Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Woo Kyung menjawab. “Dia termperamental. Tapi tidak akan membunuh.”

“Pembunuh akan menampakkan perbuatannya.Red Cry dan Min Ha Jung berpandangan sama terhadap penganiyayaan anak.”

“Bagi seorang anak, orang dewasa adalah dunia besar yang tak mereka pahami. Di mata anak, orangtua mereka adalah dunia dan semesta. Cobalah banyangkan semesta menyerangmu. Apa yang lebih kejam dari itu? kamu hanya membicarakan sudut pandang, aku setuju dengan opini itu.tapi tetap saja, itu tidak berarti semua orang menjadi pembunuh.”

***

Ji Hun dan Soo Young seperti biasa ngobrol di jalan.

“Kurasa dia dan Min Ha Jung terkait.” Ucap Soo Young.

“Kenapa? mereka nampak seperti komplotan?”

“Bukan begitu. tapi ada sesuatu yang tidak beres.”

“Berapa kali kita kemari?” Tanya Ji Hun.

“Entahlah.”

“Kita lebih sering kemari daripada tempat lain sejak investigasi mulai. Hanul center.” Tiba-tiba mereka melihat Eun Ho yang sedang bekerja. “Aku tidak bisa membedakan masalahnya pada Cha Woo Kyung atau Hanul Center.”

Ji Hun kembali lari dan menemui Woo Kyung lagi.

“Aku ingin bertanya sesuatu. Apa komputer yang kamu gunakan terhubung dengan internet?”

“Ya.”

“Hanul center sendiri seharusnya punya sistem datanya sendiri bukan?”

“Ya. kenapa?”

“Kamu menyimpan data masuk klienmu di internet?”

“Ya.”

“berkas Kim Dong Sook juga kan?”

“Ya. ada apa?”

“Kenapa tidak terpikiran olehku.”

***

Kwon pun mulai memerikasa. “Ini sama seperti perusahaan perangkat lunak lainnya. Ada sistem elektronik dan folder aman untuk semua pegawai. Server pusat perkumpulan memiliki tiga lapis keamanan.”’

“Tidak ada jalan masuk?” Tanya Ji Hun.

“Tidak ada.”

“Itu tidak bisa diretas?”

“Tidak sama sekali. Ada satu hal yang menggangguku. Dua bulan lalu dilakukan pemeriksaan pemeliharaan program ini. mereka bersiap jika sistem ini beku dan terkadang mereka memasang kunci master.”

“Kunci master?”

“Ya. dalam waktu terbatas. Hak untuk bisa melihat,menyetjui, dan menghapus semua data diberikan kepada orang tertentu.”

“Maka pelakunya bisa mengakses folder Cha Woo Kyung saat itu. siapa yang memegang kunci master?”

“Biasanya kepala bagian IT. Yang menggangguku adalah pada kasus Hanul Center, direktur punya akses itu.”

***

Langsung ke direktur nih…

“Master Key? Biasanya itu tanggung jawab kepala IT. Aku tidak mengerti. Detektif, aku tidak paham apun soal komputer. Aku hanya bisa bermain poker.”

“Kamu harus melakukan pembayaran. Semua elektronik saat ini.”

“Aku hanya mengklik ya begitu sekertarisku mendaftarkanku.”

“Sekertarismu yang mendaftarkan aksesmu?”

“Sudah aku bilang aku hanya bermain poker.”

“Apa ada orang lain sekalin sekertarismu yang tahu akun dan kata kuncimu?”

“Sekertaris Kim tahu, pak Han dari keamanan juga tahu. Putriku juga tahu.”

“Bagaimana dengan Lee Eun Ho?”

“Eun Ho, mungkin dia juga tahu. Pak Shin dari keuangan juga tahu. Terkadang aku memintanya ke bank. Lalu siapa lagi ya? apa aku melakukan kesalahan?”

“Tidak. Dari pukul 13.27 hingga 13.34 pada tanggal 30 november. Apa kamu berada di tol olympic?”

“Tanggal 30 november…. aku pergi ke pulau Jeju untuk main golf. Mungkin aku sedang makan siang saat itu.”

***

Dua detektif ini lagi-lagi ngobrol di jalanan.

“Apa gunanya memiliki sistem keamanan mahal jika direktur bodoh mengacaukannya?”

“Kita harus mengecek alibi semua orang yang memiliki kunci master.”

“Periksa semua anggota staf. Itu cara terbaik.”

***

Soo Young pergi ke ruang CCTV Eun Ho.

“Beruntung CCTV menghadap taman. Apa aku aman?”

“Ya.”

“ada pelaku yang melakukan sesuatu di pusat hanul? Kamu mendadak menginvestigasi semua staf.”

“Aku tidak yakin soal itu.”

Soo Young menemukan lukisan hana. “Bukankah ini hana?”

“Ya, senyumnya sangat manis. Aku kadang melihatnya di hanul center. Dia nampak lebih ceria dibandingkan dulu.”

“Kamu pasti menyukai anak-anak.”

“Ketika melihat senyuman mereka, aku merasa semua hal jahat dalam diriku terhapuskan. Seorang wanita ditemukan tewas di atas. jika itu tidak terjadi, Ha Na tidak akan tersenyum hari ini. tapi tentu saja, membunuh memang buruk.

***

Woo Kyung melihat anak yang mendapatkan perawatan. Dia adalah anak yang ia temukan di rumah kotor bersama dengan Ji Hun tempo hari.

“Bagi anak yang diabaikan untuk waktu lama,kesehatannya sangat baik.” Ucap Perawat.

“Hee Soo. Kamu ingat kakakmu? Ini gambar kakakmu, lihatlah.”

“Oppa.” Hee Soo melihat gambar kakaknya.

***

“Kami menemukan ayahnya. Tapi dia dipenjara akibat mencuri. Dia tidak dapat hak asuh. Masalahnya adalah Ibunya.” Ucap ahjumma nggak tahu namanya pada Woo Kyung.

“Dia tidak berniat membesarkan anak. Carikan dia rumah lebih dahulu.”

“Aku tidak bisa menghubunginya.”

“Siapa?”

“Ibu anak itu. dia harus meneken formulir persetujuan.”

Woo Kyung pun mencoba menghubungi Ibu Seok Wo namun tidak aktif nomornya.

Kenyataanya. Ahjumma muda itu sedang dirawat di rumah sakit.

***

Woo Kyung melihat pameran lukisan. “Terima kasih sudah berkunjung. Kamu bisa meneken buku tamu di sini?” Woo Kyung pun memberikan namanya di lembar buku tamu.

“Bukankah kamu bersekolah TK Morang di Daejeon?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Aku juga sekolah di sana. Aku menghubungi semua orang dari angkatan kita dan akhirnya menemukanmu. Seharusnya aku menelpon lebih dahulu. Tapi kamu tidak punya sosial media. Beruntung, kamu mengadakan pameran.”

“Kamu sengaja mencariku?”

“Aku Cha Woo Kyung. Kamu tidak ingat?” Woo Kyung memberikan foto. “kita cukup akrab saat kita kecil.”

“Aku memang ada di foto,tapi apa kita dekat?”

“Sudah cukup lama, mungkin kamu tidak ingat.”

“Aku ingat semua teman dekatku. Tapi aku tidak mengingatmu sama sekali.”

***

Masih penasaran. Woo Kyung mencari sesuatu di dalam gudang.

“Aku tidak melihat barang lamaku ketika masih TK.”

“Kita membuangnya saat pindah ke Seoul. Kita tidak bisa membawa semua barang di perjalanan panjang.”

“Saat aku masih kecil, ayah akan duduk bersamaku dan menunjukkan foto album. Dia sama sekali tidak melakukan itu bersama Se Kyung. Kenapa dia melakukannya bersamaku?”

“Dia sangat menyayangimu, dia tidak memedulikan Se Kyung. Ayahmu sangat mendiskriminasi.”

“Aku bertemu dengan teman TK-ku. Dia tidak mengenalku. Aku bertemu dengan teman baikku, dan bilang kami tidak akrab. Omaaa… bukankah itu aneh. Ingatanku dan mereka jauh berbeda.”

“Kamu sungguh tidak ada kegiatan lain?”

“Masalahnya bukan ingatan yang berbeda. Aku tidaka percaya kepada diriku sendiri. apa aku sungguh mengingat semuanya dengan benar? Aku tidak percaya apapun.”

“Bukankah akan lebih aneh jika kamu bisa mengingat 30 tahun lalu?”

“Ayah. Dia menggangguku. Kenapa dia terus memperhatikan foto dan menceritakan masa laluku? Itu menggangguku.”

“Sudah Ibu bilang.dia menyayangimu sebagai anak tertua.”

“Bukan agar aku mengingat hal yang terpaksa harus aku ingat? Bukan itu? aku merasa aku ingat apa yang ayah suruh untuk aku ingat, bukan ingatanku yang sesungguhnya. Ibu tahu bukan? Kenapa ayah melakukan itu? kenapa?” Woo Kyung mulai menangis.

“Kamu sungguh harus menemui dokter.”

***

“Tidak ada staf hanul yang berada di tol olympic saat itu. alasan direktur menjadi kunci master adalah karena banyak orang yang tahu akun dan kata sandinya. Itu demi kemudahan.” Begitulah laporan Soo Young.

Kwon bicara. “Kita punya akun dan nomor pelaku, bahkan seseorang bertukarpesan dengan Red Cry. Jadi kenapa kita tidak bisa tahu siapa red cry?”

“Kamu mencari Min Ha Jung? Bukankah aku menyuruhmu memeriksa ponsel dan catatan finansialnya?” Ucap Ji Hun pada Kwon.

“Aku sedang melakukan itu. kamu pikir aku pemalas?”

Ji Hun mendapatkan panggilan telpon. “Tunggu. Kenapa tidak bisa dilanjutkan? Bukti apa lagi yang kamu butuhkan untuk surat penahanan? Hukum apa yang membiarkan penganiyaya anak menemui anaknya? dia penganiaya anak. Aku detektif….”

Telpon dimatikan.

Ji Hun mengamuk dan membanting kertas.

***

Woo Kyung menjawab telpon. “Permintaanya ditolak? Apa yang terjadi pada saat ini?” Tanya Woo Kyung pada Ji Hun.

“Aku benci mengatakan ini, tapi kita tidak punya pilihan lain, maafkan aku.”

***

Hana dibawa oleh Ji Hun dan Woo Kyung ke rumah ahjussi.

“APA? Luar biasa… kamu menemui konsultan pencuri?”

“Dia bertanggung jawab untuk konsultasi Ha Na.” Ucap Ji Hun.

“Yakkk… kamu anakku? Sungguh? Sungguh? Apa dia mirip denganku? Apakah kita mirip? Aku pikir tidak, kamu sungguh putriku?”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!