Sinopsis The World of the Married Episode 6 Part 9

Sinopsis The World of the Married Episode 6 Part 9 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah mengikuti terus wahai kaum rebahan. Yaaa ampunnn saya duduk terus dong dari pagi. Sampai minum ibuprofen setelah makan rujak kangkung.

Okeelahh. Lanjut pir.

“Haruskah ayah bertindak sejauh ini?” Da Kyung sewott guys. Ia mewek. “Appa. Tidak bisakah Ayah membantu Tae Oh? Dia berbakat dalam wik-wik di atas mesin fotocopy. Dia akan sukses jika ayah mendukungnya.”

“Karena itulah dia memeras istrinya selama ini?” Pak Yeo marah. “Da Kyung!!! Kamu tidak pandai menilai orang?” *nggak lah. Palingan otaknya setengah sendok nyam-nyam pak. Sekolah nggak sih Da Kyung? Lulus pelajaran moral pancasila nggak sih?. “Diam dan keluarlah. Aku anggap diriku nggak punya anak.”

Da Kyung berlutut.

“Appa Jebbal.”

“Da Kyung Ah. Ini belum terlambat. Putuskanlah bedebah itu. Jika kamu melakukannya, ayah akan menjagamu dan bayimu. Dengarkan ayah,  mengerti?”

“Aku mencintainya. Aku tidak bisa meninggalkannya.”

“Dia memukul istrinya di depan anaknya dan ditangkap atas penyerangan. Tapi apa? cinteee? Kamu sudah edan!!!!”

“Bukan begitu! Wanita itu menjebaknya. Appaaa… baiklah. Anggap saja ayah tidak punya anak lagi. Aku tidak akan kembali.”

Da Kyung pergi.

***

Nona Min kembali bertemu Sun Woo di dekat danau.

“Aku melaporkan In Kyu atas penyerangan. Pengacara bilang dia tidak akan bebas dengan mudah karena sudah memiliki beberapa catatan kriminal.”

“Itu bagus.”

“Itu semua berkat dokter.”

“Aku tidak melakukan apapun. Semua karena upayamu sendiri.”

“Kamu memberiku contoh cara untuk keluar.”

“Aku memanfaatkan situasimu.”

“Aku yang memintamu memanfaatkanku semaumu.” Ucap Nona Min.

“Kenapa kamu melakukannya?”

“Bagaimana dengan dokter sendiri? kamu orang pertama yang membantuku saat dipukul. Kenapa kamu begitu terlibat dan bertindak sejauh itu untuk menyelamatkanku?”

Sun Woo mulai berkaca-kaca… ia tersenyum.

****

Dokter Kim menyapa Sun Woo. “Kamu habis keluar?”

“Kurasa direktur rumah sakit membuat kesalahan perhitungan besar. Psikiatri akan menjadi minus besar dalam keuntungan kita.”

Kim tersenyum. “Harulah aku memasarkan diriku jika ingin tetap bekerja?”

Kemudian mereka tertawa.

“Perceraian, itu seperti perang bukan?” tanya Kim. “Tidak ada yang menang atau kalah. Aku tahu dari pengalaman. Meski itu tidak biasa, aku menemukan sumber traumamu. Jadi, kenapa kamu tidak mencoba untuk perawatan? Aku sangat dihormati di Seoul.”

“Aku baik-baik saja. kamu punya pengalaman mengobati pecandu alkohol? Aku ingin membuat rujukan.”

“Siapa?”

****

Sul datang ke kantor Sun Woo. “Bagaimana dengan lukamu? Kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja. sudah lebih baik.”

“Joon Young terkejut bukan? Orang gila itu. Beraninya dia memukulimu. Bagus. Kamu bisa hidup dengan peselingkuh, tapi tidak dengan orang yang kasar.”

“Maafkan atas segalanya. Aku sudah melampiaskan kejengkelanku padamu.”

“Tidak perlu. Aku yang seharusnya minta maaf.” Ucap Sul. “Aku sudah berbuat banyak salah kepadamu, Sun Woo. Apa kamu sudah dengar? Tae Oh meninggalkan Gosan. Rumor sudah menyebar di kota sekecil ini. bagaimana dia masih tetap tinggal di sini? Dia pasti punya malu. Dia pindah ke tempat dia tidak dikenal. Selamat atas awalmu yang baru. Semoga kamu bahagia ke depannya. Kamu harus berkencan jika menemukan pria baik dan tunjukka pada si berengsek itu.”

“Jangan membuatku kesal. Aku muak dengan pria.” Kwkwk. “Sampai jumpa.”

Lanjut ke bagian 10 klik di sini yaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!