Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 21 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 21 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

“Tidak. Aku baik-baik saja.” Ucap Hana. “Cantik ya? apa gambarku bagus?” hana tersenyum.

Soo Young kemudian memegang hana. “Katakan saja kamu takut. Sudah aku bilang, ayahmu sudah pergi.kamu dapat melakukan apapun yang kamu inginkan. Kenapa kamu tersenyum? Kenapa kamu hanya tersenyum? Aku tahu kamu ingin memangis. Aku tahu kamu takut hingga ingin menangis. Kamu sulit menangis karena ayahmu? Kamu takut senasib dengan bayi itu jika menangis?” Soo Young kini meninggikan suaranya.

Hana mulai mulai menangis. Soo Young juga ikut menangis. “Ayahmu sudah pergi. Bahkan jika kamu merengek dan menangis, ayahmu tidak bisa melakukan apapun kepadamu. Jadi, jika kamu ingin menangis, menangislah. Teriaklah jika takut.jadilah seperti anak-anak!!! Jangan sembunyikan perasaanmu!!!”

Hana kini menangis dengan kencang….

Soo Young yang sudah membuat hana menangis pun keluar ruangan. Woo Kyung pun mendekap hana.

***

Woo Kyung bicara pada Soo Young di tangga.

“Dalam perjalanan ke sini dari rumah sakit, anak itu terlalu ceria. Itu membuatku tidak nyaman. Seorang anak umur 7 tahun tahu tentang kematian. Sulit diterima. Akankah hana baik-baik saja setelah sikapku kepadanya?”

“Berkat kamu, hana belajar sesuatu yang besar pada hari ini. dia belajar bahwa menagis tidak masalah, jika dia menangis, seseorang akan datang dan memeluknya. Kamu hebat. itu sesuatu yang tidak bisa kulakukan. Kamu tidak melakukan kesalahan.”

***

Ji Hun kembali ke rumah Pak Go. Tidak banyak yang ditemukan karena hanya ada 3 CCTV dan sudah dirusak oleh pelaku.

Saat masuk ke TKP. Ji Hun mulai membayangkan bagaimana pembunuhan terjadi. Mulai dari malam hari ada yang mengetuk pintu dan Pak Go membukakan pintu, kemudian langsung dipukuli.

Mereka berkelahi di ruang tengah. Saat inilah hana mendengar suara mereka. Saat sedikit lengah. Pak Go disetrum dan diseret keluar.

Kemudian pelaku kembali lagi ke rumah dan melihat hana sedang menelpon. Ia pun membawa hana.

Ji Hun juga menemukan bekas darah gigi di daun dekat kuburan bayi. Di sinilah pelaku mencabut gigi Pak Go. Pak Go dibawa ke ruang jagal. Di saat itulah ia mulai menulis di punggung, tulisannya belum selesai dan Woo Kyung datang.

Mengerikannya adalah pelaku juga menggambar dengan krayon di punggung Pak Go. Seperti hana yang memang menyukai krayon dan menggambar.

Woo Kyung yang tahu, langsung disekap.

Ji Hun menemukan krayon.

“Dia mewarna di saat seperti ini. apa mentalnya terganggu?”

“Aku kira dia membalas atas apa yang dilakukan pada Hana.” Ucap Soo Young yang mengingat hana suka menggambar.

***

Dua Detektif bertemu Woo Kyung di pusat hanul.

“Maksudmu? Pelaku sudah tahu? Bahwa ada anak yang dikubur dalam tanah?” Ucap Woo Kyung.

“Begitulah dugaan kami.”

“Bagaimana mungkin?”

“Kamu pernah memberitahu kami Go Sung Hwan pasti melakukan hal yang tidak terbayangkan. Apa yang membuat kamu berpikir begitu?”

“Itu karena aku memperhatikan hana. Aku melihat perilaku han dan merasa pasti ada rahasia besar. Tapi siapa sangka hana memiliki adik yang dikubur di dalam tanah.” Woo Kyung mengingat hana menginjak-injak pasir saat mengubur burung.

“Adakah orang di sekitarmu yang tahu tentang hana?”

“Karena kasus hana sedang dipelajari, cukup banyak yang tahu tentang dia.”

“Siapa orangnya?”

“kebanyakan orang dalam bidang konseling sepertiku. Aku sudah mengirimkan penerlitian terus menerus. Konselor di pusat kami, Min Ju, sekertarisnya, dan Direktur Song.” Eeehhh ada yang ketinggalan lho. Eun Ho tahu.

***

Ditektur kini ditanyai Ji Hun.

“Bagaimana bisa kami mengoperasikan pusat ini jika polisi terus berkeliaran di sini. anak-anak datang ke tempat ini.”

“Kami hanya menanyakan beberapa hal kepada para konselor. Kami menyelidiki diam-diam.”

“Kamu merusak suasana.”

“jadi, kami tidak bisa menyelidiki karena itu merusak suasana? Sudahkah anda membaca laporan Cha Woo Kyung tentang hana?”

“kenapa dengan itu?”

“Anda juga ahli konseling. Aku ingin tahu apa Anda menemukan sesuatu setelah membaca laporan.”

“Ada begitu banyak anak di pusat ini. bagaimana bisa ku memperhatikan anak itu saja? astagaa… aku tidak tertarik. Bu Cha terlalu… ahh dia membawa anak itu ke sini. ini membuatku sakit kepala.”

Eun Ho masuk ke ruangan.

“Sudah kamu urus?” Tanya Direktur.

“Ya.”

“Sudah kamu setorkan uangnya?”

“Ini slip setorannya.” Eun Ho pun menyerahkannya.

“Bagus. Kamu boleh pergi sekarang.”

***

Kali ini Ji Hun mengikuti Eun Ho di tempatnya bekerja.

“Kamu bahkan melakukan bisnis pribadi direktur.”

“Direktur sudah seperti keluargaku.”

“Pernahkah kamu mendengar sesuatu tentang Hana?”

“Aku dengar ayah hana meninggal. Dan dia kembali ke rumah asuh.”

“Pernahkah kamu mendengarkan tentang adiknya?”

“Adiknya?”

“Ada kerangka anak ditemukan di peternakan anjing ayahnya.”

“Apakah ayah hana membunuh anak itu?”

“Aku tidak yakin tentang itu. tapi ayah hana menterlantarkan anak itu. dia orang yang mengerikan. Kamu mengetakannya seolah-olah kamu tidak tahu.”

“Apa maksud anda?”

“Cha Woo Kyung berkata dia melihat hana mengubur pipit denganmu. Bukankah itu benar?” *aahh adegannya ada yang miss nih.

“Lantas kenapa?”

“kamu tidak merasakan apa-apa saat melihatnya? Kamu sangat dekat dengan anak-anak. Kamu juga mengerti bahasa mereka dengan baik.”

“Kurasa anda punya pikiran sendiri tentangku.”

“Apa?”

“Kecuali aku dewa, apa yang aku ketahui hanya dengan melihat itu? hana lebih menyukai anda daripada aku. Anda belum mendengar apa-apa dari hana dalam bahasa anak-anak?”

“Apa yang kamu lakukan sabtu malam lalu setelah pukul 23.00?”

“Kurasa aku menggambar di sini.”

“Apakah kamu tidak pergi dengan temanmu di akhir pekan? Kamu tidak punya pacar?”

“Bagaimana dengan Anda?”

“Jangan tanyai aku tentang masalah pribadiku.”

“Lalu, kenapa bertanya kepadaku tentang masalah pribadiku yang tidak terkait dengan kasus ini?”

“Kamu suka anak-anak. Aku selalu curiga tentang itu. kasus ini pasti terkait erat dengan itu.”

“Maksudmu, aku membunuh orang karena aku suka anak-anak? Detektif kang, anda pikir itu masuk akal?”

Ji Hun mendapakan sms untuk datang ke tempat konseling. Tapi ia lanjut bicara. “Kamu masih menemui bocah lelaki A? Siapa namanya? kang Min Ki. namanya kang min ki bukan?”

“Aku kehilangan kontak dengannya untuk waktu yang lama. Kamu harus behenti mencurigai seseorang tanpa alasan logis.”

“Tugasku mencurigai orang, jadi tidak bisa aku hentikan. Aku akan menghentikannya saat berhenti dari pekerjaan ini. puas?” Ji Hun pun pergi.

Bersambung. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *