Sinopsis VIP Episode 23 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.  terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaa…

Kembali ke kejadian juli 2008. Saat itu Yuri pulang dari sekolah. Yuri merasa kepanasan dan ibunya langsung mengipasi dan memberikan kipas angin. Mereka tinggal di rumah tanpa penyejuk ruangan.

Saat malam hari, usai belajar, saat Yuri mencari makanan di kulkas. Tidak ada apapun di kulkas. Udah kayak kulkas keluarga Mimin.

****

Yuri dan Park pun menyaksikan jenazah Ibu Yuri dikremasi.

Tak cukup itu. Park bahkan mengantar Abu dan terus memegang tangan Yuri.

***

Berbanding terbalik dengan Nona Na yang kini sendirian dan membuang semua benda yang ada di kamar mendiang bayinya. Ia menyuruh orang untuk membuang semuanya. Hanya satu mainan kecil yang ia simpan.

Ruangan pun menjadi ruangan kosong.

***

Episode 12. Sisi buta…

“Kamu seharusnya mengambil cuti beberapa hari.” Park dan Yuri ada di mobil bersama.

“Aku lebih sering memikirkannya saat sendirian.”

Hujan pun turun… Yuri lanjut bicara. “Aku akan turun di sini. Aku tidak mau orang-orang salah paham.” wkwkwkwk salah paham apanya coba?

Yuri turun dan diberikan payung oleh Park. Park terus memandangi Yuri saat Yuri turun dari mobil.

***

Yuri kembali bekerja. Semua anggotaa tim sudah hadir. Nona Na memandang tajam payung yang dibawa oleh Yuri. Sebenarnya, ia sangat geram.

***

“Aku Ha Tae Young. Pimpinan mungkin telah merekrutku untuk posisi ini, tapi ketahuilah bahwa aku di sini sebagai spesialis managemen yang akan memimpin perusahaan ini.” wwaaahh karakter baru. Dan dia adalah peran utama yang pernah main Doctor Detective dan Return.

Semua tim elit tepuk tangan.

***

“Jae Wong Ah.. lama tidak jumpa.” Nona Ha menyapa Tuan Ha, ayah Yuri.

“Kapan kamu kembali ke korea?” tanya ayah Yuri. “Ini kejutan.”

Nona Ha pun menyapa semuanya kemudian pergi.

***

Seseorang memberi tahu Park. “Aku pikir kamu dekat dengan wakil presdir. Tapi pemindahan istimu…”

“Apa?”

“Kamu tidak tahu?”

“Maaf. Aku harus pergi.” Naahh yang kayak begini aja Park telat tahu.

***

Park langsung menemui Ayah Yuri.

“Apa benar anda memindahkan Bu Na ke cabang Ulsan? Dia hanya korban dalam kekacauan ini. tolong batalkan pemindahan ini.” baru membungkuk.

Nona Na langsung menerobos masuk.

“Ada apa ini?” Tanya Ayah Yuri.

“Kudengar kamu memindahkanku ke cabang di Ulsan.”

“Kamu ini melewati batas. Ini tentang alokasi pegawai perusahaan. Tidak ada yang perlu kamu cemaskan. Bu Na.”

“Ya. Aku tahu pasti. Namun, jika pertemuan ini berkaitan dengan urusan On Yuri dan Pak Park, aku ingin bicara denganmu. Itu sebabnya aku datang. Jika kamu mengorbankan aku untuk menutupi perselingkuhan mereka. Aku tidak akan tinggal diam saja. aku akan membeberkan semuanya ke publik.”

“Kalau begitu, kamu juga akan menderita,” Ucap Tuan Ha.

“Aku sudah kehilangan banyak hal. Seseorang yang tidak takut kehilangan apapun. Yang aku tahu, begitu semuanya terungkap, kamu akan kehilangan jauh lebih banyak daripada aku.”

“Kamu mengamcamku?”

“Tidak. Aku melindungi diriku. Tolong pertimbangkan itu saat kamu memutuskan.” Nona Na memberi hormat dan pergi.

****

“Aku memilihmu.” Ucap Tuan Ha pada Park. “Setiap pilihan memiliki harganya. Kamu juga harus membuat keputusan.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.