Sinopsis VIP Episode 17 Part 1

Sinopsis VIP Episode 17 Part 1 = Haloooooooo guys…… sudah rabu dan saatnya VIP tayang. Selamat membaca ajaa… episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini.

April 2019.

Park datang ke tempat kontrakan Yuri yang di atap. Ia mengetuk pintu dan Yuri keluar. Park memberi hormat. “Wakil Presdir Ha mengutusku.”

“Masuklah.”

***

Park memberikan selembar kertas dan kartu. “Pak Ha ingin kamu menerima ini.”

“Rasanya aneh jika orang asing melihatku seperti ini.”

“Tolong hubungi nomor ini jika butuh sesuatu.” Park memberikan kartu nama ke Yuri.Park pergi tanpa meminum kopinya.

Yuri mengantar dan membukakan pintu karena pintunya sulit dibuka.

***

Tak lama setelah Park pergi. Ada tukang datang.

“Aku datang untuk memperbaiki pintu.”

“Aku tidak memanggilmu,” Ucap Yuri.

“Park Sung Jun memberikan perintah.” Gilaaa gercep banget yaa…

****

Yuri kerja di mal. Ia mengurusi bagian makanan. Ada Park dan istrinya Nona Na yang sedang berbelanja. Mereka hanya saling memberi salam dari jauh. *mengangguk.

Ahjumma yang kerja dengan Yuri malah membicarakan Park dan Sung Jun yang berbelanja. Mereka cukup populer. Park yang kaki tangan wakil presdir dan Nona Na yang anak orang kaya. Pasangan yang nampak sempurna.

***

Kembali ke kelanjutan adegan sebelumnya.

Saat Yuri dan Park bersama. Yuri yang bersedih karena dilecehkan dan disiram dengan anggur.

*Park emang gercep sih yaa.. dulu benerin pintu. Sekarang bisa jadi teman bicara.

“Maafkan aku. Tapi terima kasih sudah datang.” Ucap Yuri.

Diam sepersekian detik. “Kamu tampak lebih baik sekarang. Aku akan pergi.”

***

Jung Sun menelepon Park. “Kamu di mana?”

“Aku baru saja mau meneleponmu. Pak Ha bilang dia harus melapor kepada Pimpinan besok pagi, jadi, aku harus kembali bekerja.”

“Kamu akan terlambat?”

“Kurasa kita tidak bisa melakukannya hari ini.” Ucap Park. “Mari bicara besok.”

“Aku tidak peduli kamu pulang terlambat. Aku akan menunggu.”

“Aku akan selesai pagi-pagi sekali.”

“Datanglah meski sudah larut. Aku tidak bisa menunda lagi. Aku akan menunggu di rumah.”

***

Mina ada di tempat tinggalnya. Seseorang menekan bel. Mina membukanya.

Yang datang adalah suami Mina.

“Sejak kapan kamu menemukan tempat seperti ini?”

“Bagaimana kamu menemukanku?” tanya Mina. “Aku mengikutimu karena kamu tidak mau memberitahuku. Kamu tidak punya pria lain bersamamu. Ahh aku hanya bercanda, jangan menatapku seperti itu. Aku memberimu makan. Kamu nampak tidak sehat. Kamu tidak akan menemukan suami sepertiku, yang membawakan bubur untuk istri yang melarikan diri.”

“Bagaimana dengan anak-anak?”

“Pengasuh bersama mereka. Aku akan pergi setelah kamu makan.”

*mina mual dan tidak bisa makan.

“Nona Na mengatakan. Apakah kita tidak akan punya anak ketiga?”

“Nona Na mengatakan itu?”

“Ya. Tapi jika kita punya anak lagi. Kurasa mereka akan menggemaskan. Kita penasaran kapan Young Jun dan Seo Jun akan tumbuh, tapi mereka berdua sangat besar sekarang. Kadang aku bertanya, kapan mereka tumbuh besar? Tentu saja. aku melakukan banyak hal untuk membesarkan mereka.”

“Kamu harus pergi. Pengasuhnya juga harus pulang.”

“Ya. Kamu benar.  Tapi setelah tahu keadaanmu. Kamu tidak akan mati sendirian. Aku tidak akan becanda lagi. Aku pergi. Tidak ada hal besar terjadi bukan?”

Suami mina pun pergi.

Mina memegangi perutnya.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!