Sinospis Mother of Mine Episode 48 Part 1

Sinospis Mother of Mine Episode 48 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih sudah menanti dan membaca sinopsis di sini. Seperti biasanya yaa… episode kali ini hanya merangkum dan menuliskan dialog penting saja.

Nenek Mi Ok sedang sibuk dengan peralatan masaknya. Sedangkan kakek sedang galau dan malah pergi ke apotik lagi. Seperti biasanya, kakek bertemu dengan ahjumma apoteker yang baik hati.

“Omong-omong apa ada masalah? Kenapa kamu tampak sedih?”

“Sejelas itukah?”

“Ya. Aku bisa langsung tahu. Ada masalah? Beri tahu aku.”

“Barusan aku menerima telepon. Kudengar salah satu sahabatku, sedang di rawat di rumah sakit. Karena itulah aku bersedih.”

Weeee jangan-jangan nanti ada rumor antara kakek dan ahjumma apoteker? Secara, Nenek Mi Ok malah nggak peka pas suaminya sedang sedih.

****

Da Bin sendiri asyik bermain dengan ahjumma pengasuh sampai ibunya datang.

***

Sementara ayah Da Bin melakukan aktivitas nggak jelas dengan naik sepeda keliling taman entah berapa kali sambil menelepon temannya.

Saat keliling kompleks, Ayah Da Bin menemukan motel yang bisa ditinggali dalam jangka panjang.

***

Usai Mi Hye, kini peter mengujungi Jae Bum.

“Peter Sshi… kamu populer di kalangan wanita?”

“Ya. Sedikit. Kenapa tbtb menayakan itu?”

“Mi Hye bilang dia tidak akan bisa menganganngapku sebagai seorang pria. Aku sudah berusaha yang terbaik demi dirinya. Lebih dari siapapun. Tapi aku tidak tahu harus apa. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai pria? Apa karena lemak di perut?”

“Mi Hye bukan orang seperti itu. Tapi, penampilan mungkin saja bisa jadi alasan. Kamu harus memikirkan apakah benar jatuh cinta pada Mi Hye atau kamu jatuh cinta pada dirimu sendiri yang menyukai perempuan selama 9 tahun.”

Kemudian peter memberikan beberapa tip pada Jae Bum yang mendengarkan dengan sangat antusias. Bahkan saat menganalisis Mi Hye, Jae Bum memberi info tentang karakter kesukaan Mi Hye dalam satu novel. Pria yang dingin padahal berhati lembut. Peter kini tahu kenapa Mi Hye menyukai Woo Jin.

****

Mi Hye mendengarkan Woo Jin yang memberikan komentar pada naskahnya. Woo Jin pun memberikan saran singkat.

“Kamu tidak pulang kerja?”

“Itu bukan urusanmu.”

“Apa aku melakukan kesalahan?”

“Tidak, aku tidak melakukan apa-apa.”

“Lantas, kenapa kamu tbtb menjaga jarak. Kamu menyuruhku datang dan pulang kerja sesukaku. Kamu melarangku penasaran atau mengajukan pertanyaaan. Kamu melarangku memedulikanmu.”

“Lantas, kenapa kamu terus bertindak melewati batas? Penulis Kang, apakah kamu menyukaiku?”

“Sebenarnya aku..”

“Ya bukan? Bersikap terlalu baik itu tidak bagus. Paham? kamu beruntung. Jika dengan orang lain, perlakumu pasti sudah disalahpahami. Berhati-hatilah.”

“Aku melakukannya tidak pada sembarang orang.”

“Aku sudah pernah menikah. Lalu bercerai. Jadi, batasanku lebih jelas dan khusus. Aku sudah memperingatkanmu, jadi jangan kelewat batas lagi.”

***

“Ini hari yang panjang. Terima kasih sudah mengantarku. Sampai jumpa pak.” Ucap Mi Ri saat akan keluar dari mobil.

“kenapa harus Hansung Apparel?” Tanya Tae Joo. “Jika kamu mau dipromosi,hansung electrocis, hansung corporation, dll,,, ada anak perusahaan lain.kenapa kamu ingin jadi CEO hansung apparael?”

“Hansung apparael adalah perusahan tempatku bekerja.”

“Kamu bisa bekerja di mana pun dan tetap menjadi pegawai berprestasi.”

“Bukan itu yang aku inginkan.”

“Apa yang kamu inginkan?” tanya Tae Joo. “Bukankah keinginanmu itu dipromosi?”

“Lantas, kenapa anda memilih hansung apparel.?”

“Karena di situlah kamu berada. Karena para rekan pak pimpinan sengaja menunjukku masuk ke timmu. Mereka memutuskan bahwa kamulah yang pas untuk melatihku. Jika itu melukai perasaanmu. Aku minta maaf mewakili perusahaan. Tapi jangan terlalu lama marah karena hal itu. Para atasan sangat menyanjungmu. Pada akhirnya alasan pak pimpinan menerima permintaanmu adalah karena semua hal ini. alasan pribadiku bergabung dengan hansung apparel ada di resumeku. Agar sukses menjadi penerus, aku merasa harus belajar dari bawah. Untuk alasan itulah,aku berterima kasih padamu karena sudah melatihku.”

“Aku harus pergi.”

“Sampai jumpa di kantor esok hari.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *