Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 14 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 14 Part 1 – Untuk seterusnya. Sinopsis drama korea Children of Nobody yang biasanya ada di besoksore.com sekarang dilanjutkan di besokpagi.com

Untuk episode selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini. Untuk episode sebelumnya ada di sini.

Detektif Ji Hun dan Soo Young mendatangi Woo Kyung.

Woo Kyung melihat foto-foto yang para detektif bawa. “Aku melihat Park Ji hye membuang sampah.”

“Kamu menyaksikannya lebih dari 5 menit.” Ucap Woo Kyung.

“Dia sering muncul di berita, bukankah tidak aneh mengawasi seseorang seperti itu untuk beberapa saat?”

“Kenapa kamu pergi ke rumah Park Ji Hye?”

“Aku melewati rumahnya sekali sepekan bahkan sekarang. adik perempuanku dirawat di rumah sakit.”

“Apa nama panti rawatnya?” Soo Young kini menengeluarkan kertas.

“Panti rawat Sungwoo.”

“Siapa nama pasiennya? Kami harus mengonfirmasinya.”

“Cha Se Kyung.”

“Kenapa dia dirawat di rumah sakit?”

“Dia dalam keadaan vegetatif.”

“Aku akan memeriksanya ke rumah sakit.” Soo Young pun pergi kemudian.

Ji Hun kini yang bertanya. “Apa yang terjadi pada adikmu?”

“dia mengalami kecelakan mobil. Saat turun hujan dia tergelincir saat mengemudi. Dia tidak mengalami luka luar, tapi terbaring di tempat tidur selama dua tahun. dia sangat sial.”

“Pasti berat bagimu.”

“Tidak. Kenapa?”

“Bukankah sulit saat ada anggota keluarga seperti itu?”

“Dia terperangkap dalam tubuh yang bahkan tidak bisa mengangkat jari. Dia hampir tidak bisa bernapas. Dia mengalami hal yang terburuk, bukan? Tidak sulit bagiku. Tidak sama sekali.”

“Jika itu adikku, itu akan sulit bagiku. Ditikam pisau dan ditusuk jarum sama-sama menyakitkan. Tapi apa yang kamu sembunyikan?”

“Aku…”

“Begitukah caramu menasehati anak-anak? Anggaplah ada anak kecil ditusuk pisau. Tidak apa-apa jika ada anak lain ditusuk jarum. Tidak sakit sama sekali. Kamu akan memberitahu mereka tentang itu?”

Soo Young pun masuk kembali. “Aku memeriksanya dengan rumah sakit. Adiknya memang dirawat di rumah sakit. Kunjungan Cha Woo Kyung telah diverifikasi. Aku meminta tekaman video.”

Ji Hun berkata lagi. “Konon, biarawan tidak bisa mengukur kepala mereka sendiri. itu terlintas di dalam kepalaku.” Ji Hun pun pergi.

***

Di luar, Soo Young bicara pada Ji Hun.

“Dia bilang tidak mengalami kesulitan meskipun kondisi adiknya begitu. katakan itu saat kamu sedih atau marah. Katakan saat segalanya terasa sulit. alih-alih mengekspresikan emosinya, kenapa dia menyembunyikan emosinya?”

“Aku tidak berpikir Cha Woo Kyung menyembunyikannya.” Ucap Soo Young.

“Lalu apa?”

“Sepertinya dia berteriak dengan seluruh tubuhnya.”

“Berteriak?”

“Kamu sangat memedulikan dia karena kamu mendengar teriakannya bukan? Tidak semua orang bisa berteriak dengan tubuh mereka. Itu sebabnya aku merasa tidak nyaman dengan dia.”

“Jika tidak semua orang, siapa yang berteriak dengan seleuruh tubuh mereka?”

“Seseorang yang sakit parah atau hancur. Atau anak kecil.”

***

Woo Kyung menemui adiknya di rumah sakit. Ia pun memeluk Se Kyung. Dengan sangat pilu.

***

Perempuan muda yang anaknya ditabrak oleh Woo Kyung sedang siaran OL dengan sangat manja. Tak lama, ia pun mematikan salurannya.

Perempuan itu masih mendapatkan sms tagihan lewat ponselnya.

***

Eun Seo bertanya pada Ibunya. “Ibu, kapan ayah datang?”

“Apakah kamu begitu bersemangat untuk melihat ayahmu?”

“Ya. aku juga menyukai Ibu.”

Woo Kyung kemudian menerima telpon dari perempuan muda itu.

“Ini aku ahjumma. Terima kasih atas 5000 dolarnya. Semua orang memberitahuku itu terlalu murah. Anakku meninggal. 5000 dolar sedikit murah bukan? Jadi, bisakah kamu memberiku 3000 dolar lagi? Jika kamu mengirimku 3000 dolar, aku tidak akan mengganggumu.”

Telpon pun dimatikan Woo Kyung. Perempuan muda itu sangat kesal.

***

Eun Ho sedang bekerja di pusat anak. Tiba-tiba ada perempuan muda yang bicara padanya. “Di mana aku bisa bertemu dengan Cha Woo Kyung?”

“Ada masalah apa?”

“Jika tahu masalahnya. Kamu akan menyelesaikannya?” Eun Ho pun kembali dengan pekerjaannya. “Aku harus bertemu dengannya. Tolong beritahu aku.”

“Kamu harus memberitahuku masalahnya. Kamu tidak bisa…”

“Ibu Seok Wo.” Sapa Woo Kyung dari arah belakang.

***

Mereka akhirnya bicara di kantor.

“Aku tidak setuju dengan itu.” Ucap Woo Kyung.

“Bukankah ahjumma terlalu kasar? Kamu membunuh putraku. Kamu pikir 5000 dolar cukup untuk kompensasi?”

“Aku tidak berkewajiban untuk memberimu uang. aku mencoba membantu karena merasa kasihan kepadamu. Kamu seharusnya tidak mengambil keuntungan dariku.”

“Jika mau, aku bisa mengucilkanmu sepenuhnya. Seorang pembunuh anak menasehati anak-anak. Haruskah aku mengatakannya di internet? Haruskah aku mengajukan permohonan ke rumah biru?”

“Silakan.”

“Apa?”

“Kamu harus pergi.”

Perempuan muda itu akhirnya berlutut pada Woo Kyung. “Dengar ahjumma, aku mohon kepadamu. Aku mungkin akan diseret ke sebuah pulau. Aku takut setengah mati. Tolong selamatkan aku.”

Woo Kyung tidak peduli. Perempuan muda tadi akhirnya marah.

“Kenapa kamu bertingkah seperti ini jika ini selesai dengan 3000 dolar? Beri aku 3000 dolar. Bukankah kamu kaya? kamu membunuh putraku. Tidak bisakah kamu melakukan itu? jika kamu memberiku ang itu, aku akan memaafkanmu.”

“Memaafkanku?”

“Ya. aku akan memaafkanmu karena telah membunuh putraku. Aku tahu itu sebuah kesalahan. Orang-orang membuat kesalahan. Tidak masalah.” Kemudian Woo Kyung pun menampar… yaakk bagus.  Enam kali ditampar. Belasan kali sampai perempuan itu pergi.

Perempuan itu pun lari dengan wajah babak belur. Eun Ho pun melihatnya.

***

Woo Kyung terdiam atas apa yang ia lakukan. Tak lama, ia mendapatkan pesan dari ponselnya. Jawaban dari Red Cry bahwa Red Cry mengenal Cha Woo Kyung.

***

Sudah dikonfirmasi lewat CCTV bahwa Woo Kyung memang sering lewat rumah mendiang Ji Hye.

“Kenapa kamu berpikir bahwa Cha terlibat dalam semuanya?” Tanya Ji Hun pada Soo Young. “Karena dia penjahatnya? Abaikan prasangkamu. Dan mari kita mundur selangkah. Park Young Tae membunuh Park Ji Hye. Dia membantu tugas di Pusat anak-anak hanul. Selain itu, putri Ahn Seok Won, Ahn So Ra. Dia menerima konsultasi dari pusat anak-anak Hanul. Korban Lee Hye Sun, dia ditemuakan sebagai mumi di hanul. Lalu siapa yang kita lihat sebagai tersangka, Lee Eun Ho. Dia juga bekerja di hanul. Sersan Jeon Soo Young, yang kamu curigai Cha Woo Kyung, dia juga bekerja di hanul.”

“Kurasa pusat anak-anak hanul melakukan sesuatu yang salah.” Ucap Kwon.

“Korban, penyerang, tersangka, dan TKP.Semua terkonsentrasi di pusat anak-anak hanul. Ini menjawab kenapa Cha Woo Kyung terus muncul di berkas kasus kita.”

“Aku setuju.” Ucap Soo Young.

“Maksudmu, pelakukanya ada di pusat anak-anak hanul?”

“Maksudku, kemungkinan besar orang itu terkait dengan hanul.

Tak lama Woo Kyung datang dan berkata pada Ji Hun.

“Orang itu mengatakan bahwa mereka mengenalku.”

“Siapa?”

“Red Cry. Pembunuh itu.”

***

Ahjumma Kim akhirnya ditanya kembali.

“Aku pikir Nona Cha adalah Red Cry. Red Cry tahu segalanya yang hanya aku beritahu kepada Nona Cha.tidak ada yang tahu bahwa suamiku melakukan itu kepada So Ra.”

“Tapi orang lain mungkin memperhatikan…bagaimana kamu begitu yakin?”

“Sersan, aku mungkin seperti tidak tahu apa-apa. Tapi aku masih punya harga diri. Aku benar-benar tidak menginginkan So Ra terlihat begitu menyedihkan di depan orang lain. ini sangat disayangkan dan sial. Cukup aku yang dipandang rendah oleh semua orang.”

“Apakah itu sebabnya kamu menyembunyikan segala hal tentang So Ra kepada orang lain?”

“Aku bersumpah aku tidak memberitahu siapapun tentang So Ra. Aku hanya memberitahu Nona Cha. Aku tidak memberitahu orang lain.”

***

Woo Kyung pun diinterogasi lagi.

“jangan bertukar pendapat dengan kolegamu tentang klienmu dan kasus mereka?”

“Kim Dong Sook menginginkan kasusnya ditangani secara pribadi. Sudah menjadi tugasku untuk menjaganya seperti itu.”

“Apakah ada kemungkinan seseorang melihat catatannya?”

“Semua dokumen dan kata sandi pribadi disimpan dan dikelola dengan aman.”

“Jadi, itu rahasia yang hanya diketahui Kim Dong Sook dan kamu, tapi Red Cry mengetahuinya?”

“Orang itu, Red Cry, apakah mungkin orang itu ada di sekitarku? Kenapa kamu tidak menjawabku?”

“Kamu tahu lebih baik daripada aku.”

“Maksudmu?”

“Kamu mengirim Red Cry pesan dan bertanya apakah dia mengenalmu. Tidak ada yang bertanya begitu kepada seorang pembunuh. Kenapa kamu mengirim pesan itu?”

“Karena So Ra Omma salah mengiraku sebagai Red Cry.”

“Tapi itu bukan alasan menanyakan pertanyaan seperti itu. sudah saatnya kamu jujur. Kamu sudah ketahuan.”

“Ketahuan apa?”

“Bukankah kamu sudah mengasumsikan bahwa Red Cry mengenalmu?”

“Tidak. Kamu salah.”

“Apakah ada seseorang di sekitarmu yang mengganggumu?”

“Tidak.”

“Tidak ada yang mencurigakan?”

“Tidak.”

“Bagaimana dengan orang yang menghantuimu?”

“Tidak ada.”

“Bagaimana dengan yang menentang kekerasan terhadap anak?”

“Tidak ada.”

“Lalu kenapa kamu mengirimkan pesan seperti itu?”

“Karena orang bisa membaca pikiranku.”

“Red Cry?”

“Aku berpikir bahwa akan menyenangkan jika ayah So Ra mati. Belum cukup baginya menyiksa istri dan anaknya. dia mendapatkan uang asuransi melalui itu. aku memikirkannya puluhan kali. bagaimana kalau itu aku? Aku pasti sudah membunuhnya dengan tanganku sendiri.”

“Apakah kamu memberitahu Kim Dong Sook tentang ini?”

“Aku seorang konselor.”

“Kamu tidak bisa mengatakan ini karena kamu konselor, tapi Red Cry mengatakannya untukmu? Lalu meraka mewujudkan ide itu.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *