Ulasan Film The Kissing Booth 1 (2018)

Ulasan The Kissing Booth 1 (2018)

Ulasan Film The Kissing Booth 1 (2018) – Film ini selalu berseliweran. Sering muncul sebagai rekomendasi. Tapi saya diamkan saja.

Emang enak didiamkan?

Jelas tidak.

*eh.

Akhirnya dengan pedoman ingin nonton film dimana karakternya nggak terlalu dibebani urusan hidup pada umumnya dan tentu saja covid 19. Saya pun nonton.

Barangkali melihat remaja yang galaunya cuma urusan asmara sedikit melupakan saya pada banyak beban yang ada.

Apakah demikian?

Nggak juga.

*heuh.

Lanjut ah bahas filmnya.

Kissing Booth adalah sebuah film dari sebuah novel yang laris di pasaran. Novelnya adalah karangan Beth Reekles. Diterbitkan pada tahun 2012. Kemudian difilmkan pada 2018.

Saat tulisan ini dibuat, sudah ada sampai 3 film.

Yaah namanya aja Mbak-Mbak yang suka keder sendiri. Nontonnya baru aja di hari minggu ini.

Tentang Apa Sih?

Mengisahkan tentang persahabatan anak SMA. Lee dan Elle yang lahir dan sekolah bareng. Ibu mereka adalah sahabat baik. Keduanya punya peraturan sendiri dalam menjalin pertemanan. Peraturan no.9, Elle tidak boleh wikwik atau punya hubungan dengan Noah, Abang dari Lee.

Lee dan Elle bersahabat dengan baik dan menjaga satu sama lain. Hingga ada acara penggalangan dana dengan membuat Booth di sekolah. Elle dan Lee membuat Booth namanya Kissing Booth. Semacam bisa berkontak dan membayar sejumlah uang.

Acaranya sukses. Di momen inilah Elle yang belum pernah punya pacar akhirnya berkontak dengan Noah.

Hubungan mereka berjalan di belakang Lee. Lee sempat marah pada Elle. Namun mereka berbaikan dan dapat menerima kalau Elle adalah pacar dari Abang Noah.

Film selesai pada perjalanan Noah yang kuliah dan Elle serta Lee tentu saja masih di tempat yang sama. Mereka masih sekolah SMA.

Komentar Ulasan Film The Kissing Booth 1 (2018)

Tidak ada yang jelek di sini. Mereka semua sangat rupawan. Noah digambarkan menjadi sosok populer, tinggi sekali, dan tentu saja tampan. Merasa dirinya kurang karena Elle tidak melihat dirinya memesona.

Elle layaknya seperti perempuan lainnya yang menyukai pria rupawan. Ia bahkan sempat rela kehilangan persahabatannya dengan Lee.

Yaah.

Seringkali film ini menguap seperti pilihan persahabatan atau cinta.

Di musim pertama. Elle mendapatkan keduanya. Bagaimana dengan kisah selanjutnya?

Melihatnya sampai berjilid-jilid sudah seperti series. Dan memang seperti itu ya?

Kisah sahabat atau kekasih masih menjadi masalah di film keduanya.

Awalnya saya pikir, Lee akan menjadi bagian besar dalam film. Ternyata porsi Elle dengan Noah lebih banyak. Romansanya juga cukup berani.

Bisa dibilang sudah biasa saya lihat di drama atau film amerika.

Kesimpulan Ulasan Film The Kissing Booth 1 (2018)

Layaknya film remaja yang lucu. Filmnya cukup segar dengan para pemain yang rupawan. Beberapa adegan lucu dan ngalir gitu aja.

Nggak butuh banyak pemikiran untuk memahami. Mungkin akan mudah saya lupakan di masa yang akan datang.

Tapi untuk kisah berikutnya, nggak ada salahnya untuk saya ikuti, bukan?

Penutup

Buat yang mau trakteer mimin bisa di link yang ini.

Terima kasih sudah membaca yaaa.

Semoga kalian senantiasa sehat.

Ulasan The Kissing Booth 1 (2018)
Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!