Beginilah Rasanya Tidak Punya Facebook Bertahun-tahun

Beginilah Rasanya Tidak Punya Facebook Bertahun-tahun – Sudah tahu beritanya bukan? Tentang data pemilik facebook yang bocor dan banyak pengguna Indonesia yang tercuru datanya? Apakah sebagai pengguna facebook kalian menjadi khawatir bahwa data kalian suatu saat bisa dicuri?

Agaknya kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi pada saya. Pasalnya saya ini nggak punya facebook. Hehe.

Sejak pertengahan tahun 2016 saya memutuskan untuk menghapus permanen facebook. Alasannya adalah mungkin saat itu saya merasa banyak waktu saya terbuang dengan selalu update facebook.

Saya punya facebook sejak SMA. Saat itu masih berbarengan dengan main di Friendster (ketahuan deh umur saya). Saya ingat betul setelah ditinggalkannya frienster, saya demen banget dengan facebook. Dari pasang status alay, berkirim dinding dan mengunggah foto-foto yang kurang penting (maksudnya sih foto selfie).

Seperti yang sudah kalian tahu bahwa seperti menghapus twitter (baca di sini caranya), facebook juga memberikan waktu selama 30 hari sebelum benar-benar terhapus. Dan selama 30 hari itu saya mampu tidak login.

Beginilah Rasanya Tidak Punya Facebook Bertahun-tahun

Katakanlah saya sudah 2 tahun tidak punya facebook. Beginilah rasanya…

  1. Kita sudah tahu bahwa dengan kecanggihan teknologi membuat hari ulang tahun bisa terlihat. Biasanya ada pemberitahuan jika kita sedang berulang tahun. Tidak punya facebook membuat kata selamat ulang tahun menjadi sangat jarang. Dikarenakan hanya orang yang benar-benar tahu saja kapan kita lahir. Tapi bagus juga, setidaknya ada orang yang benar-benar tahu dan niat mengucapkan.
  2. Adem guys. Kita nggak dikit-dikit cek hape untuk melihat notifikasi setelah kita membuat status baru atau mengunggah foto.
  3. Tidak tahu kabar teman. Maklum saja, kan nggak punya facebook? Namun, kita bisa tahu real keadaan teman ketika benar-benar bertanya padanya. Sering terjadi lho di status dan foto terlihat amat sangat bahagia namun eh ketika curhat malah galau. *ngacung deh yang begini.
  4. Terhindar dari kabar yang nggak penting. Di dunia facebook, satu kabar bersandingan dengan berbagai macam kabar. Nah, ada kalanya banyak hoax atau share yang tidak penting. Nggak punya facebook membuat kita terhindar dari hal demikian.
  5. Saya jadi tidak mengumbar hal pribadi. Kadang apa pentingnya sih orang-orang ini tahu apa yang terjadi dalam hidup kita? Kita kemana? Kita makan apa? Apa yang kita rasakan?
  6. Lebih produktif. Itulah yang saya rasakan ketika tidak punya facebook. Saya lebih produktif bekerja dan lebih suka menyalurkan hobi lainnya seperti menulis.
  7. Tidak bisa dikepoi orang. Ada kalanya saya merasa tidak suka diulik oleh orang. Ada rasa tidak nyaman sebenarnya (eh tapi banyak juga lho yang senang). Hahaha…
  8. Tidak berpikir habis ini mau upload apa? Mau pasang status apa? Yaaa… hidup normal-normal saja dijalani kok.
  9. Diejek beberapa teman karena tidak punya facebook. Bukan masalah besar sih buat saya kalau yang ini. Mungkin saya dianggap kuper alias kurang pergaulan, tapi nyatanya saya baik-baik saja kok.
  10. Nggak keranjingan main game lagi. Dulu nih, saya main game online facebook hampir setiap hari. Pernah beberapa hari ke luar kota dan sedih banget karena nggak dapat bonus harian dari game tersebut.
  11. Lebih hemat kuota. Yaaa kecuali kamu buka youtube seharian sih.

Akhirnya. Apa sih arti facebook bagi kalian? Seberapa penting facebook ada dan kenapa juga kalian harus punya akun facebook?

Mungkin penting bagi kalian yang sedang merintis bisnisnya. Itu bagus, artinya kamu bisa memanfaatkan sosial media untuk hal-hal yang penting.

Bagi saya? Facebook belum terlalu perlu sampai sekarang. Tapi sama sekali saya tidak menutup kemungkinan untuk membuat akun Fan Page. Hehehe…

Saya nggak anti kok sama facebook. Saya juga nggak anti dengan sosial media yang lain. Tapi, ada kalanya saya harus berpikir sederhana.

Penting nggak sih punya facebook?

Apa manfaatnya bagi saya dan oranglain?

Apa lebih banyak kebaikannya atau lebih banyak keburukannya?

Apa pentingnya juga oranglain tahu kehidupan kita?

Pertanyaan sederhana tadi akhirnya menjawab kebimbangan saya untuk terus pakai facebook atau tidak.

Kalau kalian bagaimana?

You May Also Like

About the Author: besokpagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *