Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 20 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 20 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Catatan konseling Hana dilaporkan Woo Kyung pada Direktur.

“Kamu ini ikut campur saja.” Ucap Direktur. “Apa salahnya jika seorang ayah ingin membawa anaknya?”

“Kamu barus saja melihat catatan konselingnya. Hana korban kekerasan anak.”

“Bu Cha….”

“Untungnya, keluarga asuh yang bersama Hana sekarang bekerja sama dengan Pusat Hanul. Saat Go Sunh Hwan membawa Hana kembali,  kamu bisa menolaknya.”

“Ayolahh Bu Cha… berhenti memedulikan sesuatu yang tidak menghasilkan uang. pikirkan cara menghasilkan uang. ini bukan badan amal.”

“Beberapa hari lalu, Si Wan datang untuk berpamitan. Katanya, konselingnya sudah selesai. Si Wan bilang ayahnya memintamu untuk menyelesaikan koselingnya lebih cepat.”

“Kenapa malah membahas itu?”

“Kudengar ayah Si Wan mendonasikan banyak uang untuk pusat ini. kamu menyebutnya itu menghasilkan uang?”

“Ayolah Bu Cha…. konseling Si Wan diputuskan sebagai tindakan disipliner.”

“Jumlah kunjungan konselingnya tidak bisa seenaknya diubah. Tapikamu memotong tiga pekan masa konselingnya.”

“Kamu sedang mengancamku ya?”

“Aku sedang mengajukan komplain.”

“Ayolah Bu Cha, kamu sedang tidak waras ya?”

“Jika, terjadi sesuatu pada hana, bukan anda saja yang akan mendapatkan masalah. Tapi pusat ini juga.”

Woo Kyung mengeluarkan ponselnya yang sedang merekam. “Aku akan bersaksi bahwa aku sudah memperingatkanmu.”

***

Pengacara bertemu dengan Pak Go.

“Apa katamu?” Pak Go sangat kesal dan emosional mendengarnya. “Mereka bilang lingkungan ini bagus dan aku lolos sebagai walinya. Tapi aku tidak bisa membawanya? Kenapa?”

“Mereka bilang tidak bisa mengeluarkannya karena anak itu korban kekerasan.”

“Pengacara, dengarkan aku baik-baik. Hana itu anakku, dia darah dagingku.”

“Itu maksudku, jangan khawatir. Jika mengajukan peringatan untuk kasusmu, kita bisa membereskannya. Karena kasusnya sudah jelas, perkiraanku sekitar satu bulan.”

Pak Go kesal dan mukanya kaya orang mau eek. “Sebulan???? Aku mengeluarkan banyak uang untuk mempekerjakanmu.jika memang pintar, coba pikirkan. Kamu harus bekerja sesuai dengan upahmu. Apa-apaan ini?”

“Kamu mau aku menculiknya atau bagaimana?”

“Culik dia dan bawakan kemari sekarang juga. Bawa dia kehadapanku.”

Pengacara yang kayaknya masih waras. Akhirnya meninggalkan Pak Go.

***

“Dia tunawisma, menyaksikan kejahatan, dan bahkan sempat diculik.pernah kamu melihat anak umur tujuh tahun seperti itu? hana itu anak istimewa. Karena itulah dia membutuhkan penanganan para ahli.” Ucap Direktur Hanul pada Pak Go.

“Tapi kenapa kamu memutuskan soal siapa pengasuhnya? Aku ayahnya.”

“Menjaga hana di sini tidak menghasilkan apa-apa bagi kami. Kami hanya melakukannya demi kebaikan sang anak.”

“Kamu sebenarnya salah makan atau bagaimana? Sebenarnya kamu ini kenapa? jika kita mentaati hukum, tapi dia putriku dan akhirnya harus bersamaku. Kenapa kamu keras kepala sekali?”

“Itu pendirianku.” Ucap direktur yang juga sebenarnya kesal.

“Kamu pasti butuh uangkan? Aku bisa memberimu uang. uangku banyak.”

“Hana sedang sakit. Kamu tidak bisa mengirim dia ke tempat asing baginya. Setidaknya, tidak dengan kondisi sekarang.”

“Kamu membuatku gila. Bagaimana agar aku bisa membawanya?”

***

Direktur bicara dengan Woo Kyung via telpon.

“Aku sudah bicaranya dengannya.seperti katamu, dia tampak terburu-buru. Dia menyetujui pengobatan rutin untuk hana dengan pak Yoon.”

“Terima kasih.”

“Jangan berterima kasih kepadaku, Bu Cha, jangan terlalu kaku begitu,  semua orang punya keburukan jika kita mencari tahu lebih dalam.” Telpon ditutup.

****

Ji Hun dan Soo Young mendatangi rumah pemilik situs. Rumahnya sangat berantakan.

“Apa yang bisa aku bantu?” Tanya pemilik web.

“Kamu mengelola situsnya dari sini?”

“Ya.”

“Sendiri?”

“Ya.”

“Dengan komputer itu?” Ji Hun menunjuk pada komputer.

“Ya.”

***

Giliran Kwon yang menganalisi di kantor.

“Bersih… isi diska kerasnya berantakan. Tapi pokok investigasinya bukan itu. sistem mereka tidak mengizinkan para anggota saling mengontak diam-diam. Selain itu, tidak ada tanda-tanda khusu situs itu diretas.”

“Apa yang dilakukan Min Ha Jung dan Park Yong Tae di situs itu? apakah kebetulan hobi mereka sama? tidak masuk akal.” Ucap Ji Hun.

Kali ini Ji Hun dan Kwon mendapatkan hadiah dari atasan mereka. Ternyata hadiahnya adalah semacam kaleng. Tapi setelah dibuka isinya adalah celana dalam. Dari situ, Ji Hun memikirkan bahwa situs itu hanya semacam ruang rahasia. Jadi, situs itu semacam kaleng yang belum dibuka apa isi sebenarnya.

Kwon dapat perintah penyidikan lebih dalam lagi.

***

Hana mendapatkan konseling.

Hana membuat mainan. “Ini pohon natal.”

“Kamu sangat pandai membuat benda-benda.” Hana dapat pujian. Saat ada benda semacam alat musik. Hana penasaran dan ingin tahu benda macam apa itu?

Dokter memutar benda itu. dan suara keluar…’hana terdiam.

***

Hana keluar dan bertemu dengan Woo Kyung.

Kemudian saatnya Woo Kyung mendengar apa yang dikatakan dokter.

“Dia gadis yang amat rajin. Karena itulah dia amat pandai menyembunyikan perasaannya.”

“Itu sebabnya dia tidak mau bicara?”

“Aku yakin itu hanya sebagian kasunya. Aku sudah memeriksa catatan konsultasi yang kamu kirim, dan ini amat sulit. gadis ini sudah mengalami banyak hal dan dia berada di bawah sugesti hipnotis kuat.”

“Karena itulah aku meminta bantuan Sunbae.”

“berapa banyak sesinya?”

“Tiga kali pengobatan, dua kali sepekan.”

“Baguslah ayahnya mengambil saran itu.”

“Mungkin dia pikir itu lebih baik dari pada aku di dekat Hana. Dia tidak tahu Sunbae lebih parah dariku. Kita harus mencari tahu soal perbuatannya kepada Hana.”

“Emosi hana harus stabil. Bukankah begitu?”

“Itu sudah pasti.”

“Membuat anak angkat bicara bukan prioritas. Mencari tahu perbuatan ayahnya  untuk menghukum dia tidak selalu menjadi pilihan terbaik.”

“Aku hanya memikirkan yang terbaik untuk hana.” Ucap Woo Kyung.

“Woo Kyung, kamu terlalu mengkhayati padahal dia bukan pasienmu. Sebaiknya kamu menjaga jarak.”

***

“Aku harus memakaikan ini pada hana?” Tanya Ji Hun pada Hong.

“Jika dia menekan tombolnya, sirine darurat akan berbunyi. Polisi akan dikerahkan.”

“Tapi percuma jika Pak Go melepaskan ini dari tangannya.”

“Tidakkah kamu tahu keberadaan kita untuk menekan angka kejahatan? Jika mengetahu ini, dia akan mengendalikan diri.”

“Aku hanya kecewa pada diriku sendiri padahal aku seorang polisi.”

“Menjadi polisi bukan berarti kita bisa mengangkap semua penjahat. Kita bukan pahlawan. Kita hanya alat keamanan. Agar tidak banyak kejahatan di dunia ini. jangan terlalu memaknai pekerjaanmu.”

*wwwwwwwhhaaaa nasehat yang sama yaa? Kayak Woo Kyung dari Sunbaenya.

***

Di pusat Hanul. Hana diajak untuk menghapalkan nomor Woo Kyung. Hana bahkan diajak praktek langsung bagaimana cara menggunakan telpon.

Lewat CCTV, Eun Ho tahu ada Ji Hun di luar pusat Hanul dan ada Pak Go yang datang.

Ji Hun pun langsung mengabari Woo Kyung bahwa Pak Go sudah datang.

“Apa maksudmu perlindungan pribadi?” Tanya Pak Go pada Ji Hun begitu tiba.

“Hana korban kekerasan. Jadi kepolisian mengawasinya. Kepolisian setempat bisa mendadak mengunjungi Hana untuk memeriksa keadaan.”

“Untuk apa memeriksa dia padahal aku walinya? Menjadi polisi apakah sebosan itu?”

“Ada yang lebih penting daripada melindungi anak-anak? Aku akan terus menghubungimu. Sering-sering.”

Hana pun keluar dengan Woo Kyung dengan koper.

Pak Go langsung memeluk Hana.

“Kamu pasti senang? Kamu akan ikut dengan ayah.kamu senang bukan?”

Saat itu juga Ji Hun memakaikan jam pada hana. “Jika suasana hatimu buruk atau kamu merasa takut, atau ada yang kamu kamu katakan, kamu lihat tombol kuning itu? jika kamu menekannya, ahjussi akan mendatangimu.”

“Apa ini akan mengubah sesuatu?” Tanya Pak Go.

“Kubilang, aku akan sering memeriksa. jika merasa ada yang aneh, aku akan datang bersama polisi setempat. Jika kamu tidak percaya, tekan saja tombolnya.”

“Apapun kasusnya, kalian menjaga putriku sampai akhir. Aku terharu sampai ingin menangis.”

Woo Kyung berkata. “Semuanya mengawasi Hana, ingat itu.”

“Jangan khawatirkan putriku, Bu Pencuri, pikirkan saja soal masa depanmu ya?”

Hana akhirnya dibawa pergi ahjussi Go.

Sebelum pergi. Eun Ho memanggil hana dan memberikannya permen.

Berlanjut ke bagian 2 KLIK DI SINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *