Sinospis Mother of Mine Episode 53 Part 2

Sinospis Mother of Mine Episode 53 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah sabar nungguin sinopsis yaa. hhehe miyan yaa. saya lanjut kok buat sinopsisnya.

In Sook sebenarnya berpapasan dengan Emak. Tapi dia sembunyi saat Emak keluar dari rumah Pimpinan Han dan diantarkan oleh Han Tae Ju.

***

Emak diantarkan sendiri oleh Tae Ju.

“Kamu punya saudara? Kamu belum bilang apa-apa soal itu.”

“hanya ada aku. Ahh aku sebenarnya punya adik.”

“Aigoo.. kamu lupa soal adikmu?”

“Bukan begitu. Sebenarnya adik tiri. Ibuku meninggal saat aku kecil. Tidak terlalu berat, bibiku membesarkanku.”

“Begitu ya. Aku amat bersyukur terhadapnya.” *eehh belum tahu aja orangnya In Sook.

“Jadi, aku menganggapnya Ibuku. Jika tidak keberatan. Akan kuperkenalkan nanti.”

“Btw, apa yang amat kamu suka dari Mi Ri? Kenapa kamu mau menikahinya?”

“Sunbae, amat andal dalam pekerjaan. Dia cantik. Serta, jika sudah mengenalnya dia orang yang amat hangat.”

“Bukankah dia merepotkan?”

“Tidak sama sekali. Dia amat manis.”

“Mi Ri manis?” wkwkwkwkw “Dia tidak manis sama sekali. Ini seperti kata ayahmu, kamu dibutakan cinta.”

***

In Sook menghadap Pimpinan. “Pimpinan, apa arti saya di keluarga ini???”

“Apa yang kamu kamu katakan sekarang?”

“Aku mungkin tidak memenuhi harapan anda sebagai CEO dan kuakui aku berbuat salah. Tapi jika soal keluarga, aku menggantikan mendiang istri anda, dan aku mengelola rumah dengan baik. Aku juga membesarkan Tae Ju.”

“Singkat saja.” Wkwkw iya nih bener.

“Jika mengaitkan tentang pernikahannya, anda seharusnya meminta pendapatku. Bagaimana aku tidak dilibatkan. Aku ibunya. Anda bisa menyangkalnya. Tapi aku tidak menyerah soal ini. Tae Ju adalah putraku. Pimpinanm ini tidak adil. Jangan Kang Mi Ri. Aku tidak akan menerimanya.”

“Mi Ri anak yang baik. Ini mungkin yang terbaik.”

“Jika anda bersikeras. Aku akan meninggalkan semuanya mulai hari ini.”

“Apa? Kenapa kamu amat tidak menyukai Kang Mi Ri?”

“Aku permisi.”

****

Kini Emak membagikan kabar sudah bertemu ayah Tae Ju pada Paman dan Mi Sun. Mi Sun juga cerita tentang Jin Soo yang selalu pergi jika ada kesempatan.

****

Jin Soo bakan mulai diinterogasi oleh Da Bin dan Ibunya. Kini saatnya Mi Sun menginterogasi.

“Tatap aku. Kamu tidak akan jujur.” Kemudian Mi Sun mencubit Jin Soo.

Sedangkan kisah kakak dan nenek Da Bin lainnya adalah tentang Nenek yang terus curiga bahwa kakek punya hubungan dengan ahjumma yang kerja di apotek. Kakek mengatakan bahwa ahjumma bahkan bisa mendengarkan keluh kesahnya dibandingkan istrinya sendiri yang suka sekali menyela saat perbincangan mereka.

Kakek mengatakan bahwa ahjumma adalah teman baiknya.

****

Mi Hye sendiri merasa kacau karena sudah mengungkapkan perasaannya pada Woo Jin yang guanteng ituuuhhh…

Mau ngomong aja, Woo Jin malah pergi.

*dicampakkan padahal belum memulai apa-apa.

***

“Kenapa kamu amat murung? Woo Jin juga aneh.” Ucap peter pada Mi Hye yang mau pulang. “Apa kalian bertengkar?”

“Tidak. Bagaimana mungkin aku berani bertengkar dengannya. Sampai jumpa.”

***

Eehh diluar malah ketemu Jae Bum. Jae Bum pun mengantarkan Mi Hye pulang.

“Kamu bisa menyumpahiku atau berteriak kepadaku. Lebih menyeramkan dan menyebalkan jika kamu bertingkah seperti tidak ada apa-apa.” Ucap Mi Hye. “Kenapa kamu tidak menghentikanku saat mabuk dan kabur?”

“Apa kamu kini memahami rasanya dicampakkan? Aku bahkan tidak bisa menghentikanmu. Saat aku kembali dengan ramyeon untukmu. Kamu sudah pergi.”

“Jadi, kamu seharusnya menghentikanku.”

“Tidak perlu khawatir denganku. Pastikan saja kamu melupakannya.”

“Walaupun begini, tidak akan ada yang terjadi antara kamu dan aku.”

“Aku memang menyukaimu. Tapi itu tidak ada hubungannya denganmu. Itu masalahku. Sama seperti menyukai Kim Woo Jin adalah masalahmu. Mari urus masalah masing-masing. Apa pun yang kamu katakan kepadaku. Aku hanya akan menyukaimu setahun lagi. Artinya itu sudah 10 tahun. Itu cukup.”

Mi Hye hanya pulang. Menyapa ibunya, sudah tahu Unnienya mau menikah dan Mi Hye tidak mau makan.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya. 

Komentar dulu…

Ngelihat yang sudah saya lalui sampai sejauh episode ini. rasa-rasanya selalu sayang jika hanya udahan begitu saja. Kok masa iya udahan? Kok masa nyerah. Jadi, sedikit demi sedikit akan saya selesaikan saja ya.

Lagi-lagi sih, kok saya suka sama dialog Jae Bum. Kali ini dia bener banget. Kalau cinta bertepuk sebelah tangan adalah masalah seorang diri yang nggak ada hubungannya sama doi yang bersangkutan.

Mi Hye, Jae Bum. Saya tahu gimana rasanya dicampakkan. Saya tahu sekali bagaimana rasanya. Hahha. So, melihat kalian, rasa-rasanya saya melihat beberapa bagian dari diri saya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *