapnya bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang selama ini masih ngikutin.

Ji Sun Woo tidak datang juga ke RS. Ada pasiennya perempuan datang dengan ayahnya yang kesakitan setelah minum obat dari Ji. Karena Ji nggak ada. Sul langsung menanganinya.

Kong marah melihat ini. saat Ji datang, Kong langsung menyuruh Ji ke tempat Sul. Karena paseinnya ada di sana.

Teryata ada pendarahan setelah dilakukan USG oleh Sul.

***

“Ada apa denganmu? Kenapa kamu tidak menyuruhnya untuk melakukan USG?” Tanya Sul.

“Apakah serous?”

“Diamlah dan jangan ikut campur. Aku akan berusaha menyelesaikannya.”

***

Ayahnya langsung melabrak Ji. “Hei. Kamu bilang dia mengidap sindrom gangguan pencernaan! Kesalahan diagnosamu membuatnya dalam bahaya! Apa yang akan kamu lakukan!”

Sul datang. “Pak. Tolong tenang.”

“Dia bahkan belum menikah. Bagaimana jika dia menjadi mandul? Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana kamu akan bertanggung jawab?”

“Rasa sakitnya memburuk karena kistanya pecah.” Ucap Sul. “Kita harus mengawasinya. Tapi saat ini, tidak ada masalah dengan indung telurnya. Orang tidak bisa mandul karena itu.”

“Bagaimanapun, dia memang memberikan diagnosis yang salah. Apa aku salah.”

Sun Woo berkata. “Maafkan aku.”

Sul masih melerai. “Tidak masuk akal jika mengatakan itu salah diagnosis!”

“Jika ini bukan salah diagnosis, lalu apa? katamu kistanya pecah dan dia sekarang pendarahan.”

“Tertulis di rekam medisnya dia direkomendasi untuk menemui seorang dokter kandungan.” *ini emang iya cuy. Btw, sekarang Sul bela Sun Woo. “Apa putri anda tidak bilang begitu?”

“Tidak. Aku tidak dengar itu.”

“Pastikan sendiri dengannya.”

“Astaga. Aku sangat terkejut saat malam. Jika dia butuh operasi, aku tidak akan membiarkanmu lolos.”

“Aku meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik agar dia bisa pulang usai anda tenang. Aku akan membuatnya janji temu tiga hari lagi. Jika dia merasa sakit atau pusing sebelum itu, segeralah datang ke rumah sakit.”

“Sebaiknya putriku baik-baik saja. aku akan menuntut dokter itu dan rumah sakit ini.” Ayah galak pun pergi.

****

“Jangan langsung minta maaf.” Ucap Sul. “Saat mengatakan itu,, itu membuatmu salah.”

“Lagi pula itu salahku karena tidak memeriksa USG.”

“Mereka tidak akan peduli jika kamu melewatkan USG atau membuat diagnosis yang salah. Jangan menanganggung semua kesalahan setelah meminta maaf dan hanya duduk. Aku akan mengurus sisanya.”

****

Biasa Kong hanya bisa menyalahkan.

“Dokter Ji, ada apa denganmu belakangan ini? aku mengerti kamu cuti demi putramu. Tapi kamu tidak boleh melewatkan hal dasar pada pemeriksaan pertamanya. bagaimana ini bisa terjadi? Dahulu kamu bukan tahu penyebab penyakit yang tidak terdeteksi. Kamu adalah wajah RS kita. Kamu dahulu tidak pernah terlambat. Tapi kamu sekarang pulang lebih awal dan membuat kesalahan medis juga. Ada apa denganmu? Kamu merasa tidak punya masalah?”

“Maafkan aku. Ini karena kelalaianku. Aku akan mengundurkan diri.”

“Ayolah. Aku direktur RS, apa aku tidak boleh berpendapat? Setiap kali mengatakan sesuatu, kamu ingin berhenti. Aku tidak berani membuka mulutku sekarng.”

“Maafkan aku.”

“Baiklah. Berapa lama yang kamu butuhkan? Dua tiga hari? Baiklah, seminggu. Kamu bisa menata dirimu seminggu.”

“Maafkan aku.” Ji lemes dan pergi.

****

Surat pengunduran diri sudah ditaroh di mejanya. Ia melihat sekeliling, plakat-plakat penghargaan yang ia dapatkan. Dan ia pergi hanya dengan membawa sekotak kardus ukuran indomie.

Kim dan Sul tahu itu. Saat Ji lewat. Tapi diam.

Dan di ruangan Kong. Sudah menerima surat itu.

****

Ji Sun Woo pulang ke rumahnya dan menggalau di sofa.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!