Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 18 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 18 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Soo Young memberikan laptop dan ponsel kembali kepada Min Ha Jung. “Silakan pakai kembali seperti yang dulu.”

“Aku tahu kamu detektif, tapi bukankah kamu mengganggu warga negara yang baik seperti aku?”

“Terima kasih atas kerjasamanya.”

***

Soo Young keluar dan masuk kembali ke dalam mobil bersama Ji Hun.

“Dia tahu kita mencurigainya, menurutmu Min Ha Jung menghungi Red Cry?” Tanya Soo Young.

“Kenapa? mustahil dia melakukannya.kenapa kamu tidak tidur siang saja? kamu mengandalkan kemungkinan selama penyidikan? Terkadang menunggu tanpa harapan agar sesuatu bisa berhasil.” Mereka berdua pun hanya mengintai di dalam mobil.

Ada Bit Na yang baru pulang sekolah. “Murid terbaik itu pulang.” Ucap Ji Hun.

***

Bit Na masuk ke dalam rumahnya. Tak disangka, ia melihat Tutornya sedang bermesraan dengan Ibunya. Bit Na kaget melihatnya. Ia pun langsung lari.

Kejadian Bit Na yang lari sesaaat setelah masuk rumah pun dilihat oleh duo detektif.

***

Bit Na ada puncal gedung. Bit Na menangis kayak awakarin diputusin sama Gaga.

Di sisi lain, Woo Kyung yang sedang bekerja mendapatkan telpon oleh Bit Na.

“Halo Bit Na. Ada apa?”

“Bu Cha, aku harap Ibu mati saja.” Bit Na tambah menangis. “Bu Cha, tolong aku.”

Tak lama dengan mobilnya, Woo Kyung menjemput Bit Na dan membawanya ke pusat anak. Saat masuk ke pusat anak, Eun Ho pun melihatnya.

***

Bit Na diwawancara sambil direkam. “Sejak kapan?”

“Begitu aku masuk SMP, dia mulai memasang kotak belajar. Durasinya 3 jam saat hari kerja, dan lima jam saat akhir pekan. Di SMA, lima jam saat hari kerja dan delapan jam dia akhir pekan.” Anjayyy udah nggak waras ni emak.

“Selagi dikurung, kamu belajar?”

“Aku menekan bel darurat saat merasa sakit atau harus ke toilet. Saat nilaiku turun, atau aku melakukan sesuatu yang mengganggunya. Pukulan cinta itu dimulai.”

“kenapa kamu baru bilang sekarang?”

“Karena dia ibuku. Semua perbuatannya benar dan dia melakukannya karena sayang kepadaku. Dipukuli dan terluka juga. Semuanya hanya sesaat. Semua akan berakhir saat aku masuk kuliah. Tapi, kurasa aku bisa mati sebelum semua ini terjadi.” *pengen nangis akutu.

Woo Kyung pun memeluk Bit Na.

***

Saat pengintaian di depan rumah Ha Jung. Tiba-tiba ada polisi datang dan menciduk Ha Jung.

“Apa itu?” Tanya Ji Hun.

“Kurasa mereka dari kantor kita.”

Tak lama Ha Jung keluar. “Kenapa?kenapa Ha jung keluar bersama mereka?” Ji Hun pun mengikuti mereka.

***

Langsung tanya-tanya di kantor polisi. “Dugaan kekerasan anak. Kami akan menyerahkannya kalian, tapi melakukannya sendiri sebab kami yang menerima laporannya.”

“Anaknya yang melaporkannya?”

“Bukan. Konselornya.”

“Cha Woo Kyung?”

“Kamu mengenalnya? Dia dalam perjanan kemari.”

“Kenapa dia kemari?”

“Tertuduh menolak bersaksi.”

***

Ada Cha Woo Kyung, Min Ha Jung dan seorang polisi.

“Sudah aku duga kamu akan membuat masalah dengan anakku. Kamu membujuk dan mendorongnya bukan?”

“Aku tidak bisa menjaga Bit Na dua tahun lalu. Aku sangat menyesalinya.”

“Berhenti berpura-pura. Pikirmu situasi ini masuk akal? Seluruh dunia tahu caraku membesarkan anakku. Beraninya kamu nenuduhku?”

“Kamu ingat Hae Chan?” Woo Kyung mengluarkan foto Hae Chan. “Kita berdua marah besar. Kita menyebut ayahnya binatang.”

“Kenapa membahas itu?” Woo Kyung pun mengeluarkan foto Bit Na.

“Ini foto-foto Bit Na yang diambil hari ini. bisa bedakan kedua anak itu?”

“Tidak…. tidakk….”

“Apa bedanya kamu dengan ayahnya Hae Chan yang kamu sebut binatang itu?”

“Aku berbeda. Tentu saja aku berbeda. Aku melakukannya demi Bit Na. Jika dia terus bertahan, masa depannya akan berubah. Tapi dia terus teralihkan. Kamu juga Ibunya Eun Seo, pasti tahu rasanya. Aku melakukannya demi masa depan putriku.”

“Ayahnya Hae Chan melakukan hal serupa. Katanya dia melakukan itu untuk memperbaiki kebiasaan buruk anaknya. dia melakukan itu demi masa depan anaknya. katanya tidak ada pilihan selain memukul Hae Chan. Min Ha Jung kamu menganiyaya seorang anak.”

***

Bit Na dibawa ke rumah Woo Kyung.

“Kamu yakin tidak keberatan tidur di sofa?”

“Aku tidak mau tidur sendirian.” Bit Na pun langsung ke sofa.

“Begitukah? Kalau begitu, aku akan tidur bersamamu hari ini.” Woo Kyung menyiapkan selimut di bawah.”

“Dimana keluargamu?”

“Eun Seo pergi menemui ayahnya.”

“bercerai?”

“Ya.”

“Setidaknya Eun Seo bisa menemui ayahnya. Aku belum menemui ayahku selama bertahun-tahun.”

“Kenapa? kamu merindukan ayahmu?”

“Tidak. Tidak sama sekali.” Saat Bit Na berbaring ia menemukan buku dongeng berjudul Children of Nobady.

“Maaf… Eun Seo pasti meninggalkannya di sana.”

“Itu dongeng yang ada harimau menyamar sebagai ibu anak-anak dan memangsa mereka bukan?”

“Sebenarnya harimau itu tidak memangsa mareka. Anak-anak itu melarikan diri dan menjadi matahari dan bulan.”

“Saat masih kecil, interpretasiku tentang dongeng itu berbeda. Kupikir ibu yang menyamar sebagai harimau.”

“Kenapa menurutmu begitu?”

“Karena ibuku, biasanya dia ibu yang baik, tapi kadang bisa berubah menjadi harimau. Tapi kali itu terjadi, aku membayangkan dia menyamar sebagai harimau. Jika aku menjadi anak yang baik, ibuku pasti akan kembali seperti biasa. Karena itulah, aku harus menjadi anak baik dan belajar lebih keras. Tapi aku rasa semua itu percuma.” *ini kok sedih bgt yaa…

***

“Kamu mengakui telah menganiyaya putrimu bernama Lee Bit Na? Kamu menempatkan anakmu di ruang belajar dan mengurungnya? Kamu menyiksa anakmu dengan sebuah tongkat?

Min Ha Jung menangis.

“Terakhir, kamu mengakui semua kesaksian ini?”

***

Eun Ho, di tempatnya sedang menggambarkan sketsa dengan hati riang.

***

“Dia semangat sekali berjuang untuk pencegahan kekerasan terhadap anak. Tapi dia malah menyiksa putrinya sendiri di rumah. Aku harus bagaimana soal ini?” Tanya Ji Hun kepada dua rekannya.

“Ada film yang mengisahkan seorang pria pembenci homoseksual, tapi dia sendiri homo. Mungkinkah mentalitas mereka sama?” Ucap Kwon.

“Aku rasa Min tidak menyedari dia penyerang.” Ucap Soo Young.

“Mana mungkin tidak tahu usai memukuli anak begitu?”

“Dia punya alasan. Itu demi masa depan anakku dan agar dia bisa mengirimkannya ke kampus bagus. Yang aku lakukan bukannya penyiksaan, itu cinta, semacam itu alasannya.”

“Aku sama sekali tidak bersimpati, tapi wawasanmu luas.” Ucap Ji Hun pada Soo Young,

“Red Cry dan Min Ha Jung berkaitan? Pandangan kita tentang Min Ha Jung berubah total. Mustahil dia temannya Red Cry. Jika terus begini, dia akan menjadi korbannya RC bukan?”

***

Ada pesan.

Ini sangat mengejutkan, aku amat kecewa kepadamu. *ucap seseorang pada Min Ha Jung.

Aku punya alasan sendiri.

Anakmu memahami alasanmu?

***

Di saat yang sama, Kwon menerima notifikasi bahwa RC telah aktif ponselnya. Langsung dicari.

“Di kantor pos di Pyeongtaek.”

“Hubungi kantor polisi di daerah sana. Cepat.” Ucap Ji Hun. Kemudian ia dan Soo Young langsung ke TKP. Dengan dibantu Kwon yang menunjukkan tempat, Ji Hun menuju lokasi yang dimaksud.

Lokasinya dalah pusat surat dan paket. Ji Hun mulai menyadari bahwa bukan orang yang mereka cari. Melainkan ada di sebuah paket.

Soo Young pun menduga RC melakukan hal itu agar konsentrasi mereka buyar terhadap Min Ha Jung.

Bersambung ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *