Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 15 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 15 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk cek selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“tidak. Dia tidak mirip sama sekali denganku.”  Ucap Woo Kyung yang kemudian mengambil sebuah foto lagi. “Kami mengambil foto ini di depan happy laundry. Dia tidak mirip denganku sama sekali.”

“Kamu benar. Ngomong-ngomong dia siapa? aku tidak mengenalnya. Aku tidak membantu.”

***

“Jangan percaya ibuku. Cha Woo Kyung tidak gila.” Dua detektif pun mendekat pada sang gadis.

“Bagaimana kamu tahu?”

“Dia pernah menjadi penasehatku dan dia benar-benar normal.”

“Lalu kenapa Ibumu berkata begitu?”

“Dia ingin menjelek-jelekkannya.”

“Menjelek-jelekan?”

“Mungkin karena dia lebih cantik. Ibuku bisa menjadi sangat kompetitif.” Anak itu pun bertanya pada Soo Young. “Kamu detektif? Kamu nampak modis untuk seorang detektif.”

“Heiii nak, kamu pernah memberi tahu data pribadi ibumu kepada seseorang?”

“Tidak.”

“Kamu menjualnya ke internet untuk mendapat untung?”

“Aku punya 10.000 dolar di rekening.”

“Kamu paling pintar di kelas dan punya banyak uang. pasti sangat menyenangkan.”

***

Gadis itu pun kembali ke rumahnya. “Dari mana saja kamu?”

“Membeli isi pensil.”

“Sudah makan camilanmu?”

“Sudah.”

“Ayo masuk.”

Anehnya. Anak gadis ini digeledah Ibunya. Ibunya menemukan lipstik dan mengambilnya. Sang Ibu kemudian memberikan setumpuk buku dan menyuruh anaknya belajar di ruang yang sangat kecil. Ruangan itu pun digembok.

***

Ibu tadi pergi lagi ke tokonya. Melihat anaknya di CCTV ponselnya sedang belajar. Sangat-sangat mengerikan.

Di dalam ruangan tersebut sang anak mengirim pesan diam-diam.

Polisi menanyai Ibu soal ponsel sekali pakai.

Guru, apa? Belajar saja.

Episode 15. Pemikiran sama

Ayah Eun Seo mengantarkan Eun Seo pulang dan memberikannya pada Ibu Woo Kyung. Ibu Woo Kyung minta bicara. Tapi belum jelas apa yang mereka bicarakan.

Hanya…

Saat Woo Kyung pulang dan di dalam mobil. Dia melihat mantan suaminya baru saja keluar. Woo Kyung pun masuk ke dalam unitnya.

“Min Seok datang.” Ucap Ibu.

“Ya. aku melihatnya.”

“Dia bilang ini bukan mimpi.”

“Apa maksud ibu?”

“Anak yang kamu cari adalah halusinasi. Kamu harus menemui dokter. Jangan menolak. Temuilah dokter.”

“Sudah dan aku sedang diobati. Aku sudah lebih baik. Aku tidak melihatnya lagi.”

“Lalu kenapa kamu menggambarnya dan membuat keributan? Jawab.”

“Karena aku ingat.”

“Ingat apa?”

“kenangan akan seorang anak yang dahulu aku kenal.”

“Siapa?”

“Enntahlah. Itu sebabnya aku mencari tahu.”

“Untuk apa mencari tahu? Jika teringat seorang anak yang dulu kamu kenal, apa itu bisa memberimu makan? Itu bisa menjaga anakmu?”

“Apa aku harus mendapatkan sesuatu dari itu? aku hanya ingin tahu karena penasaran.”

“Kamu memercayai kenanganmu? Selama satu bulan semenjak kecelakaan Se Kyung. Kamu ingat perbuatanmu?”

“Aku hanya berbaring di ranjang.”

“Benar, kamu mengingatnya dengan jelas, Min Seok marah soal mendapat jatah satu hari dalam sepekan untuk mengunjungi Eun Seo. Dia akan berkata apa kalau tahu keadaanmu sekarang? kamu bisa kehilangan anak selagi mengejar hantu. Kamu harus sadar.”

***

Kwon mengakan pada Ji Hun. “Hyung, ponsel sekali pakai itu dinyalakan dua hari lalu.”

“Kenapa baru bilang sekarang?”

“Aku belum selesai. Karena dinyalakan, ponsel itu terlacak bukan? Dari pukul 13.27 hingga 13.34 mereka menyalakan ponsel selama tujuh menit di jalan tol. Artinya kita bisa mencari keberadaan orang itu. tapi kenapa orang ini menyalakan ponsel di waktu khusus. Kenapa?”

“Pesan itu.”

“Ding dong deng… Cha Woo Kyung menerima pesan dari Red Cry di waktu yang sama yaitu pukul 13.31. tepat di waktu 7 menit  itu. tapi tidak bisa menyimpulkan nomor ini milik Red Cry jika hanya berdasarkan ini. ada banyak kemungkinan.”

Pelacakan emai pun dilakukan. “Ini nomor EMAI dari ponsel sekali pakai itu. apa yang bisa kita dapatkan dari ini?”

“Sudah aku bilang jangan bicara seperti itu. bicara yang benar.” Ucap Ji Hun.

“Kamu bisa menemukan riwayat akses internet mereka. Jika aku mengambil nomor EMAI mereka untuk melihat apa mereka mengakses situs. Bukan hanya itu. ini riwayat masuk Red Cry. Tanggal, waktu dan alamat IP sangat cocok. Artinya pemilik ponsel itu adalah Red Cry.”

***

Ji Hun mulai bicara.

“Saat Park Ji Hye dibebaskan. Dia memakai telpon umum di dekat rumahnya untuk menelpon Red Cry. Red Cry mengunjungi rumah Park dan memancingnya ke lokasi pembunuhan. Setelah itu, mereka menggunkan data pribadi park untuk bergabung dengan situs. Pelaku mendekati Kim Dong Seok dengan nama virtual Red Cry. Kita akhirnya mendapatkan nomor ponsel Red Cry yang menjadi pelaku utama.”

Kwon giliran bicar. “Sejak menemukan nomor ponsel itu, kasus ini sedikit terpecahkan. Selama ini mereka hanya mengangkat satu panggilan dari Park. Apa mereka akan mengangkat telponku?”

“Apa kamu akan mengangkatnya jika jadi mereka?”Tanya Ji Hun pada Kwon. “Mereka akan mendapatkan nomormu. Tinggal masalah waktu sebelum mereka mengetahui bahwa kamu adalah polisi. Selanjutnya, ponsel itu didaftarkan atas nama siapa?”

Soo Young menjawab. “Min Ha Jung. 45 tahun. dia bercera 10 tahun lalu dan tinggal dengan putrinya. Dia terkenal kaya dan memiliki toko mewah di gangnam. Dia punya beberapa catatan kriminal. Dia melempar sampah kepada orang, bernyanyi dengan lantang, mencampuri urusan orang dan menyerang seseorang, serta merusak properti.”

Kwon pun heran. “Bagaimana bisa dia melakukan banyak tindak kriminal itu?”

“Kita harus menemui korbannya.”

***

Ji Hun dan Soo Young menemui para korban dan memang ahjumma Min Ha Jung adalah orang yang menjengkelkan. Sampai pada seorang ahjumma yang ditanyai.

“Kamu kenal Cha Woo Kyung?”

“Tentu saja. dia sangat akrab dengan Min Ha Jung. Dia bilang, siapapun yang menganiyaya anak harus dieliminasi. Dia terlihat pemalu, tapi sebenarnya sangat kasar.”

***

Kini Woo Kyung yang ditanyai lagi.

“Min Ha Jung? Ada apa dengannya? Apa yang dia katakan tentang aku?”

“Dia bilang, kamu berubah setelah kecelakaan adikmu. Dia bilang kamu menjadi gila.”

“Adikku pergi setelah bertengkar denganku. Itulah saat dia mengalami kecelakaan. Jika aku tidak gila, itu baru aku aneh.”

Soo Young kini angat bicara. “Apa Min Ha Jung berhenti menyukaimu karena kamu menjadi gila?”

“Apa kaitan itu dengan yang sedang terjadi saat ini?”

Ji Hun menjawab. “Nama yang terdaftar untuk ponsel yang digunakan Red Cry adalah Min Ha Jung. Dia bilang itu pencucian identitas, tapi ternyata kamu mengenalnya, itu tidak bisa diabaikan.”

“Semua kasus hingga saat ini berhubungan denganmu. Bagaimana menurutmu?” Tanya Soo Young.

“Aku yakin kamu saksi penting. Itu sebabnya kami butuh kesaksian jujurmu. Tolong ceritakan semua yang kamu tahu tentang Min Ha Jung.”

“aku tidak tahu apapun. Dua tahun terkahir ini, kami tidak saling bicara.”

“Kudengar kalian berdua akrab.”

“Kami hanya berteman di grup.”

“Dahulu kalian dekat. Kenapa sekarang tidak?”

“Kami tidak pernah dekat dan tidak pernah berpisah.”

“Kenapa Bit Na menyukai wanita yang tidak disukai Ibunya? Dia sangat pintar di kelasnya dan lebih kaya dari aku. Dia anak yang berani.”

“Dia pintar.” Ucap Woo Kyung membenarkan.

“Kamu dan Min renggang karena Bit Na?”

“Sudah aku bilang, kami tidak pernah renggang.”

“Kamu percaya Min Ha Jung adalah Red Cry???” tanya Ji Hun

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.