Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 17 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 17 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. sudah mimin bilang di episode sebelumnya yaa… minggu ini Children of Nobody hanya tayang 2 episode saja 17 dan 18.

“Itu gaunku. Ibu membelikannya untuk ulang tahunku. Itu gaunku.”

Woo Kyung pun kembali mengingat. “Anak itu… dia memakai gaunku.” Dan kembali ingatan gadis dengan gaun biru yang didorong pun kembali.

***

Woo Kyung mengunjungi adiknya.

“Se Kyung, kamu mengenal gadis itu? gadis kecil yang menyukai  gaun hijauku. Gadis kecil itu sebenarnya siapa?” Ucap Woo Kyung dalam hati.

***

Woo Kyung kembali mendatangi gudang di rumah Ibunya. “ada keributan apa ini?”

“Apa yang terjadi? Semua barangnya ke mana?”

“Ibu pernah bilang sedang membersihkannya.”

“Selagi membersihkan, apakah ibu melihat gaun hijau yang aku pakai saat kecil?”

“Tidak. Kenapa? hantu itu muncul lagi dan mengatakan sesuatu?”

Kini Woo Kyung melihat-lihat foto yang dipajang di rumah. “Di mana Eun Seo?” Tanya Ibu.

“Aku membawanya ke penitipan anak.”

“Syukurlah. Setidaknya kamu ingat mengirimkan anakmu ke sekolah. Kenapa berdiri di sana? Kamu tidak berangkat kerja?”

“Nanti, hari ini hanya ada janji temu untuk siang nanti.” Woo Kyung kini duduk. “Bagaimana saat Ibu bertemu denganku pertama kali?”

“Kamu membahas masa lalu lagi? Hentikanlah.”

“Aku sangat menyukai Ibu. Aku sangat menyukai Ibu hingga ingin ibuku menyukaiku juga. Aku berusaha sekeras mungkin untuk unggul dalam segalanya. Di mata Ibu, aku anak seperti apa?”

“Kamu dewasa dibandingkan usiamu dan nampak depresi untuk seorang anak kecil.”

“Aku?”

“Ibu pikirkamu seperti itu karena kehilangan ibumu saat kecil. Ibu senang kamu sudah menerima Ibu sejak awal.”

“Begitu? keluarga kita kecil sekali. Kita tidak punya kerabat. Keluarga adalah sekelompok orang yang berbagi kenangan. Tidak punya orang untuk berbagi kenangan akan membuat kita kesepian.”

“Kamu tinggal 30 tahun dengan ibu, tapi kenapa bicara begitu?”

“Aku hanya teringat Se Kyung. Belakangan ini, aku merasa hampa tanpanya. Aku pergi…”

Woo Kyung pergi. Ibu memegang figura dan tidak sengaja memecahkannya.

Episode 17 – Mencari wajah tersembunyi.

Nona Min melihat Bit Na yang sedang belajar lewat CCTV yang terhubung di ponselnya.

***

“Tahukah kamu betapa takutnya aku? Jantungku berdenyut dengan keras.” Ucap Bit Na pada pembimbingnya.

“Sudah kubilang ponsel itu milik adikku. Kenapa kamu cemas?”

“Menakutkan karena ada polisi datang. jika Ibu menagkap basah aku, tamatlah riwayatku.”

Nona Min Ha Jung tiba-tiba masuk ruangan dan melihat jam tangannya. “Kelasnya sudah selesai bukan?”

Bit Na pun langsung keluar ruangan.

***

Bit Na kembali masuk ke kamarnya dan digeledah seperti biasa.

“Masih ada satu jam sampai kelas privatmu. Pastikan kamu ulas kembali yang sudah kamu pelajari tadi. Jangan mengobrol dengan tutormu lagi.” Kemudian Bit Na ditampar dengan keras oleh Ibunya.

“Aku mencintaimu Nak.” Ni emak sakit jiwa deh. Kemudian Bit Na pun dipeluk.

***

Min Ha Jung memeriksa ponsel yang ada di meja belakar Bit Na. Ada pesan begini.

Kamu melihat ekspresi wajah ibuku?

Mungkin dia menyukaimu

Dia membelalak seperti orang cemburu.

Dia sudah semakin tua. Membuat malu saja.

Min Ha Jung melihat posisi Bit Na yang sedang dalam kurungan ruang belajar. Min Ha Jung langsung menyeret Bit Na dari ruang kurungan.

“Ada apa? Ibu sedang apa? Ada masalah apa?”

Dan ditemukan ponsel.

“Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.” Bit Na sangat ketakutan.

“Dari mana kamu mendapatkannya? Dari mana? Jawab Ibu.”

“Omma… maafkan aku. Maafkan aku.” Bit Na pun dijambak.

“Ponsel ini dari siapa? Ibu tanya, ponsel ini dari siapa? beraninya kamu memelototi Ibu?”

“Tutor yang Ibu cntai itu membelikannya untukku. Dia merasa kasihan kepadaku. Kenapa? Ibu cemburu? Ibu pikir dia akan memihak Ibu? Ibu salah paham. dia jauh lebih menyukaiku.”

“Kamu pasti senang dia menyukaimu. Kamu harus belajar dan masuk universitas. Hanya itu yang Ibu pikirkan. Siapa peduli soal tutor biasa itu? kamu putri yang ibu sayangi. Kenapa kamu terus saja membangkang? Kamu membuat Ibu marah sekali.” Bit Na dikocok-kocok ibunya kayak arisan.”

Min Ha Jung langsung mengambil tongkat cinta dan menggunakan sarung tangan. *gilak. Tongkatnya dibilang tongkat cinta padahal buat mukul. Sakit jiwa emang.

***

Soo Young berkata. “Pada hari kematian Park Ji Hye, Min Ha Jung membawa barangnya. Saat An Seok Won tewas, dia ada di rumah orang tuanya.”

“Lagi pula, aku tidak pernah berpikir bahwa dia adalah pelakunya.” Ucap Ji Hun.

“Pada tanggal 30 no sekitar pukul 13.00 dan 14.00 kurasa dia ada di jalan olimpic. Dia ada janji makan di jamsil, lalu tiba di tokonya di Banpo sebelum 14.00. kemungkinan besar dia melewati jalan olimpik.”

Kwon mengecek rute. “Cocok dengan pelacakan lokasi pada Red Cry.”

“Sudah aku bilang. Dia memang sudah aneh.” Wkwkwkwk Ji Hun masih aja ngelawak ya.

“Mungkinkah ahjumma itu Red Cry?” tanya Kwon.

“Setidaknya, dia pasti seorang kenalan. Pasti ada kaitannya.” Ucap Ji Hun.

***

Kembali dehhh ketemu Min Ha Jung,

“Yang benar saja,  memang saat itu hanya aku yang melewati jalan tol olimpik?”

“Pasti ada ribuan orang. Tapi hanya ada nama aslimu di ponsel bermasalah itu.”

“Identitasku dicuri. Aku tidak tahu siapa Red Cry. Aku korbannya.”

“Tunjukkan kepadanya.” Ji Hun memerintah Soo Young.

“Apa ini?” Tanya Min Ha Jung.

“Surat izin sita dan geledah.”

***

Penggeledahan di lakukan di rumah Min Ha Jung.

“Silakan. Kalian akan mencari seharian. Akankah ponsel yang bukan milikku mendadak muncul?” Ucap Ha Jung saat duo detektif cari sana sini.

Ji Hun bertanya. “Omong-omong ruangan apa ini?”

“Putriku belajar di sana.”

Ji Hun masuk ke ruangan dan masuk lagi ke ruangan kecil di mana Bit Na sering dikurung.

“Bit Na tidak akan pernah bisa melakukan hal lain.” Ji Hun duduk di kursi belajar Bit Na.

“Karena itulah dia menyukainya. Itu membantunya fokus.”

Ji Hun juga menemukan CCTV. “Kamu mengawasinya saat dia belajar?”

“Putriku sangat pemilih. Dia akan lebih giat belajar jika ada yang mengawasinya. Sebenarnya tidak seampuh itu. aku menaruhnya di sana untuk stabilitas mentalnya.”

“Stabilitas mental? Kurasa tidak semua orang bisa menjadi murid terbaik.”

“Tentu saja.”

Ji Hun juga mengambil tongkat cinta. “Apa ini? aku juga punya saat masih kecil.”

“Orang yang punya anak memilikinya untuk alasan simbolis.”

“Alasan simbolis? Kurasa tidak. Ibuku memakainya sungguhan. Aku masih dipukul saat SMP.”

“Sungguh? Aigooo.”

“Kamu tidak memukul Bit Na dengan ini bukan?”

“Menunjukkan tongkatnya saja cukup. Itu namanya asosiasi bayangan.”

“Asosiasi bayangan?”

Soo Young pun masuk. “Pencarian sudah selesai. Tapi tidak menemukan ponsel.”

“Aku bilang tidak ada….” dan tbtb Min Ha Jung melihat laptopnya dibawa. “itu milikku, kenapa apa padamu?”

“Kami menyitanya.” Ucap Soo Young.

“Menyita? Siapa bilang boleh?”

“Serahkan ponselmu juga.”

“Apa-apaan kamu? kalian semua pencuri?”

“Jangan menyebut kami begitu. kami justru menangkap pencuri.” Ucap Ji Hun. “Serahkan saja.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *