Ulasan Film Indonesia Dua Garis Biru (2019)

Ulasan Film Indonesia Dua Garis Biru (2019) – Sebuah film yang gaungnya santer terdengar, hanya saja karena kesempatan nonton saya beda dengan beberapa orang, saya harus cukup puas menontonnya di viu.

Oh iya, filmnya di netflix juga ada.

Profil Film Indonesia Dua Garis Biru (2019)

Penulis skenarionya adalah Ginatri S. Noer dengan sutradara Gina S.Neor. Berasa film korea, karena biasanya penulis dan sutradaranya adalah orang yang sama.

Film ini telah didistribusikan secara legal di banyak tempat. Kalian nggak usah bingung kalau mau nonton secara legal. Banyak tempat yang menyediakan agar kalian bisa mengunduh.

Pemilihan Pemain

Paling asyik ketika membahas pemain. Saya cukup familiar ketika melihat pemain seniornya, hanya saja untuk dua pemain muda masih kurang kenal. Maklum saja saya sudah umur, jadi saya harus banyak cari tahu juga.

Pemain utama prianya adalah Angga dan pemeran utama wanitanya adalah Zara. Saya malah ingatnya Zara yang kena kasus siaran langsung di IG itu. Ternyata dia juga yang main film dua garis biru. Duh, kalau yang bagian ini aja ingat.

Tentang Kisah Singkat Film Dua Garis Biru

Bima yang diperankan oleh Angga berpacaran dengan Dara yang diperankan oleh Zara. Keduanya nampak bermain bersama di kamar Zara. Dan karena ada dorongan, mereka pun melakukan hubungan yang seharusnya tidak mereka lalukan.

Zara akhirnya menyadari ada yang aneh dalam tubuhnya, ia ternyata mengandung.

Sepasang muda mudi yang masih sekolah akhirnya menikah namun masih tinggal bersama dengan orangtua masing-masing. Zara pun mengalami proses kehamilan dan sebenarnya mendapatkan dukungan dari orangtua.

Film ini berakhir saat bayi lahir dan keputusan dengan siapa bayi itu dibesarkan.

Komentar Ulasan Film Indonesia Dua Garis Biru (2019)

Sebuah film tentang hal-hal yang sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan kita. Kalau dibuat statistiknya, saya yakin banyak muda-mudi yang hamil di luar nikah.

Beberapa diantaranya melahirkan bayi dan hidup dengan kesulitan karena keadaan ekonomi, ada juga kisah yang memberikan bayinya untuk diadopsi, yang paling memilukan adalah membuang bayi yang sudah dilahirkan karena hasil dari hubungan yang tidak sah.

Dua garis biru setidaknya menggambarkan dukungan keluarga yang cukup baik dari sisi orangtua Bima dan Dara.

Cukup mengharukan bagaimana Ibu dari Dara menjelaskan bagaimana proses tubuh yang berubah ketika mengandung menjadi sebuah kewajaran yang bisa diterima.

Sosok Zara juga bisa memainkan karakter Dara dengan baik, karena bagaimanapun dia adalah peran utama yang menanggung banyak resiko karena mengandung dan hamil di usia yang sangat muda.

Ending di kisah juga logis sekali. Masih sangat bisa diterima dan masuk akal.

Ada beberapa momen yang mana Dara juga mendapatkan kunjungan dari teman-temannya, menyenangkan, karena mereka di sini sama sekali tidak terlihat menghakimi. Sebuah film yang mana sebenarnya secara nggak langsung memberikan gambaran tentang respon apabila hal ini terjadi di sekitar kita.

Kesimpulan Ulasan Film Indonesia Dua Garis Biru (2019)

Sebuah ide yang sebenarnya tidak terlalu unik. Hanya kisah sepasang remaja yang mendapatkan resiko atas apa yang mereka lakukan dan mereka pun bertanggung jawab.

Meski bukan hal yang unik, tapi film ini sangatlah membumi. Sesuatu yang ada dekat dengan kita. Bagusnya adalah memberikan bagaimana gambaran terhadap respon.

Ada kesediha, amarah, dan tentu saja ketakutan. Tapi semuanya terangkum dengan baik.

Terima kasih telah menghadirkan film yang bagus.

Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!