Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 19 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 19 Part 2 – Episode sebelumnya kamu bisa baca di tulisan yang ini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca di sini.

Ji Hun mendapatkan pesan.

Surat Anda telah dikirimkan ke Kepolisian Pusat Seoul.

Ji Hun pun mendekati pos penjaga. “Ada surat untukku?”

Dan Surat tersebut diterima. Ji Hun pun membukanya. Surat adalah tentang Mosi Penyerahan Dokumen. Hasil tes DNA paternitas Go Ha Na.

Si bajingan Go rupanya dia serius meminta Ha Na.

***

Ji Hun ngadu ke Detektif Hong.

“Pak Go meminta hasil tes DNA dan aku menolaknya. Lalu pengadilan mengirimiku ini.”

“Lantas?”

“Aku harus bagaimana?”

“Menurutmu bagaimana? Serahkan hasil tes itu.”

“Go Sung Hwan mau mendaftarkan Ha Na sebagai putrinya untuk membawanya.”

“Katanya dia ayahnya.”

“Hyung…”

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan,  tapi apakah kam punya bukti dia menyakiti anak itu?”

“Bukti? Anak itu mengompol di celana saat melihat Go Sung Hwan. Dia pipis tanpa bersuara apapun.”

“Itu buktinya? Banyak anak kecil di luar sana yang memiliki kisah sedih. Kamu mau menyelamatkan semuanya? Kita polisi. Kita berbuat dengan batasan-batasan hukum.”

“Kamu akan memprioritaskan hukum saat hendak menyelamatkan seseorang? Sebagai manusia itu salah, apalagi sebagai polisi.”

“Lantas. Aku bukan manusia?”

“Bukan itu maksudku.”

“Jika ini sangat mengusikmu, buktikan ayahnya memang jahat. Mengeluh tanpa bukti itu sia-sia.”

Ji Hun kesal sambil meninggalkan ruangan.

***

“Kenapa baru bilang sekarang?” Ucap Woo Kyung saat ditelpon Ji Hun

“Maafkan aku. Tidak aku sangka dia akan bertindak secepat itu. Pikirku juga teralihkan karena penyidikan.”

“Katamu akan menulis semua tuntutan dan mengurungnya. Kamu tidak hanya membawa Ha Na untuk menemuinya, tapi ingin dia tinggal dengan pria itu juga?”

“Aku memang menyedihkan dan tidak kompeten. Tapi kita tidak bisa sekadar marah dan menyalahkan orang lain. kita harus memikirkan rencana.”

“Mana bisa menghentikan seorang ayah yang ingin mengklaim anaknya? Detektif, masalahnya adalah orang-orang seperti Go Sung Hwan diizinkan hidup dan bernapas di bumi ini. jika tidak menghadapinya, maka mustahil ada rencana.kamu mengerti?” Woo Kyung menutup telponnya.

***

Ha Na sedang bermain di Hanul Center dan ada Eun Ho yang melihatnya. Woo Kyung ikut duduk di kursi dekat Eun Ho.

“Hana, dia makin ceria setiap harinya. Sejak dulu dia suka tersenyum. Tapi tidak bermain dengan anak-anak seperti itu.”

“Ayahnya ingin membawanya.”

“Bukankah kamu bilang dia diterlantarkan?”

“Sekarang, ayahnya mau dia kembali.”

Anak-anak yang sedang bermain menjerit karena ada burung pipit yang mati. Hana malah memungutnya dan membawanya. Hana kemudian menguburnya di tempat lain. Woo Kyung dan Eun Ho melihatnya. Setelah mengubur. Hana melompat-lompat di atas tanah tempat burung pipit terkubur.

***

“Hana, kenapa kamu melakukan itu? pada burung pipitnya?” Woo Kyung bertanya pada Hana di kantor.

“Karena dia sudah mati.”

“Ya. tapi bagaimana kamu bisa tahu hal yang kamu lakukan pada benda mati?”

“Aku tahu saja.”

“Kamu tahu saja?” Hana pun mengangguk. “Pak polisi dan kita berdua pernah berkendara tempo hari. Kamu ingat itu? kita menemi ayahmu. Dahulu sekali, saat kamu tinggal bersama dengan ayahmu. Kamu bermain dengan apa? Aku ingin tahu. Dahulu, kamu dan ayahmu memainkan apa? Kamu mau memberitahuku?”

“Bu Cha,  aku tidak punya ayah.” (Husttttttt… jangan berani bicara. Nanti aku cekik lehermu.) Woo Kyung mendadak mengingat ucapan Hana yang itu.

***

Pekerja sosial medatangi Pak Go.

“Saat aku bilang aku menjual anjing untuk dikonsumsi, kebanyakan orang akan menghakimi dan berprasangka kepadaku. Seperti yang kalian lihat, peternakan anjingku sangat bersih  serta aku mentaati peraturan. Bisa dengan bangga aku bilang, kukelola peternakanku secara etis.”

“Tapi apakah lingkungan ini cocok untuk pertumbuhan anak?” Tanya petugas.

“Keluarga, ikatan darah, itu sangat menakjubkan. Anakku menyukaiku. Dia sangat menyukai bintang.dia pernah melihat anjing di sini dan langsung senang. Dia pikir itu teman mereka.”

Kali ini Pak Go membawa petugas ke kamar yang disediakan untuk Hana.

“Semua diatur dengan rapi.” Ucap petugas.

“Aku membeli dan mengatur semuanya sendiri, jadi kamarnya sederhana. Tapi aku lebih bersemangat saat mendekor kamar tidur ini daripada sebelum menikah.”

Petugas pergi dan Pak Go bicara dengan pengacaranya.

“Aku yakin tanggapannya positif. Tentang kemauanmu dan lingkungan rumah ini.”

“Lantas semuanya sudah beres?”

“Tanggal pengembalian Hana akan diputuskan setelah diskusi dengan semua anggota kelompok. Aku akan mengabarimu.”

***

Soo Young membacakan laporan. “Min Ha Jung mendatangi situs itu dua sampai tiga kali dalam sepekan. Tidak ada riwayat dia mengunggah atau memberikan komentar.”

“Chatting?”

“Situs webnya tidak punya fitur semacam itu.”

Kwon berkata. “Untuk apa dia mendaftar jika hanya mau mengintai?hampir semua informasinya untuk umum.”

“Dia masuk ke Razorhead padahal tidak suka horor dan mendaftar padahal tidak perlu.” Ji Hun membuat kesimpulan.

“Kurasa dia ada urusan.” Ucap Soo Young.

“Urusan soal Red Cry?” Ucap Kwon.

“Rute untuk menghubungi Red Cry.” Ji Hun mulai menduga.

“Masalahnya, Min Ha Jung tidak menghubungi siapapun di sana.”

Ji Hun berpikir. Ia mengingat kasus Park Young Tae yang sama-sama bunuh diri. Ia mengambil laptop PYT dari kotak dan memberikannya pada Kwon untuk diperiksa.

Kwon memeriksanya dan ternyata Park Yong Tae pernah masuk ke situs yang sama.

“Itu dia. itu rutenya.” Ucap Ji Hun.

Saat itu juga Ji Hun mendapatkan telpon dari Pak Go.

“Kenapa?” Ucap Ji Hun ketus.

“Aku merasa tidak enak bertanya alasanku menelpon. Aku menelponmu untuk berterima kasih, Detektif Kang. Berkat dirimu, Hana akan kembali ke ayahnya.”

“Kamu sudah mendaftarkannya?”

“Kini aku menyadari punya uang itu menyenangkan. Aku menyewa pengacara mahal dan menyuruhnya mengurus segala hal. Semuanya berjalan dengan sangat lancar. Sulit dipercaya. Omong-omong, untuk membalas budi padamu, Detektif Kang. Aku bingung harus bagaimana? Aku tidak tahu aku punya anak dan kamu membawanya ke hadapanku. Lalu, aku tidak yakin dia anakku kamu pun membuktikannya. Aku sangat berterima kasih. Oleh karenanya kamu berbagialah.” Telpon ditutup.

Pak Go tertawa. Ji Hun geram sampai mengamuk.

“Red Cry itu sedang apa?sebaiknya dia membawa bedebah itu.” Soo Young dan Kwon terdiam melihat Ji Hun yang mengamuk.

Ji Hun berkata lagi. “Minta surat penggeledahan. Untuk situs itu. mari cari ke semua tempat.”

***

Ji Hun menemui Woo Kyung di kantornya.

“Menurutmu kenapa Go Sung Hwan mencoba membawa hana?” Tanya Woo Kyung.

“Kurasa dia berpura-pura menyayangi anak.”

“Berpura-pura menyayangi anak tidan bisa menjadi alasan kerena membesarkan anak membutuhkan tanggung jawab yang besar. Lagi pula, dia tidak suka anak-anak.”

“Lantas menurutmu, kenapa dia melakukan itu?”

“Demi membungkam hana. Katamu Go Sung Hwan telah berbuat jahat kepada hana. Kurasa bukan hanya berbuat jahat.”

“Maksudmu kejahatan yang lebih parah dari itu?”

“Itu pasti sesuatu di luar dugaan kita. Coba pikirkan dari sudut pandang Go Sung Hwan. Hana mengetahui rahasianya. Lalu di dekat hana, ada kita berdua yang mencurigainya.”

“Dia pasti takut.”

“Aku yakin dia ingin segera mendapatkan hana kembali.”

“Maksudmu, kali ini kita bisa menolak untuk mengembalikannya dan menunda waktu?” Ucap Ji Hun.

“Dia pasti akan sangat gelisah dan kita bisa mengajukan satu syarat. Syarat yang bisa melindungi Hana.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *