Sinospis Mother of Mine Episode 54 Part 1

Sinospis Mother of Mine Episode 54 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih yaa guys sudah mengikuti sinopsis di besokpagi. Saya buat sinopsisnya sekuat-kuatnya ya.

Tea Ju kini disidang oleh Pimpinan. “Kenapa kamu murung? Ayah pikir kamu akan melompat kegirangan.”

“Ini pernikahanku.”

“Lantas?”

“Jika hendak menemui Ibunya Ibu Kang. Seharusnya ayah mengabariku dahulu. Ayah harus membuat janji. Jangan memanggilnya kemari seperti dia adalah bawahanmu. Ayah tidak lihat dia sekaget itu?”

“Kamu sudah memihak calon ibu mertuamu? Pria sepertimu tidak pernah becus melakukan sesuatu. Sudah jelas, kamu pasti menghabiskan waktu membuntuti Kang Mi Ri. Tahukah kamu dunia apa yang kamu tinggali? Grup bisa hilang dalam sekejap mata. Nikahilah seseorang demi kemakmuran grup. Agar tidak ada yang bisa membanding-bandingkan kita. Itulah alasan ayah merestuimu menikahi anak pedagang sup tulang sapi.”

***

In Sook menemui Emak dan mengatakan bahwa rumah yang baru didatangi Emak adalah rumah pimpinan Pimpinan tempat Mi Ri bekerja. “Mi Ri tidak boleh menikah dengannya. Tae Ju sudah seperti putraku sendiri. Tidak, dia memang putraku. Karena inilah aku menyuruh Seung Yeon untuk belajar di luar negri. Aku sudah berusaha menghentikan mereka.”

“Mi Ri, apa dia tahu?” Emak sampai bengong mendengarnya.

“Tentu saja. Dia sudah kuperingatkan. Tapi aku bisa apa? Dia tidak menurut.”

“Kenapa kamu tidak memberitahuku? Seharusnya kamu bilang.

“Kupikir aku bisa menyelesaikannya. Kupikir Seung Yeon akan menyerah begitu kuberi tahu siapa Tae Ju. Tidak kusangka akan seperti ini. karena inilah kubilang kakak salah membesarkannya. Intinya, pernikahan ini, tidak boleh terjadi. Selain itu, keluarga Grup Han tidak boleh tahu bahwa aku dan Mi Ri adalah Ibu dan anak. jika tidak, dia dalam bahaya.”

In Sook menangis. Emak diam saja membatu.

***

Mi Hye kembali bekerja dan bertemu Woo Jin.

“Kenapa kamu menghindariku?”

“Apa?”

“Kenapa menghindariku?”

“Mi Hye Sshi, kupikir kamu akan bekerja di rumah untuk sementara waktu.”

“Tidak mau. Aku akan terus datang ke sini. Aku masih kesulitan mengendalikan diri. Jika tidak datang ke kantor saat pagi dan rutin bekerja. Aku tidak akan menyelesaikan buku sesuai tenggat. Jadi, aku akan terus kemari.”

“Jika begitu, terserah kamu saja.”

“Sebelum itu, kurasa ada sesuatu yang harus kita berdua selesaikan.”

“Apa yang harus diselesaikan?”

“Aku mengungkapkan perasaanku, tapi kenapa kamu mengabaikannya? Aku mabuk, datang ke sini dan memberitahumu bahwa aku menyukaimu dua hari lalu.”

“Kamu membahasnya lagi? Kamu tidak malu? Aku hanya… kupikir kamu akan malu.”

“Tidak. Aku tidak malu. Memangnya salah menyukai seseorang? Apa salahnya? Apa salahnya mengungkapkan perasaanku kepada orang lain itu? Jika begitu, tidak bisakah kamu mengerti dan menerimanya? Setidaknya, tolak aku. Kenapa kamu tidak menjawab? Teganya kamu bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun?”

“Lantas, kamu mau mendengar jawabanku sekarang?”

“Tidak perlu. Aku mengerti perasaanmu.” Mi Hye menangis. “Jadi, kamu tidak perlu melakukannya. Aku juga menangis semalam. Karena aku sangat sedih. Maafkan aku. Tapi biarkan aku menangis sebentar. Aku akan segera berhenti. Intinya, aku hanya memberitahumu soal perasaanku. Perasaanku kepadamu. Tetap saja, jangan terburu-buru untuk berhenti menyukaimu. Jika ternyata akan berakhir semudah itu. Aku tidak akan bilang sejak awal. Tolong abaikan saja. Ini urusanku. Perasaanku sendiri. Akan kuurus itu. Mulai sekarang, aku tidak akan membuatmu tidak nyaman lagi. Jangan khawatir. Akan kutulis bab enam sebelum pergi.”

Yang dilakukan Woo Jin, setelah mendengar hal ini panjang lebar malah pergi begitu saja.

****

Mi Sun sendiri makin pikiran dengan tingkah laku Jin Soo dan curhat dengan sunbaenya di kantor.

Lanjut di sini untuk bagian kedua yaaa klik aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *