Sinopsis VIP Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah ngikutin yaaa… hari kamis ini saya sibuk ke rumah sakit sama sibuk belanja 12.12 guys. Wkwkwkwk kapan lagii… promo di mana-mana…

Yuri keluar kantor dan malah ditunggu oleh Ayahnya. Yuri hanya memegang ponselnya. Mengingat bahwa Park sedang menunggunya.

“Pimpinan ingin bertemu denganmu. Ini penting, berjuanglah sebaik mungkin.”

***

Park menunggu…. ia menelepon Yuri tapi ponsel Yuri tidak aktif.

Park akhirnya naik ke kantor dan malah bertemu dengan istrinya. Guys… apa Park itu nggak jahat ya?

“Kamu datang mencari perempuan itu?” Nona Na diam dan lanjut pergi. Kok bisa yaa tahan digituin?

***

Tuan Ha dan Yuri ikut makan malam bersama Pimpinan dan tetua Ha. Bahkan ada istri Tuan Ha segala. Tetua bahkan sudah mendengar kasus Pak Bae dan tahu Ibu kandung Yuri sudah meninggal. Tetua bahkan mengatakan akan mendaftarkan Yuri masuk ke keluarga Ha.

Istri Tuan Ha hanya tersenyum palsu di depan mertuanya.

****

Nyonya Ha bertemu Yuri di toilet. “Kini kamu sudah diakui sebagai anggota resmi keluarga ini. jadi, aku lebih suka melihatmu bergaya rapi untuk tindakanmu dan hal lainnya… jika tidak, orang akan bilang kamu sama seperti ibumu.”

Yuri hanya diam…

***

Esoknya…. Nona Na, Hyun A dan Mina terus mencari korban Pak Bae yang bungkam. Beberapa orang bahkan bersaksi dan punya bukti. Ada foto Pak Bae yang begitu dan disebarkan ke pegawai wanita.

Sedangkan desakan datang dari Presdir Ha sendiri yang notabene perempuan dan nggak membela perempuan.

“Bukankah itu akan makin melukai reputasi kita?” tanya Bu Ha pada Park.

“Ini bukan hanya kesalahan seorang individu. Tapi juga masalah sistematis. Menurut investigasi formal dan memperkuat latihan sensitif akan menunjukkan kepada publik bahwa kita bersedia berubah.” Njirrr bahasanya dewa. “Reputasi grup kita akan tampak lebih baik.”

“Aku akan memeriksannya. Selain itu, ada hal yang ingin aku tanyakan secara pribadi. Park bagaimana jika aku memintamu setia kepadaku. Aku tahu kamu dan adikku dekat. Karena itu aku ingin kamu memihakku.”

***

Hyun A dipanggil bagian personalia.

“Aku sudah membaca unggahanmu. Hal itu sering terjadi dengan skandal seperti ini. lebih mudah jika perusahaan mengatakan bahwa wanita itu bermasalah. Seperti setetes air di lautan.” Njirr… perempuan dan pandangannya lagi-lagi begini.

“Aku tahu.”

“Kamu mungkin mengunggah itu di situs web luar untuk menyebarkan beritanya demi keuntunganmu. Tapi itu seperti pedang bermata dua. Mungkin akan lebih sulit bagimu bertahan di kantor, seperti yang terjadi hari ini. seorang wanita yang turut serta selama gerakan Me Too juga mengalami konsekuensinya dan baru-baru ini berhenti. Jika kamu mengunggah penjelasan, aku membantu sebisaku untuk tidak membiarkan perusahaan membuatmu menderita akibat konsekuensinya. Orang –orang bergosip hari ini, kemudian melupakannya. Bukankah itu lebih baik?”

****

Kemudian….

Di suatu siang… kiriman bukti percakapan Hyun A dan Pak Bae disebarkan di seluruh pegawai pasaraya Un.

Percakapan yang mengatakan bahwa Pak Bae sangat percaya diri karena dia lebih berkuasa dibandingkan Hyun A. Hyun A menurutnya pasti tidak akan dipercaya karena statusnya lebih rendah.

Unggahan Hyun A adalah…

Tidak mudah menjadi pengadu dan korban pelecehan dalam suatu organisasi. Itu bukan sesuatu yang bisa kulakukan karena tekadku. Namun, hal tersulit di antara semua kejadian adalah menghadapi ketakutan di dalam diriku. Tiap aku mengingatnya, aku memikirkan 1 tahun saat aku bersembunyi. Jika hidup dalam persembunyian, aku akan hidup dalam kekacauan yang lebih besar. Karena itu aku tidak akan mundur lagi. Aku tidak mau korban lebih banyak lagi.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.