Sinopsis VIP Episode 20 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan ini. untuk sinopsis, semua tergantung pada kepadatan dari ceritanya sendiri. Apabila mending direkap saya rekap. Kalau ceritanya banyak adegan yang sekiranya harus ditulis detail. Saya akan tulis. Terima kasih.

Juni 2019

“Aku mau pergi. Seseorang yang kukenal meninggal.” Ucap Park pada Na Jung Sun. Jung Sun saat itu hanya mengangguk. “Maukah kamu ikut?”

“Apa aku mengenalnya juga?” tanya Nona Na.

“Tidak. Kamu harus istirahat dan memulihkan diri. Aku akan pergi sendirian.”

***

Park datang ke pemakaman ayahnya.

Kakak lelakinya langsung akan menyerang. Namun ahjumma menghentikan. “Aku yang memanggilnya.”

Park pun memberi hormat.

***

Pak Ha memanggil Park.

“Kamu habis dari pemakanan?”

“Ya. Pak.” Istri dari Pak Ha keluar dari tempat makan dan nampak sangat marah. Yuri ada di dalam ruangan VIP.

“Astagaa ini melakukan.” Ucap Pak Ha. Bisakah kamu mengantar Yuri pulang? Mungkin aku harus mengikuti istriku. Ucapkan sesuatu yang menyenangkan.”

***

Yuri pulang diantar Park. “Aku selalu ingin makan di tempat seperti itu. Tapi belum ada kesempatan.” Yuri melihat ke kedai tenda.

***

Yuri dan Park akhirnya makan di kedai tenda. Yuri meminum soju.

“Kamu pasti datang dari pemakaman. Apakah kematian benar-benar mengakhiri semuanya? Masa lalu, kesedihan, dan rasa sakit? Akankah semuanya menghilang? Andai saha aku tidak dilahirkan. Kenyataan bahwa aku ada sangat menyakitkan bagi semua orang. Jika memikirkan semuanya, akan lebih baik jika aku tidak dilahirkan. Itulah yang kupikirkan.”

“Semua ini bukan salahmu. Terlahir di situasi ini bukan salahmu.”

“Terima kasih telah mengatakan itu.”

***

Yuri pulang dalam keadaan mabuk. Bahkan Yuri sulit berjalan dengan seimbang. Ia bahkan duduk di tengah jalan bersama dengan Park.

“Pak Park… apa terjadi sesuatu? Kamu nampak sedih hari ini.” Yuri melihat Park. Diam…. beberapa detik.

“Aku hanya merasa hampa. Ayahku meninggal. Sejak tahu aku anak haram, aku mengatakan pada orang-orang bahwa ayahku meninggal. Bahkan pada istriku. Semua orang sudah berpikir bahwa dia sudah mati. Kukira aku akan merasa lega jika dia mati.”

“Kamu bisa menangis. Itu menyedihkan. Tidak ada salahnya menangis.”

“Kukira aku akan baik-baik saja. jika orang seperti dia mati. Tapi kenapa…..”Park menangis. “Aku tidak ingin dia mati. Tapi dia mati seperti itu…”

Giliran Yuri yang menghibur.

****

“Kamu tahu? Ini seperti rahasia memalukan yang kusimpan sendiri.” Ucap Park pada Cha. “Dia kebetulan tahu dan anehnya itu melegakan. Aku terhibur mengetahui bahwa menjadi seperti itu tidak ada salahnya.”

“Kamu punya hal seperti itu?” tanya Cha. “Meskipun kamu punya sesuatu, aku yakin Jung Sun akan tahu.”

***

Rekan kerja yang lain jadi sopan terhadap Yuri saat rapat hadiah.

***

Di semacam perpustakaan, orang-orang bahkan menyapa Yuri dengan hormat. *Salam mendunduk itu.

***

Kemudian ngobrol antara Yuri, Sang Woo dan Nona Na.

“Yuri. Kamu punya pacar? Jika kamu tidak berkencan, kupikir aku bisa menjodohkanmu.”

“Tidak.. itu..tidak perlu.”

“Saat mengencani seseorang, kurasa kamu akan menyukai mereka dengan tulus.” Ucap Na. “Kurasa ada orang yang kamu sukai.”

“Apa?”

“Sepertinya begitu. Kurasa itu cukup serius.”

Sang Woo memecahkan obrolan karena dia tahu kelakuan Yuri pada Park. “Nona Na, mungkin sebaiknya kita kembali. Aku lupa melakukan sesuatu.”

“ayo..” Ucap Nona Na.

Berlanjut ke bagain 2 yaa…. klik di sini.