Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 21 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 21 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Ji Hun dan Soo Young sudah sampai di TKP. Sudah ada polisi di sana. Dan saat itu juga salah satu polisi melaporkan ada mayat ditemukan.

Ji Hun dan polisi lainnya langsung ke tempat yang dimaksud.

“Ini Gu Sung Hwan.”  Ucap Ji Hun saat melihat mayat.

Ia mencoba menelpon Woo Kyung telponnya terjatuh di lokasi tempat mayat ditemukan.

Ji Hun memberikan perintah. “Seorang anak dan wanita dewasa menghilang. Blokir jalan terdekat dan lakukan pemeriksaan sekarang.”

***

Polisi lain dan forensik langsung ke TKP. Dan saat itu Soo Young menemukan jam tangan milik Hana. Dan Tim Forensik menemukan sesuatu yang mengejutkan. Kerangka anak ditemukan tak jauh dari rumah hana.

***

Woo Kyung tersadar. Ia berada di suatu tempat. Dan ternyata hana ada di dekatnya tak sadarkan diri. Woo Kyung pun teriak minta tolong dan ia ditemukan secaman di dalam sumur.

***

“Aku tidak melihatnya, sesuatu yang buram dan gelap.” Ucap Woo Kyung pada Ji Hun dan Soo Young. “Ada darah. Aku pergi melihatnya dan seseorang menyergapku.”

“Kamu bisa melihat penyergapmu?” Tanya Ji Hun. “Mungkin kamu mendengar suara.”

“Tidak. Bagaimana dengan hana?”

Soo Young menjawab. “Dia sepertinya tidur dengan nyenyak karena pil tidur. Dia dipindahkan ke rumah sakit.”

“Apa yang terjadi? Apa Go Sung Hwan menyerangku?”

“Objek buram yang kamu lihat adalah mayat Go Sung Hwan. Ada kerangka anak-anak ditemukan.”

“Kerangka anak-anak?”

“Kurasa rahasia yang tidak bisa diceritakan hana adalah itu.”

***

Kini Ji Hun sedang bicara dengan dokter forensik.

“Sepertinya anak itu belum berusia 15 bulan.”

“Kamu tahu kapan anak itu meninggal dan apa penyebabnya?”

“Aku hanya tahu anak itu sudah lama meninggal. Ada retakan di tengkoraknya dan tulang rusuknya patah. Tapi kami tidak bisa memastikan itulah penyebab kematiannya. Kami hanya memiliki tulang yang tersisa.”

“Retakan? Berarti ada renjatan eksternal?”

“Mungkin mereka menabrak sesuat, terjatuh, atau tertembak. Mereka mungkin melemparkan anak itu. menurut tes DNA, keduanya adalah ayah dan anak.”

“Dia sangat jahat.” Ucap Ji Hun.

“Jangan terlalu keras kepadanya, dia sudah melalui banyak hal sebelum meninggal. Dia pasti sangat menderita.”

“Itu kabar baik. Aku senang melihat dia menderita.”

Dokter terdiam. “Kamu berubah. Beberapa saat lalu kamu bilang tetaplah hidup bahkan jika mereka penjahat.”

“Berhenti bicara. Cukup tunjukkan mayatnya.”

Dokter menjelaskan mayat Pak Go. “Pertama, dia mengalami pendarahan subkutan di seluruh tubuhnya. Artinya, dia melakukan perkelahian fisik dengan pelakunya. Lalu dia menjadi tidak berdaya karena disetrum. Lengan dan kakinya diikat, jadi dia benar-benar di bawah kendali pelaku. Tapi siksaan yang sebenarnya terjadi berikutnya.”

Dokter memperlihatkan mulut mayat. *nggak usah dikasih gambarnya ya… ngeri.

“Tujuh giginya dicabut saat dia masih bernyawa. Gigi normal. Ini penyiksaan. Penyebab kematiaanya adalah cidera di kepalanya. Dia dipukul dengan senjata dan ketika tengkoraknya pecah, retakan itu menyentuh otak. Ada kemungkinan besar dia meninggal seketika karena kerusakan langsung di otak.” Aaahh ini ngeri banget.

Dokter masih melanjutkan bicara. “Mati seketika? Dia belum puas.” Dokter mempelihatkan punggung Pak Go.

“Dia banyak berdarah dan tidak ada tanda perlawanan. Itu berarti mereka membalikkannya setelah membunuhnya untuk menggambar dan menulis di tubuhnya, (mereka hidup seperti anjing, selamatkan manusia). Apakah ini puisi lain?”

“Itu puisi dan penyairnya Song Wook.mereka pandai melakukan ini”

“Aku tidak tahu seberapa jahatnya orang ini, tapi pembunuhnya sama gilanya.”

***

Seorang kakek membacakan cerita dan duduk di kursi roda. Anak-anak di Pusat Hanul sangat senang mendengarnya. Tak lama, sesi pembacaan cerita berhenti.

Eun Ho mendatangi sang kakek.

“Aku kehabisan energi, aku tidak seperti dulu.”

“Anda membacanya sama seperti saat aku masih kecil.” Ucap Eun Ho. “Anda melihat betapa anak-anak menyukainya.”

“Menurutmu begitu?”

“Tentu saja. anda masih sama seperti dulu.”

***

Woo Kyung menghadap Direktur.

“Orang itu meninggal? Pria yang duduk di kursi itu beberapa hari yang lalu?”

“Ya. karena itulah aku berusaha membawa hana kembali ke rumah asuh.”

“Lakukan semaumu. Ada banyak kasus yang harus aku urus. Astagaa… membuatku risih saja. ahh… aku baru membuat rencana yang luar biasa. Program konseling untuk membantu anak-anal mendapatkan nilai yang lebih baik. Bagaimana menurutmu? Ini akan laku bukan? Ini akan disukai para Ibu. Kita akan kaya dari program ini.”

“Direktur, entah kenapa belakangan anda bertingkah seperti ini. pemerintah tidak memotong tunjangan mereka, anak-anak kita juga masih banyak. Kenapa?

“Aku tidak tahan dengan semua ini. pengelola dan gaji pegawai meningkat setiap tahun. aku sangat tertekan. Aku tidak tahan lagi.”

Kakek pun masuk dengan Eun Ho. Teryata dia adalah Direktur Utama.

“Kenapa meninggikan suaramu? Ada anak-anak di sini.” Ucap kakek.

“Suaraku lantang. Maafkan aku.”

“CKCKCKCK…. sungguh tidak terhormat.”…. “Bu Cha, lama tidak bertemu denganmu.”

“Halo Direktur Utama, anda sehat?

“Ya, selain kakiku, aku sehat-sehat saja.” Dirut mengulurkan tangannya pada Woo Kyung. “Kamu tahu aku sangat mempercayaimu, bukan? Tolong jaga pusat hanul dengan baik.”

Setelahnya, Woo Kyung pergi dan membiarkan Dirut bicara dengan Direktur.

“Aku mendengar berita aneh belakangan ini. sebaiknya jangan membuat masalah lagi.”

“Maksud Ayah? Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Eun Ho bisa bersaksi. Benarkah Eun Ho?”

Eun Ho bertata. “Sudah kubilang tempo hari bukan? Direktur tidak mau bertaruh lagi.”

“Bodoh sekali.” Ucap kakek.

***

Ji Hun berkata pada Kwon. “Maksudmu jika aku mengakses di antara pukul 23.00 dan 23.15. titik merah akan mucul pada website? Begitu menekan tombol itu maka akan masuk ke situs web rahasia?”

“Ya. aksesnya hanya terbuka sesaat saja. itu sebabnya admin web tidak tahu. Selain itu. situs web rahasia akan hilang pukul 2 pagi.”

“Apa maksudmu menghilang?”

“aku berusaha mencari kode pada pukul 2.00. situs itu hilang. Artinya kita tidak punya banyak waktu untuk menyelidiki. Kodenya sangat rumit.”

Dan lagi-lagi Ji Hun meminta Kwon untuk terus mencoba.

***

Hana kini bersama Soo Young dan Woo Kyung di pusat anak.

“Hana, saat kamu menelponku malam itu. kenapa kamu menelpon?”

“aku mendengar ada suara gedoran. Kemudian anjing menggong-gong.”

“Setelah kamu menutup telpon, apa yang kamu lakukan? Kamu ingat apa yang kamu lakukan?”

“wajah orang baik itu.”

“Kamu melihat ahjussi itu lag?”

“Apa kamu ingat apa yang dia katakan kepadamu?”

“aku tidak ingat. Aku tidak ingat sama sekali.”

“Hanya menyukai bayi? Dahulu kala, kamu bersama seorang bayi? Benar bukan? Seperti apa bayi itu? aku sangat penasaran. Pasti sangat kecil dan manis sekali.

Hana menjawab sambil mewarnai. “Oeeekkk oeekkk… berisik sekali.” Kemudian hana menutup mulutnya.

“apakah bayinya sering menangis? Pasti berisik karena bayinya menangis.”

Hana menggeleng dan menutup mulut. Soo Young membuka mulut hana. “Kamu bisa bicara, ayahmu sudah tidak ada lagi. Ayahmu tidak akan mendatangimu lagi. Jadi, kamu bisa bicara. Tidak apa-apa.”

“apakah dia mati?”

“Ya.”

“Oeeekk oeekkk… berisik sekali. Bayi itu berhenti menangis.”

Kilas balik.

Pak Go mengubur bayi itu di depan hana dan Ibunya. Sambil menginjak-injak tanah. Persis seperti yang hana lakukan pada burung pipit yang mati di taman bermain tempo hari.

Di saat itulah Pak Go mengancam akan mencekik hana jika dia buka mulut.

Kilas balik berakhir.

Woo Kyung bicara. “Itu sebabnya, kamu tidak bicara. Pasti menakutkan.”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *