Sinopsis VIP Episode 29 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih…. terima kasih yang sejauh ini sudah pada ngikutin..

Kembali ke oktober 2012.

Saat itu Park dan Nona Na pindah rumah. “Bagaimana rasanya pindah ke rumah sendiri, Pak Park?”

“Aku sangat senang.”

“Kamu tahu, keluarga selalu bertengkar untuk masalah kecil. Tapi saling berpihak saat keadaan sulit. Keluarga biasa saja. saat aku menikah, itulah keluarga yang kuinginkan. Sekarang kita akan bertengkar, berbaikan, dan punya anak di sini. Kita akan punya keluarga sendiri. Aku senang karena kamu suamiku.”

“Aku lebih senang.”

“Mari hidup bahagia sampai rambut kita putih.”

Mereka nampak bahagia saat itu.

***

Park pun tidak sengaja bertemu Nona Na.

“Aku pasti salah saat memberikan alamat pada supir taxi. Aku banyak minum.”

“Pergi. Kamu tidak diterima di sini lagi. Kamu tahu… kukira setidaknya kamu bukan orang jahat. Tapi kini aku tidak tahu seperti apa dirimu yang sebenarnya.”

Nona Na pun masuk kembali.

***

Yuri kembali menelepon Park. “halo…” yang jawab supir taxi.

“Bukannya ini ponsel Park Sung Jun?”

“Kamu kenal pemiliknya? Dia meninggalkan ponselnya di taxiku.”

“Anda di mana? Aku akan mengambilnya.”

“Aku di dekat tempat mengantarkannya. K Hill di Hannam Dong.”

“Hannam Dong?”

***

Park berjalan dengan gontai….

Dan Nona Na kedatangan tamu. Dia adalah Ibu Mertuanya. Ia lama menatap monitor.

***

Pergelaran pesta untuk muda mudi VIP lajang pun digelar.

Seseorang menyapa Yuri. “Kamu Ha Yuri?”

“Ya.”

“Aku Kim Min Gi. Aku banyak mendengar tentangmu.” Kemudian pemuda itu pergi.

***

Si bambang ada di pesta dan tampak menghindari anggota Tim.

“Kenapa? Kenapa kamu bersembunyi?” tanya Hyun A.

“Apa? Aku tidak bersembunyi.”

“kenapa? Kamu takut dikenali sebagai putra menteri? Identitasmu saat ini adalah Ma Sang Woo, pegawai. Jadi, ayo masuk dan bekerja.”

“Ahh kenapa tidak ada rahasia di sekitar sini?”

***

Kemudian para gadis bergunjing. Mereka menggunjingkan Yuri.

“Bukankah itu gadis pasaraya Sung Un? Dia sudah menyingkirkan gaya kampungannya.”

“Setelah bersih-bersih, dia mendekati selera wanitaku.” Ucap salah satu pria di sana.

“Kalau begitu rayu dia.”

“Mungkin penampilannya lebih baik, tapi dia tetap orang kampung yang tidak berpendidikan tinggi.”

“Kurasa kamu benar. Dia akan selalu tidak sopan.”

“Benar sekali.”

****

Pimpinan Ha berjalan dengan Nona Na. Mereka melihat dari atas.

“Kulihat mereka saling sibuk merayu. Mereka menggemaskan bukan? Kamu sudah bertindak sejauh apa? Balas dendam dengan Park? Aku pribadi berharap kamu menyelesaikannya. Tapi di mana penyelesaiannya? Intinya, keadaan akan segera berubah.”

***

Mina sibuk memajang perhiasan.

“Bagaimana pemajangannya?” tanya Na Jung Sun.

“Bagus.”

“Ya. Lanjutkan.”

***

Kilas balik saat bertemu dengan mertuanya dulu.

“Aku merasa bersalah untuk bisa menatapmu sekarang. Dia bukan tipe orang yang melakukan hal itu, kenapa? Jung Sun, ibu akan membuatnya sadar kembali. Jadi, bisakah kamu memaafkannya kali ini saja?”

“Maafkan aku, Ibu. Sung Jun dan aku tidak bisa melewati ini. sudah berakhir.”

Ibu mertua langsung berlulut. “Ibu minta maaf atas namanya. Ibu akan berlutut…”

“Ibu tolong jangan lakukan ini.”

“Ini semua salahku. Maafkan aku. Seharusnya dia tidak begitu.”

“Bangunlah.”

“Aku sedang dihukum. Andai saja aku bersikap benar. Ini terjadi padamu karena Ibu tidak pantas.”

“Ini bukan salah ibu. Kami hanya membiarkan hal ini terjadi.”

“Ini salahku. Karena dia dibesarkan oleh Ibu sepertiku. Karena aku adalah wanita simpanan. Akulah pendosanya. Semua salahku.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.