Sinopsis VIP Episode 21 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Seperti orang depresi. Na Jung Sun hanya memandang kamar anaknya. Kemudian ia mengunci kamar itu. Kembalilah dia pada Park.

“Apakah kita masih punya kesempatan kedua?” tanya Na. “Kita punya kesempatan lain untuk hidup bahagia, bukan? Suatu hari, aku bisa membuka pintu ke ruangan itu tanpa rasa sakit, bukan? Bisakah kamu bertahan denganku sekali lagi?”

Park yang emang irit kebagian dialog cuma mendekat dan bilang “ya.”

***

Episode 11. Tidak Tergantikan

Tim di naratama kembali bekerja.  Pekerjaan mereka adalah kali mengadakan pesta ulang tahun untuk anak-anak. sebelumnya ada percakapan kecil yang diantaranya adalah Yuri dipuji karena makin cantik.

Dan bintang tamunya adalah Putri Ari. Wkwkwkkw.

“Wah… eskrim ahjumma?” sapa Ari. Ini kejadian es krim ada di episode 1 ya.

Kemudian Ibu Putri Ari dan Ari *tahulah namanya Ha Rim. Mengadakan rapat dan Putri Ari akan melakukan pesta dengan pacarnya.

Pacar??

Yaa pacar.

Saya yang tua ini berasa nggak ada apa-apanya sama bocah yang punya pacar.

Ari akan mengadakan pesta dengan tema Alpaka.

Usai Ari dan Ibunya pergi. Anggota tim mulai bingung bagaimana membuat konsep mengenai alpaka. Na Jung Sun mulai dengan sikap dinginnya di dalam tim.

***

“Kita akan membuat jasa pesta untuk pelanggan 30 sampai 40 tahun yang punya anak.” Lapor Park pada Tuan Ha. “Acara ini direncanakan dengan harapan mendapatkan calon klien VIP lagi.”

“Apa ini ide Bu Na?”

“Ya.”

“Terus kabari aku.”

“Baik.”

“Kenapa kamu melakukannya?” tanya Tuan Ha.

“Maaf telah membuatmu khawatir. Kini sudah berakhir.”

“Mengencani wanita di luar nikah… seorang pria bisa melakukan itu. Tapi dia putriku. Kamu pasti tahu resikonya besar.”

“Jika anda ingin aku menebus perbuatanku. Aku akan menebusnya.”

“Kamu yakin sudah berakhir sekarang?”

“Ya.”

“Kalau begitu, tidak apa-apa. Jangan bicarakan ini lagi. Kamu boleh pergi.  Tunggu… aku akan meminta sekretaris Kim menjaga Yuri mulai sekarang. Kamu tidak perlu khawatir.”

Park memberi hormat kemudian pergi.

***

Saat Park pergi. Tuan Ha memberikan perintah lewat telepon untuk memindahkan Nona Na dari tim ke cabang yang ada di Ulsan.

*bapak pasti dukung putrinya meski kayak apa.

***

Yuri bertemu dengan Park, “Aku akan menjelaskan kepada ayahku.”

“Aku bilang kepadanya ini sudah berakhir.”

“Apa yang terjadi padamu dan Na? Kalian berpisah?”

Park tidak menjawab dan akan pergi. Yuri masih bicara. “Jika kalian berdua bercerai, akankah kita punya kesempatan?” anjaayyyyyyyy….. tuhhh kan udah kayak  moon Hae Rang.

“Tidak. Itu tidak akan terjadi.”

***

Mina menemui suaminya. “Mengenai hari itu… ada hal lain yang harus kubahas denganmu.”

“Tidak. Kamu pergi dari rumah karena tidak mau bicara denganku. Dan sekarang kamu di sini untuk bicara karena ingin?”

“Yeobo… aku sungguh.”

“Aku butuh waktu untuk berpikir. aku akan menelepon saat siap.”

Waahhh sekarang gantian……

****

Nona Na tidak sengaja satu lift dengan Yuri.

“Misil menelepon pagi ini. kita periksa sampelnya. Lalu serahkan di rapat.”

“Maafkan aku. Aku menyadari hal mengerikan yang kulakukan kepadamu. Tapi aku tulus. Tampar aku. Aku akan menerimanya.”

“Tidak. Kamu tidak tahu. Kamu pasti ingin berpikir begitu,  karena itu sulit bagimu. Kamu kesulitan tumbuh dewasa. Jadi, kamu mungkin berpikir layak mendapatkan ini. orang lain mungkin menuding dan mengejek. Tapi kamu ingin bilang itu cinta sejati. Tapi perhatikan baik-baik. Kamu menghancurkan hidup orang lain. Apakah dia sungguh mencintaimu? Bukankah itu hanya rasa kasihan?”

Yuri menangis. “Aku tidak peduli. Jika aku bisa tetap bersamanya. Tidak apa-apa jika dia hanya merasa kasihan. Aku juga kasihan padanya. Kamu tidak tahu rasa sakit yang sebenarnya. Kamu tidak tahu…”

Lift terbuka dan Nona Na keluar.

Lanjut ke bagian 3 yaaa guys. Klik di sini.