Sinopsis The World of the Married Episode 4 Part 6

Sinopsis The World of the Married Episode 4 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sampai sejauh ini yaaaa…

“Kebanyakan orang mengira mereka tahu masalah masing-masing. Jangan lakukan itu. Sebaiknya kamu terima bantuan profesional.”

“Bagaimana dengan dokter sendiri? kamu punya gejala yang sama denganku.”

“Ha Dong Shik sshi.”

“Jangan berusaha mengatasi sendiri. dapatkan bantuan dari profesional.”

****

Ternyata Da Kyung adalah instruktur pilates.

Salah satu anggotanya adalah Ko Ye Rim.

Ye Rim sendiri mulai melirik perut Da Kyung dan curiga dengan Da Kyung yang muntah dan mual.

***

Da Kyung sedang membersihkan dirinya. Ko Ye Rim datang. “Aku punya tiga unnie. Jadi, aku bisa tahu dari belakang saat seseorang hamil.”

“Lalu?”

“Apakah itu penyebabnya ini menjadi pekan terakhirmu? Aku agak tercengang.”

“Aku tidak mengerti maksudmu, tapi jika keberatan aku berhenti, kamu bisa meminta pengembalian uang.”

“Aku bisa membiarkanmu karena kamu mainan Direktur Lee Tae Oh. Tapi ini mengubah keadaan. Aku tidak bisa diam lagi.”

“Beri tahu dia. Itu juga yang kuinginkan. Tapi kamu tidak akan bisa. kamu sekongkol, tapi kini pura-pura menjadi teman setia? Itu lucu.”

“Kamu pikir dia akan mundur semudah itu meski tahu? Dia mungkin akan membiarkanmu punya anak sendirian dan menghancurkan hidupmu. Pernahkah kamu berpikir bahwa Unnie mungkin tahu segalanya dan pura-pura bodoh? Dan Direktur Lee hanya mengulur waktu. tidak ada obat untuk kebodohan.” Waaahhh Ko Ye Rim kompor jugaaaaa….

****

“Mau pergi makan malam?” tanya Tae Oh di telepon. “Bagaimana jika kita ke tempat bagus untuk menghibur diri? Akan kukirim alamatnya, sampai nanti.” Tae Oh menutup teleponnya.

Di pintu sudah ada asistennya.

“Ada apa?” tanya Tae Oh.

“Sepertinya kamu akan pergi ke tempat yang bagus.” Dokumen diberikan. “Apa kita belum mendengar kabar dari investor?”

“Kenapa kamu banyak pertanyaan hari ini?”

“Maaf Pak.”

****

Sun Woo ada di depan laptop. Memory sudah terpasang. Ia nampak sedih.

***

Uhm menyapa putrinya di jalanan. “Da Kyung Ah…”

“Kenapa ibu kemari? Ibu tidak bilang akan datang.”

“Apa maksudmu? Ibu datang karena merindukanmu.”

“Ibu sudah melihatku sekarang, jadi, pergilah. Aku sibuk.”

“Yak!!! Bagaimana bisa ibu pergi setelah melihatmu begitu murung? Masuklah. Ayo belanja. Ibu juga harus membeli pakaian. Cepat. Ayooo anakku…. ayoooo….”

***

Uhm sudah membawa banyak belanjaan. “Kamu yakin tidak mau pakaian tadi? Omma akan membelikannya untukmu.”

“Lupakan saja. aku tidak membutuhkannya.”

“Ibu rasa akan cocok untukmu jika bobotmu turun sedikit.”

“Berhenti mengatakan itu.”

Uhm malah ke tempat pakaian bayi coba.

“Kenapa ibu ke sini? Ada yang hamil?”

“Putra teman ibu yang kuliah menghamili seorang gadis. Teman ibu akan menjadi nenek bulan depan. Kekanak-kanakan bukan? Anak-anak 20 tahun sangat pemberani. Dia bukan hanya menjadi nenek, tapi harus membesarkan anak itu juga. Ibu kasihan kepadanya.”

“Ayo cepat pergi.”

“Hei. Ibu tidak mau menjadi nenek terlalu cepat. Pastikan kamu mengingatnya.”

Da Kyung pun wajahnya cemas.

***

Rupanya Sun Woo akan makan bersama anak dan suaminya.

“Bagaimana? Bukankah menyenangkan bisa keluar setelah sekian lama?” tanya Tae Oh.

“Joon Young, kamu pasti senang.” Ucap Sun Woo.

Lanjut ke bagian 7 klik di sini yaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!