Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 31 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 31 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu cari tahu di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“Kamu melihat Ibu membunuhnya?”

“apa?”

“Dia menyusahkan. Dia mengganggu, selalu menangis dan merengek. Selalu bersimbah keringat dan air mata. setiap ibu berusaha memandikannya, dia pasti berteriak dan menangis. Memandikan dia seperti pertempuran. Ibu tahu hari yang kamu bicarakan. Satu hari dia tidak bisa bangun. ayahmu pucat dan membawanya ke UGD.”

“Lalu?”

“Ibu rasa itu pneumonia akut. Dia disuruh tinggal di tempat lain. ayahmu sadar Ibu tidak bisa mengurusnya.”

“Di mana anak yang ibu suruh tinggal di tempat lain?”

“Ibu tidak tahu. Ibu tidak mau mengambilnya lagi meskipun tahu. Ibu sama sekali tidak menyayanginya.”

“Tadi Ibu bilang Ibu kehilangan dia. kini Ibu bilang ayah meninggalkannya bersama keluarga lain.”

“Itu bukan kebohongan. Itu yang sebenarnya.”

“Ommaa…”

“Bisakah Ibu membuktikan dia sudah mati? Apa yang bisa membuktikan dia sudah mati? Ibu tidak tahu.” Gilakkk kejam bgt.

Episode 31 – Children of Nobody

Tae Joo kini di interogasi di kantor polisi.

“Adikmu tewas seperti itu. kenapa kamu bersikap seolah-olah tidak mengenalnya?”

“Orang korea sangat mementingkan hubungan darah. Jika kubilang adikku telah membunuh lima orang, bisakah aku terus praktik?”

“Pekerjaanmu dipertarukan?”

“Kira-kira begitu. pekerjaan dan reputasi, keduanya dipertaruhkan.”

“Kapan kamu menyadari Lee Eun Ho adalah adikmu?”

“Beberapa bulan lalu, dia datang ke klinikku untuk mengantarkan selebaran Hanul, perawat sedang tidak ada. jadi. Aku meneken berkasnya.”

Kilas balik. Dokter bertanya. “Lee Eun Ho, apakah kamu tumbuh di rumah malaikat hanul?”

“benar.”

Kilas balik begitu doang.

“Kami sempat mengobrol. Aku sadar dia adikk yang hilang. Canggung rasanya, tidak ada drama seperti yang kamu bayangkan. Keadaan canggung, dua pria, tidak tahu harus berkata apa. Kami sudah lama berpisah, dan tumbuh dalam keadaan yang berbeda. Kami mirip seperti dua orang asing.”

“Pria baik yang memberikan uang jaminan 20.000 dolar kepada siswa pelaku tabrak lari bersikap dingin kepada adiknya sendiri.”

“Kurasa karena dia adikku.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak suka dikendalikan emosi.”

“Menurutmu kenapa kamu di sini?”

“Entahlah. Menjadi kakak Lee Eun Ho bukan kejahatan. Kenapa aku di sini?”

Ji Hun memberikan berkas. “Dengan memanfaatkan lowongan pekerjaan itu, seseorang mendekati Ibunya Si Wan sebelum perampokan dan pembunuhan. Dia tersangka utama kami. Bukankah Bronx Medical Center terdengar familier?”

“Detektif, apakah aku satu-satunya dokter yang menjalani studi di sana?kamu berpikiran sempit. Apa alasan sebenarnya kamu mencurigaiku? Karena aku kakaknya Lee Eun Ho? Kakaknya pembunuh juga pasti pembunuh?”

Karena kesal. Ji Hun meminta Soo Young keluar. Ji Hun mematikan perekam dan mengunci ruangan. Sudah mulai kasar dan menendang meja.

“Yakkk Red Cry! Kamu senang adikmu disalahkan dan tewas? Kamu tenang? Kenapa? kamu pikir aku tidak tahu? Jangan bodoh. Aku tahu kamu pelaku sebenarnya.”

“Apa ini yang kamu lakukan kepada Eun Ho? Kamu menekannya tanpa alasan?”

“Alasan? Kamu penasaran? Haruskah kujelaskan? Kamu merencanakan semuanya. Kamu mencuri informasi dari hanul center dan memilih korban. Eun Ho kesepian dan stres, seorang kakak pasti penting. Kamu membuatnya membunuh orang. Teganya kamu melakukan itu kepada adikmu yang kama hilang. Kamu menyebut dirimu manusia?”

“Siapa yang Eun Ho bunuh? Ayahnya hana, pria yang di peternakan anjing? Apa yang kamu lakukan? Seseorang membantunya dan memberikan hana kepadanya. Orang itu adalah kamu.”

“Jaga ucapanmu.”

“Bukan kamu yang menyelamatkan hana, tapi Eun Ho. Lalu Eun Ho tewas di tanganmu. Dasar pembunuh. Kamu tidak ingat? Coba pikirkan. Kamu pasti ingat.” Dokter mengeluarkan pena dari kantungnya dan mengetuk-etuk. Ji Hun dihipnotis. “Saat menembak Eun Ho dari pistolmu, apa yang kamu pikirakan? Akhirnya aku bisa menangkap seorang pembunuh. Apa kamu senang?kamu merasa bangga? Tidak…. kamu pasti merasa tertekan dan putus asa. Kamu bermimpi buruk setiap malam. Kenapa? karena kamu tahu Eun Ho benar. Benar bukan?”

Ji Hun mengeluarkan air mata.

“Kamu sungguh ingin menangkap RC? Pikirkan baik-baik. Dia melakukan hal yang ingin kamu lakukan, tapi tidak pernah bisa. Bukankah begitu?”

Ji Hun kini marah dan mencengkeram dokter. “Hentikan tipu dayamu brengsek. Kamu pikir bisa mengendalikanku?”

Tae Joo tertawa. “Maafkan aku. Kukira kamu rasional dan tenang. Rupanya kamu cukup emosional. Dengan perubahan suasana hati. Aku tidak mengendalikan atau memanipulasi. Aku hanya bicara sesuai kenyataan. Selain itu, aku bukan RC.”

***

Tae Joo dibebaskan karena kurangnya bukti. Woo Kyung pun menemui Ji Hun di kantor polisi.

“Aku tahu siapa yang memberitahu Lee Eun Ho lokasi mercusuar itu. Yoon Tae Joo adalah kakak dari Eun Ho. Dia baru saja pergi.”

“Tidak mungkin.”

“Woo Kyung sshi. Aku yakin Tae Joo adalah RC. Ibunya Si Wan mendapatkan pesan dari RC setelah bertemu dengan Tae Joo. Dokter mengetahui rahasia ayahnya si wan saat berbicara dengan si wan. Kami yakin dia terus mendekati Ibu Si Wan sebagai tangisan merah sejak saat itu.”

“Itu tidak cukup untuk mencurigai Tae Joo.”

“Dia mendapatkan informasi dari Pusat Hanul, dia bisa membaca pikiranmu. Dia bertemu dengan hana dan si wan. Dan Eun Ho mengorbankan nyawanya demi melindungi dia. dia adalah kakaknya. Berhati-hatilah.”

***

Saat di mobil. Woo Kyung medapatkan pesan dari RC lagi.

RC; sudah saatnya mencari adikmu.

WK ; Ibuku bilang adikku dititipkan di rumah seseorang dan belum mendengar kabarnya setelah saat itu.

RC;  Cari jasad adikmu.

WK ; Kenapa kamu berpikir adikku sudah mati?

RC; Karena ibu tirimu pembohong. Cari adikmu.”

Dari kejauhan. Ji Hun memperhatikan Woo Kyung di dalam mobil.

***

Woo Kyung menemui Tae Joo.

“Sunbae kita sudah mengenal lama sekali. Kamu bisa saja memberitahuku kamu telah menemukan adikmu.”

“Orang sepertiku memiliki keluarga yang rumit, jarang membicarakan keluarga. Karena terlalu panjang jika dijelaskan. Lagi pula, kita jarang berinteraksi.”

“Pembohong. Kamu mengatakan seseuatu pada Eun Ho. Eun Ho tidak bisa kabur dari Direktur kepala. Kamu mengatakan itu karena kasihan kepadanya.”

“Mari kita hentikan. Aku tidak mau membicarakan Eun Ho lagi. Jadi, kamu yakin adikmu masih hidup?”

“Belum ada yang terungkap. Aku tidak boleh langsung menyimpulkan.”

“Itu sebabnya kamu harus mencari jasad adikmu. Kebohongan Ibu tirimu akan berhenti jika kamu membawa jasad adikmu ke hadapannya. Hanya Ibumu yang tahu kebenarannya, jika kamu tidak membawa bukti, dia tidak akan membuka mulut.”

“Sunbae… apakah kamu RC?”

“Apa?”

“Kamu mengatakan hal yang sama.”

“Entah siapa yang bilang sesuatu kepadamu, tapi aku bicara dengan akal sehat. Ibumu membodohimu selama ini. jangan biarkan dia membodohimu lagi. Itu akan sehat bukan?”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *