Sinopsis Drama Korea Children Of Nobody Episode 27 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children Of Nobody Episode 27 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Soo Young menekan bel di apartemen Ji Hun. Sayangnya tidak juga dibuka. Sampai ia membuka sendiri sandinya. Di dalam rumah Ji Hun nampak sangat berantakan, Soo Young pun dapat memahami betapa frustasinya Ji Hun.

Ji Hun ditemukan tidur di kamar mandi.

“Bagaimana kamu bisa masuk?”

“Aku mencoba memasukkan kode sandi tim kita. Kenapa kamu tidur di situ?”

“Seluruh tubuhku sakit. Rasanya tidak nyaman. Saat tubuhku sakit, aku tidak bisa berpikir.” Ji Hun mencoba keluar dari kamar mandi. Ia pun duduk.

“Aku sudah mengetik dan mengajukan kesaksian Bu Cha, Sunbae, kamu menyelamatkan nyawanya. Kamu sudah berusaha semampumu.”

Episode 27 – Ini belum berakhir.

Ibu menjaga Se Kyung. “Ibu sungguh minta maaf bersikap dingin kepadamu, maafkan Ibu.” Saat itu Se Kyung sedang tertidur dan Ibu mengeluarkan darah dari hidungnya. Tak lama, Woo Kyung datang.

“Kenapa kamu datang? kamu seharusnya istirahat.”

“See Kyung tidur?”

“Dia menjalani perawatan fisik sejak tadi pagi. Dia pasti lelah. Kenapa kamu menatapnya?”

“Apa kami begitu mirip?”

“Kalian bersaudara, jadi ya, tentu saja.”

“Sejak kami masih muda, orang-orang selalu membicarakan betapa miripnya kami, kami tampak begitu mirip.”

***

Beralih pada Woo Kyung yang konsultasi pada dokternya.

“Dia bilang jika aku ingat. Aku akan hidup menderita. Lalu, aku akan menjadi seperti dia. dia bilang sebaiknya aku mati.” Woo Kyung mengingat ucapan Eun Ho.

“Dia yakin kamu mirip dengannya.”

“Kurasa dia salah paham saat kubilang aku berhalusinasi.”

“Kamu sungguh berpikir dia salah paham? kamu datang ke sini karena memikirkan perkatannya.  Benar? Tidak apa-apa. Jujur saja padaku.”

“Aku mengenal gadis bergaun hijau itu, aku memanggilnya Se Kyung.”

“Tapi dia bukan Se Kyung?”

“Dia tampak berbeda dengan yang ada di album. Anak itu bukan Se Kyung.”

“Berapa usiamu saat itu?”

“Tujuh tahun.”

“Permainan apa yang kalian mainkan? Jika usiamu tujuh tahun, kamu pasti ingat memainkannya dengan adikmu. Benar?”

“Ibuku sakit, jadi, Se Kyung dititipkan pada kerabat.”

“Begitu. lantas bagaimana dengan sebelum itu? kamu ingat melihat ibumu sakit? Bisa hal-hal senderhana. Mlihatnya berbaring atau minum obat. mungkin suaranya atau tawanya.”

“Tidak bisa. Aku tidak bisa ingat apapun. Ayah mengatakan pada kami selalu bersama.”

“Woo Kyung, kamu paham? kamu tidak punya ingatan dari sebelum usia tujuh tahun?”

“Bagaimana aku bisa menyadarinya sekarang?”

“Karena ayahmu mengisi kekosongan itu dengan ceritanya. kamu menganggap cerita-ceritanya sebagai ingatanmu.”

“Aku harus bagaimana?”

“Kamu ingin mengingatnya? Menjalanai hipnoterapi dan konsultasi akan membantu. Kenapa? kamu takut akan menderita seperti kata pria itu? kamu tidak perlu melakukannya jika takut.”

“Aku mau. Aku ingin mencoba.”

Dokter membuka tabletnya. “Kamu bisa mulai konsultasi pekan depan.” Saat itu Dokter juga membuka pintu untuk Woo Kyung. “Soal pria bernama Eun Ho itu… kenapa dia membawamu ke sana padahal di luar dingin?”

“Entahlah. Meski itu kenangan yang tidak bisa ia ingat, kurasa dia tetap ingin memeriksanya. Tiap kali aku memikirkan Eun Ho, hatiku sakit. Aku pamit sunbae.”

Woo Kyung pergi. Di dalam tablet dokter.walpapernya adalah laut indah tempat penembakkan Eun Ho.

***

Ji Hun pergi ke pemakaman Eun Ho. Ternyata ada lelaki muda yang mengunjungi Eun Ho. Ji Hun mengingat pria muda itu.

“Kang Min Gi? Yak… kamu Kang Min Gi bukan? Kamu sudah dewasa, aku hampir tidak mengenalmu. Kamu tidak tahu siapa aku?”

“Aku tahu, kamu yang membunuh Eun Ho. Kamu terus mengganggunya, dan akhirnya membunuhnya.”

“Berapa usiamu sekarang? 17? Mungkin 18?” Ji Hun melihat ada tato di tangan Min Gi. “Kurasa kamu bukan siswa. Keadaanmu membaik?”

“Ya, karena tidak ada lagi yang memukul atau mengusikku.”

“Begitu. kamu boleh pergi.”

“Eun Ho tidak membunuh. Kamu pembunuhnya. Kami yakin tindakan Eun Ho benar.”

“Kami siapa? tadi kamu mengatakan kami? Kami siapa?”

“Menurutmu siapa? anak-anak yang dilahirkan orang tua tidak berguna dan dipukuli seperti aku. Bukankah kamu sudah tahu?” Min Gi pun kemdian pergi.

***

Kini Ji Hun melihat makam EunHo. “Aku mendengar pengakuanmu.  Panjang sekali. Apa alasannya?” tak lama. Mengingat tato milik Min Gi. Ji Hun mengingat pelaku yang menabrak ahjumma muda yang ditabrak seorang mahasiswa. Mereka memiliki tato yang sama.

***

Karena penasaran. Ji Hun bertanya pada polisi yang mengurus kasusnya.

“Dia membayar uang jaminan.” Ucap Polisi.

“Bukankah kamu bilang dia tidak akan punya uang untuk berdamai?”

“Mungkin dia menemukannya di suatu tempat.”

“Kamu masih punya kontaknya?”

“ada, tapi dia sudah kembali ke sekolahnya di tiongkok,  dia berjanji akan kembali untuk sidang.”

“Kamu tahu jumlah uang penyelesaiannya?”

“Entahlah, tapi sekitar 20,000 dolar.”

***

Karena curiga. Ji Hun mengatakannya kepada dua orang rekannya.

“Siswa miskin tbtb datang membawa 20,000 dolar. Kamu tidak berpikir itu aneh?”

Soo Young berkata. “Apa gunanya bagi kita membicarakan itu sekarang? kasusnya diselesaikan sebagai kasus tabrak lari, dan sunbaenim bilang tidak ada hubungannya dengan kasus kita.”

“Tidak. Aku sudah memikirkannya dan itu ada hubungannya dengan kita. Aku bertemu Min Gi di rumah abu dan dia punya tato di tangannya. Siswa di LN itu juga memiliki tato yang sama.”

“Karena orang punya tato adalah hal yang lumrah.”

“Tidak. Tatonya sama persis.”

“Simbol yang mirip bisa populer di saat yang sama.”

“Saat Red Cry mengirim pesan kepada Woo Kyung, kita ada di jalan tol olimpik. Di mana Eun Ho saat itu? Lee Eun Ho sedang bekerja di pusat Hanul. Lantas siapa yang mengirim pesan sebagai Red Cry? Bukankah itu aneh?”

Kwon menambahkan. “ Saat itu, Min Ha Jung juga berada di tol. Ponselnya bermasalah dan dialah yang mengirim pesan.”

“Ponsel itu jarang digunakan. Maksudmu meraka bergantian menggunakannya?” Ucap Ji Hun.

“Mereka komplotan. Mungkin saja Min Ha Jung mengirim pesan menggantikan Lee Eun Ho.”

Ji Hun kesal. “Apakah aku nampaknya membuang-buang waktu?”

“Kecurigaanmu masuk akal, tapi kurasa tidak cukup untuk menyelidiki ulang kasus yang sudah ditutup.” Ucap Soo Young.

Kwon juga bilang. “Mereka sudah menangkap pelaku dan kasusnya sudah ditutup. Kita hanya perlu pergi.” Kwon pun pamit pulang. begitu juga dengan Soo Young yang nampak bersiap pulang.

“Kamu ingin menemukan apa?” Tanya Soo Young.

“Pengakuan Eun Ho yang mendetail, membuatku gelisah. Dia mengaku sebelum mati? Aku tidak percaya. Kurasa dia berusaha menyembunyikan sesuatu.”

“Kamu nampaknya begitu tergannggu.”

“Jika kasusnya ditutup seperti ini, maka ini akan diselesaikan seperti keinginan mereka.”

“Lee Eun Ho menyalakan ponsel agar bisa dilacak. Kamu tidak berdaya dan dipermainkan olehnya. Bukankah kamu terganggu karena itu?”

“Apa?”

“seperti yang dia inginkan, kamu menembaknya. Kamu pasti gelisah karena marah.”

“Jaga ucapanmu.”

“Bukankah itu sebabnya kamu merobek pengakuan Lee Eun Ho?”

“YAKKKK… kubilang hentikan.”

“Kamu hanya akan lelah berusaha melawan orang yang sudah mati. Kamu harus menjauh dari kasus ini. Kapten Hong menyarankan kamu menjalani terapi trauma. Aku setuju dengannya.” Soo Young pun pergi.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *