Sinopsis VIP Episode 17 Part 2 – Haloooooooo guys…… sudah rabu dan saatnya VIP tayang. Selamat membaca ajaa… episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini.

Park akhirnya pulang menemui Na Jung Sun.

“Pada awalnya aku tidak tahu akan seperti itu.” Ucap Park.

Kilas balik.

Park pergi ke tempat kerja Yuri dengan Wakil Presdir Ha. Mereka melihat Yuri bekerja dan Yuri nampak sedang mengepel.

Pak Ha memutuskan untuk pergi.

“Beri dia tugas yang lebih mudah.” Ucap Pak Ha pada Park.

“Baik Pak.”

***

Suara park bercerita. “Aku bertemu dengannya karena pekerjaan. Lalu aku tahu seperti apa kehidupannya. Aku hanya berpikir, “kurasa hidupnya pasti sangat sulit.”

*adegan mengulang saat Park tahu pintu kontrakkan Yuri sulit dibuka.

***

Park membawa Yuri ke suatu tempat bertemu dengan Pak Ha. Di hotel. Park pun pergi.

Park bicara lagi. “Lebih dari itu entah bagaimana semuanya menjadi seperti itu.”

“Maksudmu? Kamu hanya kasihan kepadanya?”

“Pada awalnya… iya.”

“Jadi siapa?” tanya Na Jung Sun. “Apa aku mengenalnya? Aku tahu kamu mengambil rekaman kamera pengawas kantor. Jika pesan itu tidak benar. Akankah kamu melakukannya?”

“Aku mencari rekaman untuk mencari tahu siapa pengirim pesan itu.”

“Bagaimana jika aku ingin melihat siapa wanita itu?”

“Sejak pertama kita bertemu, untuk alasan yang aneh, aku membayangkan kita begandengan dan menua bersama. Aku menyukainya. Membayangkan kamu akan bersamaku di akhir hidupku. Itu menenangkanku. Karena itu, bahkan setelah melakukan hal gila, aku ingin menutupinya. Aku ingin hidup seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kubilang itu demi kebaikanmu. Tapi sebenarnya untukku. Hari-hari yang kupikirkan begitu hangat, tapi orang bodoh yang mengacaukan semuanya tidak pantas menerimanya. Jung Sun Ah….mari kita akhiri ini.”

“Kamu mau bercerai?”

“Maafkan aku.”

Jung Sun menangis. “Kamu menemuinya lagi?”

“Tidak.”

“Lalu kenapa tiba-tiba? Kenapa sekarang?” tanya Jung Sun.

“Kaca yang pecah tidak bisa direkatkan lagi. Aku tahu sekarang.”

“Jangan bodoh. Kaca yang pecah? Satu-satunya yang berdarah karena kaca itu adalah aku, bukan kamu.” Jung Sun mulai mengeraskan suara. “Siapa kamu bisa memutuskan untuk merekatkannya atau tidak? Mengakhirinya? Kamu pikir aku tidak memikirkan itu? Aku ingin bilang seratus ribu kali. Aku menahannya dan memasang wajah berani. Meskipun aku berdarah. Kukira aku bisa memperbaiki keadaan. Aku terus menggenggam pecahannya meski tahu aku terluka. Kenapa? Karena 10 tahun yang telah kita lalui bersama. Aku tidak mengira akan hancur dalam sehari. Tapi kamu memintaku untuk bercerai? Itukah arti pernikahan bagimu? Apa begitu tidak berartinya hingga kamu menyebut perceraian dengan mudah?”

“Bukannya tidak berarti. Kukira aku beruntung karena bertemu denganmu dan bekerluarga. Aku ingin menyelamatkannya. Kukira aku bisa. Tapi aku bodoh dan menghancurkan semuanya. Aku masih ingin bertahan. Aku melakukan segalanya karena sangat ingin bertahan. Ini tidak berhasil, Jung Sun. Aku tidak bisa melakukannya.”

“Kamu akan melakukan apa pun yang kamu inginkan? Yang benar saja. aku yang memutuskan hubungan berakhir atau tidak.”

****

Park galau di dalam mobil di parkiran.

Ia menangis.

Ost diputar….

****

Jung Sun menangis di dalam rumah. Memandang foto pernikahannya.

***

Yuri di kantor melirik Na Jung Sun dan Park.

Mina sendiri masih nampak amat sangat pucat.

Lanjut ke bgain 3 klik di sini.